Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Ranah alam dewa


__ADS_3

Sebelum shing ming melakukan kultivasi tertutup di goa,dia menyediakan semua sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan proses kultivasi nya,mulai dari pil,kristal roh hewan buas,dan beberapa batu kristal.


Semua sumber daya ini untuk meningkat kan energi qi yang dibutuhkan untuk proses peningkatan..


Didalam sekte pusaka emas,shing ming diberikan kebebasan untuk mengambil dan mengolah semua sumber daya untuk proses peningkatan kultivasi.


Bahkan sekte pusaka emas juga memfasilitasi beberapa sumber daya untuk para murid murid nya,baik itu murid dari pelataran dalam maupun murid dari pelataran luar,agar mereka bisa dengan cepat meningkatkan kultivasinya.


mereka diberikan jatah sumber daya yang besar,maka tidak heran kalau sekte pusaka emas ini di minati oleh banyak orang ,setiap tahun pendaftar pun sangat antusias mengikuti ujian pendaftaran menjadi murid..


Setelah dirasa cukup,shing ming menuju ke gua,kemudian dengan sigap membuat formasi tangan untuk menyegel pintu gua,agar tidak ada gangguan selama proses kultivasi..


Dengan duduk bersila,shing ming mulai menyerap energi qi didalam gua tersebut,


Semua sumber daya yang dia bawa diletakkan di depan nya,sembari menelan lima pil elexir tingkat dua..


Shing ming memejamkan kedua matanya dan merasakan sesuatu yang besar masuk kedalam pori pori nya.


Tiba tiba fluktuasi energi bergejolak didalam tubuh nya,energi yang masuk secara berlebihan membuat setiap tulang tulang nya terasa ngilu,seperti di remuk remuk,..


Dengan menahan sakit yang teramat sangat,shing ming mulai mengedarkan energi yang meluap luap tersebut di setiap inci meridian nya,setelah dirasa penuh,shing ming dengan berhati hati menyalurkan ke dentian nya..


Karna proses ini harus dilakukan dengan sangat hati hati tanpa cela,jika sedikit saja ada kesalahan maka efek nya adalah kerusakan meridian,bahkan kalau sampai fatal tubuh bisa meledak yang mengakibat kan kematian menyakitkan.


Banyak para pendekar meregang nyawa karna proses kenaikan tingkat tersebut,


Maka wajar jika seorang murid ingin naik tingkat,dibutuh kan diaken atau panatua sebagai pendamping,agar kejadian fatal tersebut tidak sampai membunuh sang kultivator.


Merupakan itu waktu paling riskan untuk seorang pendekar atau kultivator adalah ketika melakukan penerobosan ketingkat ranah diatas nya,karna bisa saja ada gangguan entah dari orang atau hewan buas,yang pada akhir nya akan mencelakai diri orang yang sedang melakukan kultivasi tersebut..

__ADS_1


Maka tidak heran,ketika pendekar atau kultivator melakukan kultivasi,mereka memilih tempat yang dalam penjagaan ketat atau di tempat khusus yang orang lain tidak mengetahui keberadaan nya..


Sebenar nya setiap tingkatan ranah kultivasi terbagi menjadi dua,yakni ranah kultivasi tingkat awal dan tingkat puncak...


***


waktu pun terus berlalu,shing ming masih menyerap energi qi untuk penerobosan.


Beberapa hari pun berganti dan minggu pun berlalu ...


Saat ini shing ming sudah memasuki kultivasi tingkat ranah langit puncak,dan tidak akan lama,shing ming akan menerobos..


Shing ming mengedarkan energinya,dia menantikan saat saat yang ditunggu tunggu.


Shing ming mengambil dua buah pil elexir tingkat 2 lagi,dan bergegas menelan nya..


wusshh..wushh..


Seperti itu terus secara ber ulang ulang...


Sebulan sudah berlalu,shing ming tetap fokus berkonsentrasi mengedarkan energi qi nya.


Tak lama kemudian.


booom....


Didalam tubuh shing ming bergetar hebat...


Luapan energi qi yang tak terbendung,beredar di sela sela meridian,menuju ke dentian nya

__ADS_1


Shing ming merasakan titik meridian nya bertambah luas,mengalir deras ke pusat dentian nya yang bertambah luas.


Tiba tiba fenomena alam berubah drastis,yang sebelumnya malam ini cerah,banyak bertabur bintang ber kelip kelip,kini mendung hitam menyelimuti hutan tersebut.


meskipun sang rembulan sedang malu malu menampakkan wajah nya,seketika itu wajah sang rembulan berubah menjadi awan hitam yang menghapus terang.


Suasana itu menjadikan langit gelap gulita.


Kemudian menjadi cambuk api yang menggelegar.


Duarrrr...


Petir pertama menghantam tubuh shing ming,,


"Arghhh..


Bathin shing ming bergejolak menahan sakit.


Duarrrrr.....


petir yang kedua..


Shing ming masih bertahan,dia menahan kesadaran nya agar tidak pingsan...


Tak berselang lama ditempat yang sama ,petir ketiga menggelegar menyambar tepat di tubuh nya lagi.


Duarrrr...


Shing ming akhir nya menerobos ke ranah alam dewa awal..

__ADS_1


Dengan nafas terengah engah,shing ming menyandarkan tubuh nya di batu dinding gua,sambil menahan rasa sakit yang mendera di seluruh tubuh nya.


Shing ming menatap kosong langit langit goa,sampai akhir nya shing ming tertidur pulas...


__ADS_2