Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Musim dingin


__ADS_3

Dua hari kemudian....


Istana naga


____________


Shing ming terjaga dari tidurnya,hari ini dia nampak bersemangat,senyum kecil nya mengembang menyambut pagi yang masih terasa dingin.


Disisi lain,sudut istana naga.


Putri Nuan nampak duduk termenung dengan diam di taman istana naga,dia menunggu seseorang yang beberapa hari ini membuat nya tidak nyenyak dalam tidur.


Suasana hari ini nampak berbeda dari biasanya,salju di musim ini telah datang merayap memenuhi Benua teratai fajar,


Suasana yang sama juga terjadi di daerah hutan terdalam.


Putri Nuan memandangi setiap sisi taman tanpa berkedip,bunga bunga tumbuh dengan subur,mereka terlihat anggun dengan lambaian ranting kecil nya,yang perlahan tertiup angin.


Tidak ada sinar yang menyusup di pagi ini,hanya aroma kesunyian yang bertabur kapas kapas kecil yang mulai berderet deret turun dari langit,yang semakin lama kapas kapas itu membentuk gumpalan warna putih terang menempel disetiap pohon pohon.


Terasa dingin dan dingin.


Musim dingin di tahun ini telah tiba.


Hamparan tanah yang luas diselimuti oleh salju yang mulai menebal,begitu dingin nya hingga menusuk tulang sumsum,


Sama hal nya dengan situasi di istana hari ini,pembenahan rekonstruksi istana telah selesai tepat ketika pergantian musim ini tiba,banyak dari pasukan istana yang berdiam diri di tempat masing masing,tanpa adanya pergerakan,sorak ramai yang biasanya terdengar,kini begitu hening dan sepi.


Beda hal nya dengan taman istana.


Beberapa bunga plum mulai bermekaran disana,begitu meriah,begitu semerbak,lintasan warna kuning di beberapa ranting dan dahan mulai menghias area itu.


Bunga ini seakan akan menyiratkan sebuah keteguhan hati yang tak akan pernah terkikis oleh waktu,harum bunga berwarna kuning mengembang diantara salju yang turun tipis dari langit menambah semangat tersendiri bagi setiap orang yang melihat nya.


Bunga plum ini merupakan simbol penyemangat perjuangan tanpa mengenal kesulitan.


Sebuah Simbol Perjuangan tanpa batas.

__ADS_1


***


Shing ming berjalan menuju taman,aroma bunga plum yang menggugah hati menjadi candu bagi nya untuk mencari sumber aroma tersebut.


Setiap langkah nya begitu mantab hingga tanpa berlama lama,dia sampai di tempat itu.


Kedua mata saling bertemu tatkala sebuah suara mengejutkan nya.


Putri Nuan berdiri menyambut kedatangan pemuda tampan itu,seraya membuka mulut nya,


Tuan muda,Anda sudah lama disini?


Putri Nuan menundukkan wajah nya,dia tak kuasa memandang pemuda itu lebih lama,detak jantung yang awal nya berdegup pelan,sekarang menggema tak beraturan di lubuk sanubari nya yang paling dalam.


Shing mendekat dan duduk disamping nya,sambil melihat keindahan bunga plum,


"Duduk lah nona,saya baru saja sampai disini,dan saya tidak sengaja melihatmu." ucap shing ming mengubah situasi yang awal nya canggung menjadi akrab.


Putri Nuan merasa kan kesadaran nya kembali,kemudian dia menyusul duduk di sebelah pemuda tampan itu tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


Lama mereka berdua terdiam tanpa ada suara terlintas diantara kedua nya.


Putri Nuan yang mendengar,menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Mungkin perjalanan kita akan kita tunda satu hari lagi,"


"Besok pagi kita akan mulai berangkat menuju kota hangzhou."


"Hari ini kamu bersiap siap lah,kita akan meninggalkan istana ini besok pagi."


Ucap shing ming tanpa melihat wajah putri Nuan,dia berbicara seraya memandang keindahan bunga plum yang kian tertutup salju.


"Baik tuan muda,saya nanti akan bersiap siap", ucap Putri Nuan dengan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Tuan muda,cobalah kekuatan inti es yang telah anda kuasai untuk menyibakkan salju yang berada di setiap dahan dan ranting bunga plum itu," tambah Putri Nuan sambil menunjuk beberapa salju yang mulai menumpuk,


Shing ming yang mendengar perkataan Putri Nuan,menganggukkan kepalanya,

__ADS_1


Shing ming mulai mengedarkan energi inti es yang terserap didalam inti jiwa nya,seketika hempasan tangan shing ming menari menyapu seluruh salju di area itu,


Dengan sekali tarikan nafas,salju salju yang menumpuk itu hilang menjauh dari taman hingga bersih.


Bunga plum kembali terlihat sepenuh nya tanpa ada salju yang menempel pada ranting dan dahan nya.begitu cantik dan cantik.


Shing ming tersenyum puas melihat hasil nya,dia menatap Putri Nuan lekat lekat seraya berkata,


Nona Nuan,berhasil..Saya bisa mengendalikan salju itu.


"Ini masih belum seberapa,anda bisa membekukan sebuah kekaisaran jika anda mau," ucap putri Nuan mantab.


Shing ming membalas ucapan putri Nuan dengan menganggukan kepalanya,dia kemudian berdiri dari tempat duduk nya seraya berkata:


"Nona,Saya ingin menemui Tetua kim,jendral hao,raja jinggu dan raja golem,apakah kamu ingin ikut?"


Putri Nuan menganggukan kepalanya tanda setuju,kemudian dia berdiri disamping shing ming seraya meninggal kan senyum.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju aula dalam.


***


Di aula dalam.


Tetua kim,jendral hao,raja jinggu dan raja golem duduk bersama,


Mereka berbicara ringan menambah keakraban,sengaja mereka berkumpul dia aula dalam adalah menunggu kedatangan pemimpin nya.melaporkan misi,dan juga evaluasi mengenai tugas tugas yang mereka kerjakan.


Jendral hao merasakan suasana yang begitu akrab penuh dengan persahabatan,dan kenyamanan.berbeda hal nya ketika dipimpin oleh raja naga giok,suasana begitu mencekam dan penuh dengan intimidasi.


Begitu juga hal nya dengan para tetua dan pejabat istana lainya yang telah menyerah.mereka semua nya sangat gembira bahkan dengan suka rela melaksanakan tugas yang diemban nya dengan tulus,tanpa ada paksaan dan ancaman.


Terciptanya kerajaan naga yang baru ini merupakan berkah untuk mereka,


karna inti dari sebuah kerajaan adalah membentuk cita cita dan sebuah kepribadian yang sebenarnya mereka semua dambakan sejak dulu,yakni perdamaian dan kemakmuran yang saat ini telah terwujud.


***

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2