Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Kelompok penculik


__ADS_3

Pemimpin itu dengan paksa mendobrak kediaman kepala desa jangyi,namun belum sampai melangkah masuk,sebuah suara mengejutkan mereka bertiga.


"Berhenti!!"


"Menyerah lah kalian semua,atau kami tangkap dengan paksa,"


Ucap suara itu tegas,suara itu merupakan milik seorang pemuda yang tak lain adalah shing ming,dia berbicara dengan intonasi penuh intimidasi,


Mereka bertiga membalikkan badan mencari asal muasal suara itu.


Pemimpin itu mengedarkan pandangan nya menahan amarah.


Dia sengaja menatap dua orang pemuda bertopeng itu dengan tatapan beringas,


Melihat kedua nya tidak bergeming,pemimpin itu lalu mengedarkan niat membunuh yang kuat hingga kekuatan membunuh nya menyelimuti kedua orang bertopeng itu,yang tak lain adalah shing ming dan putri Nuan.


Shing ming merasakan niat membunuh yang kuat dari salah satu kelompok itu, Aura nya mengarah kepada lelaki paruh baya dengan ikat kepala hitam.


Tanpa berpikir lama,shing ming segera membentengi diri nya dengan mantra perlindungan, cahaya transparan segera muncul menyelimuti tubuh nya.


"Ha.ha..ha.."


"Siapa kalian?berani sekali menghalangi misi ku,"


"Kalian ingin cari mati?"


ucap ketua kelompok itu seraya bersiap siap menghunuskan pedang nya.


Shing ming membuka topeng yang menutupi wajah nya,seraya berkata:


"kalian tidak perlu mengenalku,yang berhak bertanya adalah aku bukan kalian."


"Siapa kalian? hingga meneror penduduk desa ini dengan julukan mahluk pengisap darah?"


"Apakah kalian tidak ada kerjaan lain,selain menakut nakuti penduduk?"


Mereka bertiga seketika geram mendengar pernyataan yang dilontarkan shing ming,


Mereka merasa bahwa shing ming benar benar pemuda bodoh yang rendah hingga berani meremehkan nya.


Salah satu pengikut kelompok itu maju kedepan satu tombak seraya menghunus kan pedang nya,kemudian membuka suara,

__ADS_1


"Bocah tengik,jangan banyak bacot."


"Berlutut lah dan cepat minta maaf kepada ketua kami,"


"potong kedua tangan mu."


"Bisa jadi ketua kami akan mengampuni nyawa kalian Berdua."


Shing ming sama sekali tidak menggubris perkataan salah satu pengikut kelompok tersebut,dia hanya berjalan mondar mandir seraya meninggalkan senyum masam.


Hingga membuat salah satu pengikut kelompok yang berbicara itu geram,dengan menghentakkan kaki nya ketanah,salah satu penculik itu melanjutkan berbicara.


"Bagus.."


"Kau begitu sombong bocah tengik,"


"Akan aku kirim kalian berdua ke neraka."


Sekelebat pedang melayang,melesat kearah shing ming,penculik itu mengeluarkan senjata andalan nya,


Pergerakan selanjut nya disusul oleh salah satu rekan penculik itu,dia terbang berputar ke atas dengan meluncur kan sebilah tombak tepat mengarah ke bagian kepala shing ming.


Dua senjata kelas menengah menghujam tubuh shing ming secepat kilat.


Suara keras memenuhi ruangan itu,hingga beberapa furniture rumah hancur berantakan.


Kepulan asap menyelimuti pandangan mereka,anggapan mereka bahwa pemuda bodoh itu telah hancur menjadi daging cincang.


Setelah kepulan asap itu berangsur menghilang,mereka bertiga terkejut,sosok pemuda itu masih berdiri kokoh ditempat nya,tanpa terluka sama sekali,


Perkiraan shing ming tepat,dia mempunyai firasat bahwa mereka pasti akan melakukan serangan mendadak,keputusan nya membuahkan hasil,dia lebih dulu memasang mantra perlindungan,hingga kedua senjata mereka tidak ada yang bisa menembus nya.


Shing ming meninggalkan senyum,seakan-akan menyiratkan sebuah ejekan.


"Hanya seperti itu kemampuan mu orang tua,?Hingga ingin mengirim kami keneraka?" ucap shing ming memprofokasi.


Dia ingin memancing ketiga penculik itu agar kemarahan menguasainya,


Putri Nuan yan berada tepat dibelakang nya,tanpa meminta ijin kepada shing ming,seketika melesatkan es yang membentuk bola-bola kecil keluar dari sela-sela jari nya,meluncur kearah salah satu penculik yang bersenjatakan pedang.


Kesadaran ketiga nya belum sepenuh nya pulih melihat kekuatan pemuda itu,Namun sebuah bola es tepat menghantam tubuh orang itu,tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.

__ADS_1


Dalam hitungan detik salah satu orang itu membeku terkena hantaman bola es,seluruh tubuh nya seakan akan menjadi patung yang terbalut es balok dengan suhu yang sangat dingin.


Kedua orang penculik yang tersisa tanpa sadar melihat salah satu rekan nya yang membeku tak bergerak dengan mulut menganga.


Kejadian itu begitu cepat,hingga mereka tidak terlalu menyadarinya.


Mereka terlalu dini menyimpulkan bahwa kedua pemuda bertopeng itu adalah pendekar rendahan,yang mudah untuk dikalahkan,namun kenyataan telah terbalik sepenuh nya.


***


Dua orang paruh baya tiba-tiba keluar dari salah satu ruangan yang berbeda,mereka dikejutkan oleh suara keributan yang berada di dalam rumah nya,kedua orang itu tak lain adalah kepala desa jangyu dan adik nya tangli.


Mereka berdua terkejut tak percaya melihat rumah nya telah porak poranda.Bahkan ada beberapa bagian yang hancur terkena hantaman energi yang dikeluarkan salah satu penculik itu tatkala pertama kali menyerang shing ming.


Shing ming melihat tangli dan jangyu dengan tatapan serius,kemudian setelah beberapa saat kesadaran mereka pulih,shing ming berkata:


"Tuan jangyu dan tuan tangli anda menyingkir lah,penculik ini lah yang anda cari-cari selama ini."


Mereka datang kesini untuk menculik keluarga kalian,


"Masuk lah kedalam,lindungilah keluarga kalian,"


"Saya tidak akan membiarkan mereka kabur."


Kepala desa jangyu yang mendengar perkataan pemuda itu,segera menganggukkan kepalanya tanda setuju,kemudian keduanya segera berlalu masuk kembali kedalam kediaman nya tanpa menoleh,dengan wajah sedikit ketakutan.


Melihat kesempatan itu,pemimpin penculik itu memanggil pengikutnya yang tersisa melalui telepati,


"Kau bawalah target,culik putra jangyu dan putri adik nya,"


"segera bawa pergi dari sini,"


"Aku akan melawan mereka berdua."


"Nanti aku akan menyusul."


Pengikut nya yang tersisa mendengar perintah dari ketuanya segera menganggukkan kepalanya tanda setuju,


Tanpa berbicara lagi,pengikut nya itu melesat mengejar jangyu dan tangli yang telah meninggalkan ruangan itu untuk menangkap salah satu keluarganya yang sudah dikunci menjadi target.


*****

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2