Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Memohon belas kasih


__ADS_3

Putri Nuan melangkah kan kaki menuju sebuah ruangan yang disana terdapat salah satu pengikut kelompok penculik itu,


Dia melangkah dengan mantap sembari mengedarkan pandangan nya,


Disisi lain,seorang pria dengan ikat kepala berwarna putih memasuki ruangan peristirahatan jangyu,dia melangkah dengan berhati hati agar tidak ada yang mengetahui keberadaan nya,


lelaki itu tak lain adalah salah satu pengikut kelompok penculik tersebut,dia berhasil lolos dari serangan putri Nuan,dan kabur menyusup ke ruangan ini untuk menculik keluarga jangyu


Laki laki itu mencoba meningkatkan kewaspadaan nya,mencari jejak dimana keluarga ini bersembunyi,dengan keyakinan tinggi dia membuka setiap kamar yang tidak dikunci.


Sementara itu disebuah ruangan yang agak lembab namun sedikit luas,2 keluarga kakak beradik sedang duduk disebelah pojok dinding kamar,mereka bergetar ketakutan,takut jika sesuatu akan terjadi pada dirinya,bahkan keluarganya,


Jangyu menatap adik nya lekat lekat seraya berkata:


"Adik,bagaimana ini?"


"Apakah kita harus tetap bersembunyi disini terus,atau keluar membantu pemuda yang bernama shing ming itu?"


Tangli yang merupakan adik kandung nya,bingung menjawab pertanyaan dari kakak nya itu,dia kemudian menggelengkan kepalanya seraya berkata:


"Sebaik nya kita patuhi perintah tuan muda itu kakak,kita tetap bersembunyi disini,


"kita juga tidak berguna jika membantu nya,kita hanya akan menambah beban,"


"Kita hanya berharap adik muda itu akan dapat mengalahkan nya"


Jangyu yang mendengar saran dari adik nya itu hanya menganggukkan kepala tanda setuju,toh mereka berdua juga bukan ahli seni bela diri,bagaimanapun usahanya,mereka berdua pasti dengan mudah dapat dikalahkan.


Dua keluarga itu menghentikan pembicaraan nya tatkala ada suara langkah kaki yang berada tepat diatas mereka,


Istri jangyu menutup mulut nya lekat lekat,dia mendekap putra nya dengan satu tangan,hal yang sama dilakukan oleh istri tangli,dia menggerakkan jari telunjuk nya diantara bibir nya,tanda untuk diam,


Namun hal buruk terjadi,jangyu tanpa sengaja menghirup bulu rambut yang membuat nya bersin,sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan,suara itu tetap terdengar mesti hanya pelan.


Laki laki paruh baya yang berada diatas ruangan tempat jangyu dan kelurga nya bersembunyi itu mendengar asal muasal suara tersebut,


Dengan hati hati,lelaki yang tak lain adalah penculik itu merangkak ketanah menempelkan telinga nya menelusuri sumber suara tersebut.


"Nah..akhir nya ketemu juga kalian,"


Bathin penculik itu menyunggingkan senyumnya.


Dia merayap mencari pintu ruang bawah tanah tempat persembunyian dua keluarga itu,


Sebuah celah diantara tempat tidur terlihat,


"Pasti ini pintu masuk nya," ucap nya dalam hati,


Dengan sekuat tenaga,penculik itu membuka daun pintu dengan cara mengangkat nya keatas,pintu itu merupakan celah menuju ke sebuah ruangan rahasia.


"kraakk" Suara pintu itu mulai terangkat keluar,hingga menjadikan sebuah celah lebar yang menunjuk sebuah tangga menuju kebawah.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama,penculik itu menelusuri tangga,dia turun kebawah ruangan dengan hati hati,dia yakin bahwa ruangan ini adalah tempat persembunyian dua keluarga tersebut.


Setelah sampai didasar ruangan,sebuah cahaya samar dari lampu pijar sedikit menerangi pandangan nya,


Terlihat 2 keluarga yang dicarinya berkumpul menjadi satu,


Penculik itu melangkah mendekat dengan mantab,dia tersenyum puas,karna usaha keras nya telah membuahkan hasil.


Tangli dan kakak nya yang melihat kedatangan orang asing itu mulai berpikir negatif,mereka berdua memastikan bahwa orang yang baru datang tersebut mempunyai maksud jahat,


Belum sempat berbicara,sebuah suara berat membuyarkan lamunan nya,


"Cepat serahkan anak anak mu,atau kalian semua akan aku bunuh disini!!!"


ucap penculik itu seraya mengarahkan tombak nya ke tubuh jangyu,


mereka saling merapatkan diri, menjaga anak anak nya masing masing,jangyu yang mendengar intimidasi itu segera melangkah kedepan satu tombak,seraya menangkup kan telapak tangan nya tanda hormat.


Dia memberanikan diri untuk berbicara,bagaimanapun juga,dia merupakan orang pertama di desa ini.


"Maaf tuan,tolong lepaskan kami,"


"Jika tuan butuh uang,akan kami berikan,berapapun tuan meminta nya,"


"Sebelum nya kita tidak saling kenal,mohon tuan sudi kiranya melepaskan kami."


Ucap jangyu merendahkan martabat nya agar seluruh keluarganya bisa selamat.


"Haha..haha..."


"Masa bodoh dengan kalian,"


Ucap penculik itu seraya berjalan mendekat,


"Aku tidak ada urusan dengan nyawa kalian,yang terpenting hari ini aku harus membawa anak anak mu untuk aku serahkan kepada pimpinan tertinggi kami." ucap penculik itu menambahkan dengan suara tegas.


"Brukkk..."


jangyu dan tangli menjatuhkan lutut nya,berjongkok meminta pengampunan dari penculik itu,tak kuasa air mata diantara kedua nya menetes,didalam hatinya dia tidak bisa melawan dan membiarkan penculik itu membawa anak anak nya.


"Ampuni kami tuan..tolong..ampuni kami", ucap keduanya serempak,


Belum juga selesai dengan pembicaraan nya,sebuah tendangan beruntun melesat ke dada tangli dan kakak nya jangyu,


Kedua nya jatuh terjengkang ketanah,sembari mengeluarkan seteguk darah.


"Matilah kalian!!" ucap penculik itu tegas,


Dengan kasar penculik itu merebut kedua anak itu dari dekapan orang tua nya,seraya meninggalkan bogem mentah kepada kedua ibu anak itu,


Keduanya seketika jatuh telungkup ketanah berada persis disamping suaminya,

__ADS_1


Kedua anak itu meronta menangis ingin melepaskan diri,namun sekuat apapun usahanya,pegangan penculik itu semakin kuat.


"Lepaskan mereka,"


Terdengar suara lembut dari ruangan itu yang mengagetkan keberadaan penculik tersebut,


Seketika penculik itu membalikkan tubuh nya,dia mengenali pemilik suara itu.


Wajah cantik dan lembut berada tepat dihadapan nya,dengan wajah masam penculik itu mulai berpikir bagaimana meloloskan diri dari situasi tersebut,


Dalam hatinya dia merasa tidak seimbang untuk melawan nya,karna dia beralasan tidak akan mungkin dapat mengalahkan wanita tesebut,kemenangan pasti akan sulit.meski semua tenaga nya dia kerah kan,


Dia berpikir realistis,dengan kelicikan nya dia mempunya ide,


Dalam diam,seketika dia melemparkan seorang anak yang dipegang ditangan kirinya tepat kearah wanita tersebut,yang tak lain wanita itu adalah Putri Nuan,


Dengan jeda tersebut,dia berencana akan melarikan diri dari ruangan itu,


Penculik itu segera menjalankan aksi nya,tanpa pikir panjang,dia melesat dari ruangan itu ketika putri Nuan disibukkan dengan menangkap anak laki laki yang dilemparkan nya tersebut.


Tangli melangkah maju kedepan mengambil anak itu dari nona Nuan seraya mendekap nya erat erat.


"Anakku,.."


"Kamu tidak apa apa nak?"


Ucap tangli memeluk erat seraya meneteskan air mata,


"Nona.."


"tolong selamatkan anakku.."


"Tolong nona..aku mohon."


"Berapapun tebusan nya akan aku bayar.."


Ucap jangyu seraya duduk bersimpuh dihadapan putri Nuan,sesekali mengusap air mata nya yang mulai jatuh tak terkendali.


Seorang wanita paruh baya menyusul berlutut di depan putri Nuan,wanita itu adalah istri kepala desa jangyu,


"Nona,aku mohon selamat kan anakku," Ucap nya seraya menangis sedih,


"Kalian bangun lah,"


"Aku akan mengejar penculik itu,tunggulah disini,"


"Keluarlah jika keadaan sudah aman," Ucap putri Nuan seraya berbalik mengejar penculik itu.


****


bersambung

__ADS_1


__ADS_2