Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Serbuk lavender


__ADS_3

Shing ming dan putri Nuan menyaksikan ketiganya tanpa berkedip,


Mereka bertiga sedang merencanakan sesuatu untuk mengelabui para penjaga desa,


"Tunggu beberapa saat lagi,hingga mereka lengah,Kita akan segera beraksi.


Ucap pemimpin itu seraya berjongkok meningkat kan kewaspadaan dari para penjaga yang sedang berkeliling.


Namun disudut yang lain,dua orang bertopeng sedang mendengarkan pembicaraan mereka bertiga,


Tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang yang sedang fokus memperhatikan setiap gerak gerik kelompok penculik itu,seseorang itu tak lain adalah shing ming.


Shing ming dan putri Nuan yang menggunakan topeng hitam itu mendengarkan pembicaraan mereka dalam diam,jarak mereka hanya terpaut sekitar 5 tombak.


Mereka bertiga bersembunyi diatas atap rumah jangyu sedangkan shing ming dan putri Nuan berada tidak jauh dari nya,


mereka berdua bersandar di sebuah batang pohon yang tumbuh di sebelah rumah kepala desa jangyu.


Segel ilusi telah mengaburkan keberadaan nya,hingga mereka bertiga tidak dapat mengetahui jika ada dua pendekar yang sedang mengawasi nya.


Sama hal nya dengan para penjaga dan para pendekar sewaan dari kota,mereka semua tidak mengetahui jika orang yang dicarinya selama ini telah berada di sekitar mereka.


Keberadaan para penculik itu tidak terlalu jauh dari mereka berdiri.


Putri Nuan menyentuh pundak shing ming seraya berkata dengan pelan,


"Tuan muda,bagaimana kalau kita ringkus saja mereka saat ini juga."


"Kita pasti akan sangat mudah menangkap nya"


Shing ming menahan nafas nya mendengarkan saran dari rekan nya itu


Kemudian dia menggelengkan kepalanya tanda menolak,seraya menatap putri Nuan,


"Belum saat nya."


"Kita akan lihat dulu,apa rencana mereka."


"Baru setelah itu kita akan menangkap nya."

__ADS_1


Shing ming berbicara dengan berbisik di samping telinga putri Nuan,hingga sedekat itu dia sampai dapat merasakan aroma nafas nya.


Beberapa saat berlalu,hingga pukul 12 malam ketiga nya belum juga beraksi.


Angin masih bertiup sepoi-sepoi,suasana itu membuat beberapa penjaga desa merasakan kelelahan.


Banyak dari penjaga itu yang mulai berkurang konsentrasinya,mereka duduk sembari menyalakan kayu bakar sebagai penghangat,


Pemimpin itu mendekati kedua bawahan nya seraya berkata:


"Kelihatan nya ini waktu yang tepat untuk mengeluarkan senjata kita."


Kamu berdua turunlah pelan pelan,sebarkan serbuk ini dalam beberapa tempat.


"Usahakan mereka semua menghirup serbuk lavender ini,"


"Aku akan mengatasi para pendekar yang berjaga di pintu gerbang itu,"


"Apakah kalian berdua paham?"


Pemimpin itu menunjukkan tempat tempat yang potensial untuk menyebarkan serbuk lavender.beberapa tempat telah mereka tandai.


Begitu kuat nya hingga dalam hitungan menit seseorang yang menghirup serbuk itu dipastikan akan tertidur lelap.


Shing ming yang mendengar pembicaraan itu segera berjaga jaga,sedikit banyak shing ming sudah mengetahui mengenai serbuk lavender tersebut,


Ketika semenjak kecil,di sekte pusaka emas,shing ming sudah banyak mempelajari mengenai obat obatan herbal dan kegunaan nya,


Dalam usianya yang masih remaja,shing ming dapat menghafal 1000 jenis tumbuhan racun yang sedang hingga mematikan,dan dia juga dapat memahami lebih jauh mengenai tumbuhan yang berkhasiat tinggi dan penggunaan nya.


Shing ming sangat berbakat untuk itu.


Bahkan dia juga dapat membuat penawar racun atau mengecilkan efek herbal yang berfungsi melemahkan fungsi tubuh.


Salah satunya adalah tumbuhan herbal jenis lavender ini,jika tidak ditangani dengan baik,maka dapat dipastikan seseorang yang menghirupnya akan terlena,dan dalam hitungan menit pasti akan terlelap.


Shing ming mengeluarkan penawar dari cincin penyimpanan nya,,penawar ini terbuat dari bahan kopi-kopi an,efek nya sangat bertolak belakang dengan serbuk lavender.


Dia memberikan putri Nuan satu,kemudian menyuruh menelan nya,berjaga jaga ketika mereka berdua tidak sengaja menghirup serbuk lavender itu.

__ADS_1


kedua pengikut kelompok itu kemudian turun dari atap dan bergerak ke beberapa titik yang diperintah kan oleh pemimpin nya itu,mereka mematuhi tugas yang diberikan oleh pemimpin nya dengan sangat patuh.


Serbuk lavender mulai disebar.


Dibantu dengan angin yang bertiup sepoi sepoi,serbuk itu tanpa menunggu lama menyebar tertiup angin menuju ke beberapa tempat,termasuk mengarah ke penjaga itu yang sedang duduk mengelilingi kayu yang terbakar api.


Tanpa mereka sadari,serbuk lavender itu telah mereka hirup bersamaan dengan hembusan nafas.


Perasaan kantuk dan lelah menyerang,menyelimuti mereka semua,tanpa menunggu lama,mereka semua tumbang satu persatu tak sadarkan diri.


Sama hal nya dengan para pendekar yang berada di pintu gerbang desa.


Mereka semua menyusul rekan rekan nya berkelana ke alam mimpi,setelah pemimpin itu menyebarkan serbuk lavender dalam jumlah yang banyak.


Setelah dirasa rencana mereka berhasil,mereka bertiga kemudian berkumpul di dekat api unggun.


Salah satu pengikut itu berbicara kepada pemimpin nya seraya berbisik.


"Ketua,sepertinya rencana kita berhasil dengan sempurna."


"Sebaiknya apakah kita bunuh saja mereka semua ketua!"


Lelaki paruh baya yang dipanggil ketua itu menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju,


"Tidak diperlukan"


"Tugas kita hanya membawa putra jangyu dan menculik putri adik nya."


"Jangan kalian kacau kan dengan membantai semua orang."


"Ayo kita segera lakukan tugas kita,sebelum ada yang mengetahui nya."


Pemimpin itu menyeringai dengan tatapan tajam,kemudian melangkah dengan cepat menuju kediaman kepala desa jangyu.


Shing ming dan putri Nuan segera turun menyusul kelompok itu,dengan perlahan mereka berdua mengendap- endap mengikuti pergerakan pemimpin nya itu.


***


bersambung

__ADS_1


__ADS_2