
Di sisi lain bagian hutan terdalam, tepat nya disebuah danau yang mempunyai air yang biru,
Ada seorang gadis berparas cantik yang sedang duduk disebuah kolam yang mempunyai air yang sangat jernih,dia memandangi ikan ikan yang tengah asyik bermain bersama kawanan nya,bergerombol sedang berenang kesana kesini.
Sesekali ikan ikan itu bersembunyi diantara semak dedaunan yang menjuntai hingga ke dasar kolam.
Gadis cantik itu tersenyum sendiri sambil memainkan air, memercikkan nya diantara ikan ikan itu,bayangan nya jelas,bahwa gadis itu sedang melamun membayangkan sesuatu hal yang menyenangkan.
"Putri,makanan yang anda minta sudah siap,"Terdengar suara yang begitu sangat dikenal nya menyapa,hingga membuat dia terkejut.
Putri sanca melihat kebelakang,ternyata suara itu berasal dari salah satu abdi istananya yang bertugas menyiapkan makanan.
"Baik lah sebentar lagi aku akan kesana bibi" ucap putri sanca singkat.
Kemudian bibi itu menganggukkan kepalanya dan segera undur diri.
***
Kabar mengenai kemenangan pasukan golem yang dipimpin oleh shing ming atas istana naga juga telah sampai di istana danau biru.
Putri sanca yang mendengar informasi itu sangat gembira,terang saja,karna memang selama ini putri sanca menaruh harapan besar kepada pemimpin mereka,yakni tuan muda shing ming.
Meskipun dia belum berani menyatakan sesuatu mengenai perasaan nya,namun rencana indah itu selalu terbayang bayang dalam benaknya.
***
Sementara itu di istana naga
Shing ming dan putri Nuan duduk di sebuah taman yang sangat luas,temaram cahaya matahari berangsur angsur redup tertutup awan,masih ada bias kuning yang melesat menembus taman itu.
__ADS_1
Senja telah datang,namun suasana hati kedua nya tidak menentu,begitu juga dengan putri Nuan,dia merasa kelu,apa yang akan dikatakan buyar seketika berganti kebisuan.
Shing ming menatap putri Nuan dengan lekat lekat,dia tidak ingin suasana canggung menguasai nya.di lalu berjalan mendekat dan membuka pembicaraan;
"Nona Nuan,apa yang ingin anda bicarakan?"
"Saya rasa disini merupakan tempat yang tepat".
Putri Nuan menunduk malu,dia tidak kuasa untuk menatap wajah pemuda itu.
Dia mulai membuka mulut nya dan berusaha mengutarakan isi hatinya,namun lagi lagi kata kata itu tercekat,dia tidak kuasa untuk mengatakan nya.
Putri Nuan memalingkan wajah nya,mengambil nafas yang mulai tidak teratur,
"Tuan muda,saya dengar anda mencari ulat sutra putih? Saya mendengar dari beberapa bawahan anda yang sedang mencoba mencari nya."
Putri nuan mulai membuyarkan kegugupan nya,
Shing ming menatap putri Nuan dalam dalam.
"Benar Nona,apakah nona tahu habitat hewan itu?",tanya shing ming dengan antusias yang tinggi.
Kemudian shing ming berjalan dan duduk di sebelah putri Nuan,sembari menatap nya.
"Saya membutuhkan nya untuk penyembuhan ayah saya,jika jenis itu bisa saya temukan,masih ada dua jenis lainya yang harus saya cari lagi, dan keduanya pun saya belum tahu dimana tempat nya,ucap shing ming jujur.
Putri Nuan menganggukkan kepalanya tanda mengerti,kemudian dia berkata;
"Saya tahu habitat ulat sutra putih itu,saya akan memberi tahu kepada anda,namun saya ingin tuan muda berjanji satu hal."
__ADS_1
Shing ming mendengarkan ucapan putri Nuan,dia merasa gembira,satu langkah hampir berhasil namun ada batu sandungan lain yang belum diketahui nya,
Shing ming mulai menduga duga mengenai perkataan putri Nuan.
"Apa itu nona?jika saya mampu,pasti permintaan itu akan saya laksanakan."ucap shing ming menimpali.
"Saya hanya ingin tuan muda berjanji untuk membawaku kemana pun tuan muda pergi." ucap putri Nuan sembari menundukkan kepalanya.
Deg...jantung shing ming bergetar hebat.
Dia bingung jawaban apa yang akan dia berikan,satu sisi dia membutuhkan ulat sutra putih itu,namun disisi lain dia takut jika putri Nuan ikut, maka dia harus menjamin keselamatan nya,bisa saja suatu saat nanti hal buruk akan terjadi kepada putri Nuan.
Karna menurut pendapat nya,petualangan selanjut nya untuk mencari kedua jenis benda lainya itu pasti tidak akan mudah.
Sebelum shing ming menjawab,sebuah suara halus melanjutkan ucapan nya,
"Tuan muda tidak usah khawatir dan risau kepadaku,saya bisa menjaga diri,yang saya butuhkan,saya hanya ingin mengabdi seutuh nya kepada anda.dan ikut bersama anda kemanapun anda pergi."
Shing ming trenyuh melihat ketulusan hati putri Nuan,kemudian dia menatap nya dalam dalam dan menganggukkan kepalanya seraya berkata;
"Baik lah,kalau itu mau mu nona,saya berjanji akan membawamu pergi kemanapun kaki ini melangkah."
Putri Nuan sangat gembira mendengar jawaban shing ming,tanpa sengaja putri Nuan mendekat dan memeluk nya dengan erat,sambil berkata;
"Terimakasih tuan muda,Saya berjanji akan selalu ada untuk tuan muda",
Ini merupakan kali pertama bagi putri Nuan dekat dengan seorang lelaki,dan ini juga kali pertama putri Nuan melakukan hal yang menurutnya tidak masuk akal.
Kegembiraan yang putri Nuan rasakan sungguh membekas di hatinya,hingga tak kuasa dia meneteskan setitik air mata bahagia hingga membasahi pipi nya.
__ADS_1
Shing ming yang melihat kejadian tiba tiba itu,tidak dapat berbuat banyak,dia hanya duduk diam menyambut pelukan dari putri Nuan tanpa bergerak sedikit pun.