Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Akhir dari pertandingan


__ADS_3

Penuh semangat hunan kembali berdiri diatas arena pertandingan dengan kokoh,satu lawan nya telah dia kalahkan,tiba giliran nya dia mengumandangkan semangat bertempur nya kembali.


Sembari menangkupkan kedua telapak tangan nya,hunan bersuara dengan sedikit berteriak,


"Ayo siapa lagi yang ingin berhadapan dengan ku?"


Mata hunan memandang seluruh kerumunan yang berada tepat dihadapan nya.


Dengan gagah,dia berjalan mengitari arena pertandingan itu.


"Jika kalian sanggup,ayo kalah kan aku,"


Ucap hunan,sekali lagi,hingga menyadarkan beberapa orang anggota lainya yang berdiri tidak jauh dari arena itu.


Tanggapan para anggota lainya hanya terdiam,bahkan tidak jarang diantara mereka saling menunjuk satu dengan yang lainya,namun tetap saja,mereka tidak ada yang berani maju,melawan.


Mereka telah melihat bagaimana kehebatan dan ketangguhan dari pemuda yang bernama hunan itu.


Dalam tiga kali serangan hunan dapat mengalahkan liu xinsheng,yang nyata nyata mempunya kekuatan yang sulit untuk dikalahkan.


Namun tiba tiba salah seorang pria dengan tubuh kekar yang berdiri tidak jauh dari nya melompat secepat kilat maju kedepan arena pertandingan,


"Aku akan mengalahkan mu anak sombong,"


"Lihat lah kemampuan ku!"


Ucap pria bertubuh kekar itu,dengan tatapan garang, wajah nya berwarna hitam,menandakan kekejaman,


Dia melangkah mendekati hunan seraya memicingkan matanya,


Tanpa aba aba pria bertubuh kekar itu melesat sekuat tenaga menerjang hunan,yang saat ini tengah berdiri menghadap para anggota lainya yang sedang menyaksikan pertandingan.


Pria itu tanpa etika menyerang secara brutal ke arah hunan,secepat kilat serangan itu berubah menjadi sebuah pukulan beruntun dengan energi yang sangat kuat,


Melihat dirinya tengah menjadi incaran pria kekar itu,hunan segera menghentakkan kaki kanan nya ketanah,seraya melafalkan mantra jurus pukulan penggetar bumi.


Tujuan nya,dia ingin melumpuhkan pria kekar itu dalam sekali serangan.


Hunan memfokuskan kekuatan nya ke kedua telapak tangan nya.


Dia memutar tangan nya keatas,kemudian memutar tubuh nya searah jarum jam,dalam satu titik serang,hunan menghentakkan kedua tangan nya ke arah pria kekar itu yang semakin cepat melaju ke arah nya,


Sebuah cahaya putih terang keluar dari tangan hunan,cahaya sebesar bola itu secepat kilat melesat kearah pria kekar,


Dapat dipastikan benturan kekuatan besar akan terjadi,


Dan benar saja.

__ADS_1


Boom.


Suara benturan dahsyat menggelegar dia arena itu,debu debu beterbangan menutupi arena hingga meluas sejauh 10 tombak,tidak nampak sedikitpun posisi kedua nya.


mereka berdua tertutupi oleh debu yang kian mengepul.


Hanya rintihan suara menahan sakit terdengar sayup sayup hingga suara itu terdengar sejauh 5 tombak,


Sampai beberapa saat,debu debu itu mulai hilang terbawa angin,sedikit demi sedikit setiap sudut mulai terlihat.


Nampak lah dua sosok manusia,yang beberapa saat yang lalu bertarung.


Disisi kanan,terlihat pria muda masih berdiri kokoh di ditempat nya,sedang kan di satu sisi lainya,


Seorang pria dengan tubuh besar terkulai lemah tak berdaya diatas tanah,hingga di mulut nya mengeluarkan darah segar,sebagian baju nya robek tak terbentuk,sedangkan bagian lainya,berwarna merah karena darah mengalir dari hidung dan mulut nya,


Jurus yang dilancarkan oleh hunan,berhasil merobohkan pria dengan tubuh kekar tersebut.


Hunan melangkah dengan mantap menuju pria yang tengah terluka.dia ingin mastikan keadaan pria bertubuh kekar itu.


"Ampuni saya saudara hunan,ampuni saya,"


"Tolong maafkan sikap saya sebelum nya,"


Ucap pria bertubuh kekar itu memegangi dada nya,seraya merintih menahan sakit,


Lalu hunan mengeluarkan dua buah pil dari cincin penyimpanan nya,


"Aku tidak akan membunuh mu,kau tenang lah,"


"Ambil pil ini,segera obati diri mu.!"


Ucap hunan,seraya menyerahkan pil itu kepada lelaki bertubuh kekar tersebut,


Semua penonton yang melihat pertandingan ini,sungguh sangat terpesona atas sikap kebesaran hati yang dilakukan oleh hunan,


Banyak dari mereka yang mendukung hunan,bahkan banyak pula diantara nya untuk menjadikan hunan sebagai ketua kelompok keabadian cabang huashan.


Selain kehebatan nya dalam ilmu beladiri,dia juga mempunyai sikap yang sopan serta berbudi pekerti yang baik.


Hunan mendekati pria bertubuh kekar itu,membantunya berdiri,kemudian memapah nya keluar dari arena pertandingan,


Ketua jing yang melihat kejadian itu,segera maju keatas arena,dengan berteriak,ketua jing berkata,


"Siapa lagi yang ingin berhadapan dengan hunan,"


Semua anggota kelompok yang mendengarkan perkataan dari ketua jing,hanya menunduk diam,tidak ada suara sama sekali,

__ADS_1


Sekitar 500 anggota yang berdiri dihalaman markas,saat ini hanya berdiri terdiam,


Tidak ada satupun diantara mereka yang berani melangkah kan kaki nya menuju arena pertandingan,duel dengan hunan.


"Jika sudah tidak ada yang melawan hunan,maka mulai saat ini,ketua keabadian cabang huashan akan aku serahkan kepada nya,"


"Apakah kalian semua setuju?"


Ucap ketua jing tegas,


"Kami semua setuju ketua,!!" ucap mereka semua serempak,


"Baiklah,"


"hunan..kemarilah," ucap ketua jing seraya menatap hunan yang berdiri berada diluar arena,


Hunan yang mendengar dirinya dipanggil,segera berjalan maju keatas arena,berdiri tepat disebelah ketua jing.


"Saya ketua jing," ucap hunan singkat,


"Mulai hari ini,kau resmi menjadi ketua keabadian cabang huashan,"


"Jangan kecewakan tuan muda shing ming,mengabdi lah dengan baik,"


Ketua jing menatap hunan lekat lekat,seraya menepuk pundak nya.


Segera hunan duduk bersujud kepada ketua jing seraya mengucapkan sumpah setia,


"Saya hunan,berjanji akan mengabdi kepada pimpinan tertinggi,tuan muda shing ming,dengan tulus,"


"Dimasa depan,akan saya jaga kelompok ini dengan nyawaku,ketua jing"


Ucap hunan dengan menundukkan kepalanya,tanda tulus.


"Baik lah,bangun lah,besok pagi,aku akan menyusul tuan muda ke kota hangzhou,"


"kembangkan kelompok ini menjadi kuat dan tak terkalahkan,aku percayakan semua nya kepadamu,!"


Ucap ketua jing sembari menyerahkan sebuah belati berwarna hitam kepada hunan,


"Terimalah belati ini,ini merupakan simbol kekuatan,jagalah,dan pergunakan lah dengan bijak,"


"Baik ketua jing,terimakasih" ucap hunan,sembari menerima pemberian dari pria paruh baya yang sangat dihormati nya tersebut.


****


Bersmbung

__ADS_1


__ADS_2