
Alfazro pun menanda tanganinya dan kini Cafe itu sudah sah menjadi miliknya.
"Oke, hari ini masih tutup kah?" tanya Alfazro.
"Hari ini sengaja di tutup karena menunggu Anda Tuan," ucap pengurus Putri.
"Begitu ya, heh! Mumpung nggak ada orang, lebih baik aku suruh mereka beres-beres," ucap Alfazro.
Alfazro pun berjalan keluar dari ruangannya yang di ikuti oleh pengurus Putri. Alfazro melihat kedua orang itu sedang tidur di atas meja.
"Bangun!" ucap Alfazro menggedor meja membuat mereka bangun.
"Ada apa lagi?" tanya mereka mengucek matanya.
"Bersihkan cafe ini juga, cepat!" perintah Alfazro yang gantian duduk.
"Apa! Kami capek banget tau," ucap Rendi dengan wajah memelas.
"Tidak mau ya? Kalau begitu ayo ke toilet, mau aku tunjukkan bagaimana saat kalian memukuli ku," ucap Alfazro.
"Eh tidak-tidak, baiklah kami akan membersihkannya," ucap mereka mengalah.
"Berikan mereka sapu dan pel, biarkan mereka yang membersihkannya," ucap Alfazro kepada pengurus Putri.
"Baik Tuan," jawabnya pergi ke belakang untuk mengambil sapu, pel dan lap.
Pengurus Putri pun memberi alat pembersih itu kepada Rendi dan Leo.
Mereka menerimanya sambil manyun. Alfazro tersenyum.
'Hehehe, aku akan menyiksa kalian terus menerus hingga membuat kalian bosan,' batin Alfazro.
Terlihat Rendi dan Leo pun membersihkan cafe itu.
Beberapa jam kemudian, mereka pun selesai membersihkan cafe dan mereka duduk di kursi.
__ADS_1
"Putri, tutup cafenya, aku juga mau pulang," ucap Alfazro.
"Baik Tuan." angguk Putri.
"Hey kalian, tunggu apa lagi di dalam, cepat keluar. Cafe ini mau di tutup," ucap Alfazro.
Dengan lemes mereka pun berjalan keluar. "Tak ada minum nih? Haus banget dari tadi nggk ada di kasih minum," ucap Rendi.
"Ambilkan minuman untuk mereka," ucap Alfazro.
"Baik Tuan." Putri pun pergi mengambil minuman dari lemari es, ia mengambil 2 botol teh.
"Sudah di kasih minum kan? Jadi kalian boleh pulang," ucap Alfazro masuk ke dalam mobilnya dan ia pun melajukan mobilnya.
"Hey tunggu! Jangan tinggalkan kami!" teriak Rendi dan Leo. Akan tetapi mobil Alfazro sudah melaju jauh.
"Sial! Dia itu sengaja ya!" teriak Rendi kesal.
Pengurus Putri pun menutup pintu cafe dan ia pun naik kendaraannya meninggalkan Rendi dan Leo sedang kesal.
Alfazro pun masuk ke dalam restoran tersebut dan ia duduk di kursi di samping jendela.
"Tuan, mau pesan apa?" tanya pegawai restoran memberikan buku menu. Alfazro menerimanya dan ia pun melihat isi menu apa yang harus ia pilih.
"Aku mau ini saja dan minuman yang ini," pesan Alfazro.
"Baik Tuan, tunggu sebentar ya," ucap pegawai itu menuju ke belakang untuk memesankan pesanan Alfazro.
Alfazro duduk sambil melihat sekeliling dan melihat interior restoran tersebut.
Alfazro melihat 2 orang pria yang sedang makan, mereka melirik semua orang yang ada di dalam restoran tersebut. Mereka melihat sepasang kekasih yang sedang mengobrol dan mereka melihat secara saksama, tidak tahu apa niat mereka.
Namun mereka melihat ke arah Alfazro dan saling beradu mata. Menyadari Alfazro melihat ke arahnya, pria itu pun membetulkan duduknya.
Tak lama, makanan Alfazro pun datang.
__ADS_1
"Silakan Tuan," ucap pegawai itu meletakkan pesanan Alfazro di atas meja.
"Terima kasih." Alfazro mengambil garpu dan sendok. Baru saja ia ingin menyendok makanan system pun memberi pemberitahuan.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menangkap pencuri]
[Hadiah 10.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Hm? Jangan bilang orang tadi?" tanya Alfazro melihat ke arah pria tadi.
Pria yang satunya terlihat menelpon sambil berdiri, sedangkan yang satunya sedang memainkan ponselnya sambil duduk.
Tidak ada yang mencurigakan dari kedua orang itu. Alfazro menyendok makanannya dan melahapnya.
Akan tetapi teman yang sedang duduk itu perlahan-lahan kakinya menarik tas yang ada di bawah meja.
Setelah mendapatkannya mereka pun meletakkan tas itu di depan dadanya dan mereka pun pergi. Tempat itu sangat ramai membuat orang-orang tidak menyadarinya dan asik mengobrol.
"Eh, kemana orang tadi?" tanya Alfazro. Ia pun berdiri dan menghampiri sepasang kekasih itu.
"Kakak ada kehilangan nggak?" tanya Alfazro.
Wanita itu pun melihat sekeliling dan ia terkejut jika tasnya hilang.
"Tas ku hilang!" teriaknya.
"Pasti orang yang di samping sini mengambilnya, tadi aku lihat dia mencurigakan," ucap Alfazro.
"Iya, tadi ada dua orang di duduk di sana," ucap wanita itu.
__ADS_1
Alfazro dan kekasih wanita itu pun berlari mengejar kedua pria tersebut, akan tetapi kedua pria itu sudah tidak ada.