Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Sebuah strategi


__ADS_3

Shing ming masuk kedalam kamar,lalu merebahkan tubuh nya diatas pembaringan,hal yang sama dilakukan oleh putri Nuan,


Dia menempati kamar yang cukup luas,didalam nya tidak ada yang istimewa,namun beberapa perabot seperti almari dan tempat tidur tertata dengan rapi.


Shing ming menatap langit langit kamar,dia sedikit memikirkan ucapan tangli yang baru saja di dengar nya,


Terlintas empati di benak shing ming,dia berencana ingin membantu warga desa mengatasi konflik yang sedang terjadi beberapa hari belakangan ini.


Dalam diam dia termenung sejenak,memikirkan sebuah strategi untuk menangkap mahluk yang disebut tangli beberapa saat yang lalu,


Akhirnya,dia memutuskan bahwa nanti malam adalah waktu yang tepat untuk mengintai nya dari jarak jauh.


Shing ming merasa,jika hal ini dibiarkan,bisa jadi keseimbangan kehidupan yang sudah tercipta sejak dulu akan sangat kacau dan ketentraman yang selama ini tercipta akan benar benar terusik.


Shing ming bangun dari tempat tidur nya,dia berjalan keluar,menuntun langkah meninggalkan rumah itu,


Hari ini cuaca tidak seperti biasanya,mendung disertai butiran es yang menyelimuti tidak satupun nampak,namun saat ini cuaca begitu terang ,sang surya masih terlihat merambat ke ufuk barat,artinya senja akan segera berlalu,menggantikan awan yang sudah mulai sirna.


Sengaja shing ming tidak mengajak Putri Nuan,dia berfikir membiarkan nya untuk beristirahat sejenak adalah pilihan terbaik.


Sebenarnya dalam keseharian,shing ming dapat membawa putri Nuan masuk kedalam dunia kecil nya,seperti halnya geo,namun hal itu belum dia realisasikan,mengingat Putri Nuan masih ingin menemaninya dalam setiap perjalanan.


Shing ming mulai mengedarkan pandangan,mencari celah untuk melancarkan aksi nya nanti malam,dia juga mengumpulkan beberapa informasi dari warga sekitar mengenai nama desa beserta jumlah penduduk nya.


Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi yang dibutuhkan,shing ming kembali ke rumah yang sementara ini dia huni,shing ming melangkah ke kamarnya dengan wajah tenang.


Desa kecil ini bernama shengchun,letak geografis desa ini masih dalam kekuasaan kekaisaran ming,terletak di sebelah barat istana,masuk dalam provinsi yunnan.


Desa ini dikenal agak terpencil,namun menyumbangkan bahan pokok yang teramat penting bahkan bisa dibilang vital,meskipun tidak dalam jumlah yang besar,namun sebagian hasil pertanian dapat mensubsidi kelangsungan hidup masyarakat disekitar provinsi yunnan,yakni penghasil kebutuhan pokok berupa beras.


Jarak tempuh desa ini menuju kota yunnan berjarak sekitar dua hari jika berjalan kaki,dan dapat ditempuh selama satu hari perjalanan jika ditempuh dengan menggunakan kuda atau alat transportasi lainya.


***


Shing ming melangkah dengan mantab memasuki kamarnya,Namun belum sampai membuka pintu kamar,dia dikejutkan oleh suara melengking yang memanggil nya,


"Tuan muda,masakan yang anda pesan sudah siap."

__ADS_1


"Tadi saya mencari tuan muda dikamar,namun tuan muda tidak ada ditempat,"


"Bahkan Nona nuan pun tidak mengetahui keberadaan anda,ketika saya tadi bertanya."


Shing ming membalikkan tubuh nya,mencari asal suara tersebut,


Ternyata suara itu berasal dari kenalan barunya,yakni kepala desa jangyu,


Shing ming tersenyum simpul menatap pria paruh baya itu,kemudian shing ming menangkupkan tangan nya,seraya berkata:


"Maaf tuan jangyu,saya tadi berjalan jalan melihat pemandangan desa ini,"


"Maaf jika membuat tuan jangyu cemas,"


kepala desa jangyu membalas nya dengan tersenyum kecil,dia menganggukkan kepalanya seraya berkata:


"Tidak apa apa tuan muda,"


"Nikmatilah pemandangan alam desa ini,"


"Anda tidak perlu meminta ijin kepada saya."


"Mari saya antar kesana,"


Jangyu menggaruk rambut nya yang tidak gatal,didalam hatinya,dia merasa tidak enak mengganggu aktifitas dari pemuda tersebut.


Namun dia harus melaporkan jika makanan pesanan nya sudah siap dihidangkan.


"Baik lah.."


"Terimakasih tuan jangyu,


Maaf merepotkan anda.


Sebaik nya saya segera menyusul."


Ucap shing ming seraya menangkupkan kedua telapak tangan nya tanda hormat,kemudian berjalan mengikuti kepala desa jangyu,menuju keruang makan.

__ADS_1


***


Sebuah meja berbentuk persegi panjang,yang terbuat dari kayu ulin,dengan hiasan marmer sebagai lapisan meja,terlihat begitu rapat dengan makanan.


Banyak masakan yang super lezat tersaji diatas meja,


10 jenis masakan lokal menggugah selera yang melihat nya,nasi putih yang baru saja dimasak masih menyisakan kepulan asap diatas nya,bertanda bahwa nasi itu baru saja ditanak.


Putri Nuan duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kayu,dia menyangga wajah nya dengan tangan,sambil sesekali melihat setiap masakan yang sudah dihidangkan diatas meja.


Sedari tadi dia menunggu kedatangan shing ming,meskipun nafsu makan nya mulai naik,Namun dia tidak mau memulai memakan nya terlebih dahulu.


"Nona nuan,anda sudah lama disini?"


"Maaf telah membuat mu menunggu."


Putri Nuan tersadar dari lamunan nya,suara itu sesaat telah mengagetkan nya.


Dia menatap asal suara itu,kemudian dia meninggalkan senyum seraya berkata:


"Tuan muda,ayo makan.."


"Apakah kamu tidak lapar?"


"Saya sudah menunggu mu dari tadi."


Ucap putri Nuan manja,dia kemudian menarik tangan shing ming dan duduk di sebelah nya.


Shing ming yang melihat tingkah teman dekat nya itu merasa bersalah,kemudian dengan tersenyum,dia mulai berbicara:


"Ayo..waktunya kita makan."


Kepala desa jangyu yang melihat keakraban para pemuda pemudi itu merespon nya dengan menggelengkan kepala, tersenyum,kemudian dia berlalu pergi dari ruangan itu seraya bergumam..


"Dasar anak muda."


****

__ADS_1


Bersambung coy..


__ADS_2