Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
pengejaran


__ADS_3

Dalam hitungan detik sebuah tendangan melayang tepat di dada kepala desa jangyu.


Seketika tubuh jangyu tersungkur ke tanah,seraya mengeluarkan seteguk darah.


"Cepat katakan!!"


"Apa pertanyaanku kurang jelas pak tua"


Ucap lie jie memicingkan matanya,seraya bersiap melangkah ingin melakukan tendangan yang kedua.


"Ampun,ampuni aku tuan,kasihanilah tulang tua ini,"


Ucap jangyu dengan memohon mohon dibawah kaki lie jie,harapan nya agar pemuda di depan nya itu tidak melakukan kekerasan lagi terhadap nya.


"Jika ingin selamat, cepat katakan."


Lie jie berkata dengan nada intimidasi, seraya meletakkan belati yang di pegang nya tepat di leher jangyu.


"Baik tuan,tolong jauh kan belati ini dari leher saya,saya akan berbicara tuan."


Kepala desa jangyu telah merendahkan martabatnya demi keselamatan diri nya dan keluarga nya.


Prinsip untuk melindungi pahlawan nya telah pudar,yang dia pikirkan hanya bagaimana selamat dari ancaman pemuda yang tengah menindas nya tersebut.


"Cepat katakan pak tua!!"


"Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk berbasa basi," ucap lie jie singkat


"Baik tuan,"


"Saya akan berkata dengan jujur"


Jangyu menarik nafas dalam dalam,kemudian dia mulai membuka suara,


"Pemuda itu bernama shing ming,"


"Namun saya tidak tahu dimana tempat tinggal nya,yang pasti dia ingin pergi ke kota Hangzhou,jalur nya dia akan melewati gunung huashan."


Kepala desa jangyu berkata dengan terbata bata,hingga beberapa kali kegugupan telah menguasai diri nya.

__ADS_1


Di dalam hati Nya, dia merasa bersalah karena memberi kan informasi mengenai shing ming kepada para penjahat penjahat itu,namun dia tidak berdaya atas penindasan yang dilakukan oleh para pemuda yang tepat berada didepan nya tersebut.


Tidak ada upaya lain,selain menyerah,dan berkata jujur,agar pemuda itu puas,kemudian melepaskan nya .


Lie jie menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil,


"Bagus bagus,"


"Sekarang aku ingin tahu dimana dia?"


"Akan aku bunuh dengan tangan ku sendiri,"


Ucap lie jie seraya menatap jangyu dengan tatapan membunuh.


"Sekarang mereka telah meninggalkan desa ini tuan,pagi tadi mereka telah berangkat."


Jangyu berkata sembari menunduk kan kepalanya,dia merasa cemas jika penjelasan nya tadi membuat pemuda itu tidak puas.


Lie jie menghentakkan kaki nya ke tanah,dia tidak bisa menyembunyikan kekesalan nya,padahal selangkah lagi dia akan berhasil menangkap pemuda itu,namun usahanya belum membuahkan hasil.


"Sial sial,kita kalah cepat,"


Lie jie berkata dengan raut wajah masam,kekesalan nya berganti dengan kemarahan,di mengangkat kaki nya tinggi tinggi dan melepaskan nya ke tubuh jangyu yang berada tepat didepan nya,


Luapan emosi dia kerahkan ke tubuh kepala desa itu,bagaimanapun juga dia merasa sangat kesal,jadi pantas baginya untuk meluapkan emosi nya tersebut.


Jangyu terpental sejauh 2 tombak,di mulut nya keluar seteguk darah,


"Aduh..aduh,ampun tuan,tolong,jangan pukul saya lagi,saya sudah menjawab dengan jujur."


Ucap jangyu sambil sesekali menata nafas nya,wajah nya pucat,dimata nya tak henti hentinya mengeluarkan butiran air mata,dia merintih menahan sakit,seakan akan ada benda tajam menusuk yang berpusat di dalam dada nya,


"Hunan,anjai dan teman teman semua,ayo kita tinggalkan desa ini,kita susul pemuda sialan itu."


Ucap lie jie menatap semua tim nya itu satu persatu,kemudian berjalan pergi meninggalkan kepala desa jangyu yang masih terkapar,menahan sakit.


Lie jie melangkah memimpin jalan,sedangkan rekan rekan nya yang lain berjalan beriringan di belakang lie jie tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


Kepala desa jangyu mengelus dada nya,lega melihat para penjahat itu pergi dari rumah nya,Namun penyesalan tiba tiba muncul dibenak jangyu,dia merasa kasihan terhadap pemuda yang beberapa waktu yang lalu menjadi pahlawan nya tersebut,

__ADS_1


Namun sekeras apapun usaha nya,dia tidak bisa merubah kejadian selanjut nya yang akan menimpa pemuda yang bernama shing ming itu.


"Semoga kau baik baik saja tuan muda," ucap jangyu dalam hati seraya menahan sakit yang mendera di dalam tubuh nya.


***


Ditempat lain.


Shing ming dan putri Nuan sedang berbicara ringan di bawah pohon beringin nan rindang,


Pohon ini sangat besar hingga,banyak akar akar yang menjalar tumbuh di dahan dahan pohon tersebut.


Area ini merupakan garis perbukitan yang menjadi batas antara desa Shengchun dan desa yang berada di gunung huashan,


Wilayah ini termasuk alam liar,artinya tidak ada satupun orang yang tinggal ditempat ini,


Udara nya begitu sejuk,belum tercemar,didepan tempat shing ming dan putri Nuan duduk,terdapat sebuah sungai kecil yang mempunyai air yang sangat jernih.


Banyak batu batu kali yang berserakan tak teratur di sekitar sungai tersebut,shing ming melangkah mendekat,kemudian melepaskan tangan nya mengambil air itu,kemudian menyapu di wajah nya,


"Sangat segar," ucap nya dalam hati,hingga beberapa kali,shing ming dengan menggunakan kedua tangan nya yang disatukan,mengambil air itu dan meminum nya.


Putri Nuan yang melihat kelakuan pemuda didepan nya itu hanya tersenyum kecil,walaupun demikian dia sangat bahagia dapat dekat bahkan bisa bersama dengan pria yang di cintai nya tersebut,


Putri Nuan melangkah mendekati shing ming,kemudian melakukan hal serupa yang dilakukan oleh pemuda itu,


"Bagaimana nona?segar kan?"


Ucap shing ming seraya menoleh kearah putri nuan,yang berada tepat disamping nya ,


"Iya,sangat segar." putri Nuan berkata seraya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Shing ming kemudian mengeluarkan beberapa buah buahan dari cincin penyimpanan nya,kemudian sebagian dia berikan kepada sahabat nya putri Nuan,


"Ini makan lah," ucap shing ming memberikan buah buahan itu,


"Ini pil penambah stamina,telan lah nona." tambah shing ming,dengan memberikan dua buah pil kepada putri Nuan,


"Terimakasih tuan muda," ucap putri nuan singkat,dengan sedikit meninggalkan senyum nya.

__ADS_1


****


Bersambung


__ADS_2