
Shing ming berjalan bersama putri Nuan meninggalkan desa Shengchun,dia sudah terikat dengan janji untuk membawa putri Nuan kemanapun kaki nya berpijak.
Kali ini angan angan nya terkendali untuk segera mendapatkan ketiga benda langka sebagai obat pemulihan ayahanda nya itu.
Namun shing ming masih harus menempuh jalan panjang untuk mendapatkan kedua benda yang tersisa.
Langkah selanjut nya untuk menuju kota Hangzhou,mereka harus melewati gunung huashan,yang mana jalan itu merupakan rute tercepat untuk menuju kota tersebut.
Kepala desa jangyu dan juga tangli bersama beberapa warga lain nya menyaksikan kepergian sang penyelamat nya tersebut hingga rumah terakhir.
Mereka menatap lama hingga tubuh keduanya menjauh dari pandangan.
Shing ming dan putri Nuan melangkah dengan kokoh tanpa menoleh sedikit pun.
Sesampainya di gerbang desa,mereka berdua melesat terbang ke langit menjauh dari desa Shengchun,
Pagi ini udara begitu sejuk,awan menggumpal di angkasa,disertai dengan sinar matahari yang mulai menusuk bumi.
Dua cahaya terbang ke langit,melewati rimbunnya pohon hutan yang tinggi menjulang,beberapa bukit telah mereka lalui dengan hanya beberapa kali hentakkan .
Sebenarnya jarak antara desa Shengchun dan gunung huashan tidak terlalu jauh,hanya dibutuhkan waktu sekitar lebih dari setengah hari perjalanan untuk sampai disana,
Shing ming tidak mengeluarkan sepatah katapun,dia hanya sesekali melirik sahabat nya itu yang berada tepat disamping nya.
Fokus utama nya saat ini adalah menemukan rumput pembalik,yang mana teka teki ini belum terpecahkan,baginya dia belum sepenuh nya tenang jika belum menemukan keberadaan tabib hua,di kota Hangzhou.
***
Disisi lain,
11 orang dengan pakaian berwarna hitam dengan ikat kepala putih sedang melewati hutan untuk menuju desa Shengchun,mereka secepat kilat menebas angin menerjang awan untuk segera sampai ke desa itu.
Beberapa batang dupa sudah mereka lalui tanpa istirahat sedikit pun.
Tujuan mereka hanya satu,yakni segera menemukan pemuda yang membunuh ketua kaibo tersebut,sehingga secepat nya untuk membalas dendam,mengakhiri misi.
Satu diantara 11 orang tersebut adalah seorang pemuda yang bernama lie jie,dia terbang seraya memimpin perjalanan.
__ADS_1
10 orang lainya adalah para anggota kelompok penghisap darah yang mempunyai tingkat kultivasi tinggi,mereka di didik untuk tugas penyelidikan dan pengintaian bahkan pembantaian di tempat.
Spesialisasi mereka sebenar nya adalah pertempuran jarak jauh,mereka sangat mahir menggunakan senjata panah.
Sangat tepat dan akurat.
Tiga diantara 11 orang tersebut mempunyai spesialisasi pertempuran jarak dekat,mereka sangat mahir menggunakan senjata belati bahkan pertempuran tangan kosong, satu diantara ketiganya adalah lie jie.
Mereka ber sebelas dibentuk oleh komandan tang untuk mengintai pergerakan pemuda yang dicurigai membunuh sahabat nya itu,yakni ketua kaibo.
Rumus nya sangat sederhana nyawa dibalas nyawa.bahkan komandan tang memerintahkan eksekusi ditempat untuk pemuda itu.
Namun mereka semua tidak mengetahui, bahwa pemuda yang dimaksud adalah shing ming itu sudah meninggalkan desa Shengchun,
Tak berapa lama,kesebelas orang itu telah sampai di depan gerbang desa,mereka bergegas turun mengikuti arahan lie jie.
Mereka dengan cepat bergerak bersembunyi dibalik semak belukar, butuh waktu untuk merencanakan aksinya,sebelum memasuki desa Shengchun.
"Kita akan bagi menjadi empat tim."
"Kita akan berkumpul kembali di titik ini setelah mendapatkan informasi mengenai pemuda itu,"
"jangan gegabah dan jangan menyerang sendiri,mereka sangat berbahaya."
"Apakah kalian semua paham?"
Ucap lie jie seraya duduk berjongkok dengan suara setengah berbisik,
"Siap!!,kami paham,!" ucap mereka serempak.
"Oya,kita harus merubah penampilan kita,jangan sampai mereka mengetahui kalau kita gerombolan penculik,"
"Kita bersiap sekarang."
Ucap lie jie tegas melanjutkan perintah nya,
Mereka semua menganggukkan kepalanya tanda memahami apa yang dikatakan oleh teman nya itu, saat ini lie jie ditunjuk komandan tang untuk memimpin misi ini.
__ADS_1
Segera mereka bersiap mengganti pakaian yang mereka kenakan dan bersiap berbaur dengan warga desa,
Pakaian mereka tampak sederhana,tujuan nya agar para warga menganggap bahwa mereka adalah seorang petani yang seprofesi dengan sebagian besar penduduk desa ini.
Mereka membagi dalam 4 kelompok,dan berjalan menyebar untuk menyamarkan identitas mereka yang sesungguh nya.
Lie jie berjalan dengan seorang rekan nya,mengawali aksinya dengan memasuki gerbang desa shengchun.
Mereka berdua terlihat terlatih dan sangat mendalami peran nya,laksana menyamar sebagai seorang petani,lie jie memberi hormat kepada siapapun warga yang sengaja berpapasan dengan nya.
Tujuan utama lie jie adalah menuju ke rumah kepala desa utuk mendapat kan beberapa informasi.
Namun sebelum nya mereka akan mendekati beberapa warga yang sedang melakukan aktifitas harian nya tersebut untuk mengorek beberapa informasi.
***
Disisi lain,
Shing ming dan putri Nuan sudah hampir setengah jalan menuju gunung huashan,
Dalam benak nya,mereka berdua tidak menyangka jika dirinya sedang di incar oleh kelompok penghisap darah pimpinan dari ketua aiguo.
"Nona nuan,jika kamu lelah,kita bisa beristirahat sebentar,"
"Kamu baru saja pulih dari serangan bubuk racun,jangan memaksakan diri."
Ucap shing ming seraya menolehkan wajah nya kearah putri Nuan.
Putri nuan yang mendengar perkataan pemuda yang berada disamping nya itu hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Baik lah,kita berhenti sejenak di bukit itu."
Ucap putri Nuan seraya menunjuk sebuah bukit dengan pohon rindang di atas nya.
***
Lanjut besok gays...
__ADS_1