Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Intimidasi lie jie


__ADS_3

Salah satu dari kedelapan pendekar itu menyadari ada hal yang tidak beres,sebuah niat membunuh yang sangat kuat menuju pada nya,


Dalam seketika dia meningkatkan kewaspadaan,mencoba mencari sumber ancaman yang begitu kuat mengitari nya.


Salah satu Pendekar sewaan dari kota itu mencoba menatap area sekitar halaman kediaman kepala desa jangyu,dia mengalirkan energi nya, membagi fokus nya menjadi lebih tajam hingga radius 10 tombak.


Namun sejauh mata memandang, belum ada setitik pun pergerakan dari seseorang yang mengancam hidup nya,


Namun niat membunuh itu masih ada hingga saat ini.


Dia kemudian mencoba berjalan mengitari halaman rumah menyelidiki perasaan nya yang tiba tiba tidak seperti biasa.


Dia sangat yakin,sesuatu yang buruk pasti akan terjadi


Namun belum genap dua langkah,sebuah panah tepat mengenai dada nya hingga menembus sampai punggung.


Jlepp...


Darah segar keluar dari area mata panah tersebut,semakin deras hingga mengucur ke tanah,membasahi sebagian pakaian mirip seperti jubah yang dia kenakan.


"Ada penyusup..." ucap nya dengan setengah berteriak,menggunakan sisa sisa kekuatan yang dimiliki nya,hingga akhirnya dia terjatuh ketanah tak bernyawa.


Beberapa teman teman yang melihat kejadian sangat menyakitkan dialami teman nya itu,seketika bangkit berusaha mendekat membantu,


mereka seketika memasang kuda kuda,menggenggam sebilah pedang yang terhunus ditangan kanan nya,namun hal yang sama terjadi pada rekan nya yang lain.


Jlep..jlep..jlep.


Empat orang tewas seketika,setelah anak panah melesat menyapu angin,menembus masing masing kepala para pendekar itu,


Mereka berlima dalam hitungan detik jatuh roboh tak bernyawa,


Dalam setengah sadar,tiga pendekar yang tersisa mencoba melarikan diri dari tempat itu,


Mereka takut kejadian serupa akan menimpa nya.Dengan sekuat tenaga ,mereka bertiga mengkoordinir langkah mencoba melompat ke udara.


Namun naas,tiga orang pemuda dengan memegang sebilah belati berhasil melesat secepat kilat,hingga menusuk para pendekar itu tepat di bagian dada,hingga sayatan nya menembus ulu hati.


Mereka bertiga roboh seketika,dua pendekar tewas ditempat,sedangkan tersisa satu yang masih bernafas,pendekar itu melolong menahan sakit jatuh terlentang di atas tanah masih menahan kesadaran nya.


Seorang pemuda tengah tersenyum puas atas pencapaian yang telah dia lakukan,dia menepuk pundak teman nya seraya berkata:


"Teman teman,kita berhasil."


Ucap pemuda itu yang tak lain adalah lie jie,dia menyunggingkan senyum nya penuh kepuasan.


"Hunan,bagaimana tikaman mu,kenapa orang bodoh ini masih hidup,"


Tambah lie jie,seraya menunjukkan jari nya kearah pendekar itu yang masih merintih menahan sakit meskipun tanpa adanya pergerakan.


"Maaf lie jie,tadi aku panik," ucap nya sambil menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal,


"Paling paling sebentar lagi juga mati," tambah nya seraya tersenyum kecil menatap pendekar itu yang tengah sekarat.


"jangan beri kesempatan,bisa saja dia selamat,sehingga menambah masalah baru buat kita."

__ADS_1


"Cepat habisi."


Ucap lie jie tegas,seraya berjalan mendekati teman teman lainya yang sudah mulai berkumpul.


Hunan menghentakkan kaki nya ke tanah tanda kesal,segera dia melepaskan belatinya,mengayunkan secara horisontal kemudian menancapkan nya tepat di jantung pendekar itu,hingga pada akhirnya pendekar itu tewas,meregang nyawa.


Dengan senyum puas,hunan berdiri dari tempat itu meninggalkan tubuh pendekar yang sudah tidak bergerak,


Tanpa merasa bersalah sama sekali,dia berjalan mendekati rekan rekan nya yang tengah memasuki rumah kepala desa Shengchun dengan menyombongkan diri.


Lie jie memimpin rombongan itu,mendobrak pintu dengan paksa hingga mereka berhasil masuk ke kediaman kepala desa jangyu.


"Kepala desa,keluarlah.."


Teriak lie jie,penuh keangkuhan,


"Suamiku,siapa orang yang berteriak teriak itu,?"


Ucap istri kepala desa jangyu seraya memegang lengan suaminya itu,


Mereka bertiga bergetar hebat,takut kalau kalau kejadian buruk akan menimpa keluarga nya kembali.


"Cepat keluarlah..atau akan aku hancurkan rumah ini."


Suara itu terdengar sangat keras,hingga kepala desa jangyu,bergidik ngeri.


"Bapa, bagaimana ini,aku takut.." ucap seorang anak kecil yang tak lain adalah putri dari kepala desa jangyu,dengan raut wajah pucat penuh ketakutan.


"Kalian tidak usah khawatir,bersembunyi lah di ruang bawah tanah,aku akan menemui mereka."


"Jangan keluar,kalau situasi belum aman,"


Ucap kepala desa jangyu seraya membawa keluarga nya masuk menuju pintu ruang bawah tanah.


"Suamiku,aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu,lebih baik aku ikut dengan mu menemui orang orang itu."


ucap istri jangyu seraya menangis ter isak isak,memegang erat tangan suaminya.


"Kamu jangan membantah,cepat masuk.kunci dari dalam."


"Percayalah aku akan baik baik saja."


ucap jangyu seraya mengusap air mata di pipi istri nya,dia mencoba meyakinkan istrinya,agar mereka berdua mau melepaskan pegangan nya.


"Baik.a


lekas lah kembali,jagalah keselamatan mu."


Ucap istri jangyu seraya masuk menuruni tangga menuju ruang bawah tanah tersebut.


Jangyu menatap kepergian istri dan anak nya dengan tatapan nanar,kemudian dia berbalik mencoba tabah dengan melangkah keluar dari ruangan itu.


"Ha..ha..ha.."


"Akhir nya kau muncul juga pak tua."

__ADS_1


Ucap seorang pemuda yang berteriak memanggilnya tadi dengan berjalan penuh keangkuhan.


"Tuan,apa yang kalian ingin kan?"


"Apakah uang atau harta benda?,"


Ucap kepala desa jangyu dengan gugup,


plak..


Sebuah tamparan tepat mendarat di pipi jangyu,darah mengucur dari mulut nya,


"Lancang,apakah kau tidak ingin hidup lagi?


ucap pemuda itu yang tak lain adalah lie jie dengan nada intimidasi.


Bruk..


jangyu segera berlutut dihadapan jangyu,dia menundukkan kepalanya seraya berkata:


"Ampun tuan,ampuni aku,"


"Apa kesalahan ku tuan,hingga kalian setega ini kepada orang tua sepertiku."


Jangyu menangis tersedu sedu,seraya memohon ampunan.


"Ha .ha..ha.,dasar orang tua bodoh."


"Aku akan memberikan satu kesempatan pada mu,jika jawaban mu memuaskan,aku akan mengampuni mu,"


"Tapi jika kau berbohong sedikit saja,aku akan membunuh mu juga keluargamu,"


Ucap lie jie,seraya mengeluarkan belatinya dan meletakkan nya di atas kepala jangyu,mencoba menakut nakuti.


Jangyu bergetar hebat,dia mencoba menahan tangis nya,namun seberapapun kuat nya menahan,air mata itu tetap meleleh di pelupuk mata nya,


"Ampun tuan,aku akan patuh,tolong jangan bunuh aku juga keluargaku."


Ucap jangyu seraya menahan getaran yang berasal dari tubuh nya,dia berkata dengan terbata bata penuh ketakutan.


Teknik yang dimainkan oleh lie jie telah berhasil hingga membuat kepala desa jangyu bertekuk lutut,


Psikologis jangyu telah lie jie kuasai,tinggal dia memanen hasil dari teknik nya tersebut.


Lie jie tersenyum puas,dia mengangkat kaki kanan nya dan meletakkan nya di paha jangyu.


"Dimana tempat persembunyian pemuda yang menyelamatkan anak anak desa ini?"


"Siapa dia?"


Ucap lie jie seraya menundukkan tubuh nya,dengan memainkan belati di depan kepala desa jangyu.


Mendengar pertanyaan itu,jangyu diam sejenak,dia sangat ragu untuk menjawab nya.dua pilihan yang benar benar membuat nya membekukan mulut.


Satu sisi dia tidak ingin mengkhianati pemuda yang telah menolong nya itu,namun disisi lain,nyawa keluarga nya sat ini tengah berada ujung tanduk.

__ADS_1


****


Bersambung


__ADS_2