
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Tiba-tiba saja ponsel Alfazro berdering, ia pun mengambil earphone dan meletakkan di telinganya.
"Halo."
"Halo, apa ini bersama Tuan Alfazro?" terdengar suara seorang pria di ujung sana.
"Ya saya sendiri," jawab Alfazro.
"Tuan, saya adalah Deval, pengurus restoran Anda, berhubungan Anda adalah pemilik baru restoran ini jadi mungkin ada perubahan di restoran ini," ucap Deval.
"Baiklah, aku ke sana sekarang," ucap Alfazro.
"Kamu ada urusan? Kalau ada urusan berhenti di sini aja," ucap Alfazira.
"Enggak kok, aku antar kamu sampai ke depan rumah," ucap Alfazro.
Tak lama, sampai mereka di jalan melati.
"Ini di mana rumah mu? Yang mana satu?" tanya Alfazro. Karena semua rumah sama seperti perumahan.
"Berhenti di sini saja, terima kasih udah antar aku," ucap Alfazira membuka sabuk pengaman.
"Sama-sama, tapi kamu nggak mau ngasih tahu rumah kamu yang mana satu nih?" tanya Alfazro penasaran.
__ADS_1
"Kamu cari tahu sendiri saja," ucap Alfazira tersenyum penuh dengan teka teki.
"Oke, aku akan cari tahu nanti," jawab Alfazro.
Alfazira turun dari mobil dan mobil Alfazro pun perlahan-lahan meninggalkan Alfazira dan melaju di jalanan.
Alfazira melihat perumahan yang berjejer dengan warna yang sama.
"Alfazro, ini bukan rumah ku, rumah ku masih di sana lagi," ucap Alfazira. Ia pun berjalan menuju rumahnya yang bukan di perumahan, melainkan sebuah rumah tingkat 2 yang besar.
Tak lama kemudian, Alfazro pun sampai di depan restorannya. Restoran yang cukup besar itu bernuansa kuning keemasan karena lampunya yang berwarna kuning.
Alfazro pun masuk ke dalam dan terlihat seorang pria keluar.
"Tuan Alfazro?" tanya pria itu.
"Iya." angguk Alfazro.
"Oh, tentu saja, ada berapa koki di restoran kita?" tanya Alfazro berjala beriringan dengan Deval.
"Koki ada 5 orang, pelayan ada 10 orang. Mulai buka jam 9 pagi dan tutup jam 9 malam," jelas Deval.
"Perlihatkan aku laporan dari pemilik pertama," pinta Alfazro.
"Baik Tuan, akan saya ambilkan dulu laptopnya," ucap Deval berjalan meninggalkan Alfazro setelah sampai di dapur. Terlihat 10 orang koki sedang memasak, karena hari ini Alfazro datang jadi mereka masak untuk Alfazro cicipi.
"Tuan selamat datang," sapa mereka menundukkan kepala memberi hormat.
__ADS_1
"Terima kasih." angguk Alfazro.
"Tuan ingin di masakkan apa?" tanya mereka.
"Masakan saja apa yang biasa kalian masak, aku sangat ingin mencicipi makanan restoran ini," ucap Alfazro.
"Baik Tuan, kami akan menyiapkannya," ucap Mereka.
"Ayo siapkan bahanya," ucap kepala koki.
Mereka pun bekerja sama, Alfazro masih di sana untuk melihat kerja mereka.
Sangat terlihat jika tangan mereka sangat lihai dan mahir, mereka adalah lulusan koki terbaik.
"Kerja kalian sangat bagus," puji Alfazro.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka.
"Tuan, ini laporan yang Anda inginkan," ucap Deval datang membawa laptop.
Alfazro meninggalkan dapur dan ia pun duduk di kursi.
Laptop pun di hidupkan, Alfazro melihat pengeluaran dan pemasukan uang restoran dan pembayaran setiap koki dan pelayan.
"Jadi pendapat semuanya sudah di ambil oleh pemilik pertama ya? Apa dia tidak ada memberikan uang selamat tinggal untuk kalian?" tanya Alfazro.
"Hm … tidak Tuan," jawab Deval menggeleng. "Restoran ini saja sudah di ambang kebangkrutan, makanya restoran ini di pindah tangan secepatnya dari pada bangkrut," jelas Deval.
__ADS_1
"Bangkrut kenapa? Aku rasa restoran ini pasti sangat ramai pengunjung," ucap Alfazro meliah sekeliling perusahaan.
"Iya, pengunjung memang sangat ramai karena rata-rata pengunjung mengatakan jika makanan di restoran ini sangat enak, jika pemiliknya menghamburkan uang. Bahan makanan pada akhirnya hutang dan hasil penjualan di tutup untuk hutang, akan tetapi pemilik terus saja tidak peduli dan pada akhirnya karena nggak sanggup bayar hutang yang menumpuk akhirnya restoran ini akan di tutup. Hasil uang yang di dapatkan waktu itu di tutup hutang dan untung saja sudah lunas," jelas Deval sedikit emosi.