
Lie jie berlari keluar dari kediaman ketua aiguo,sebenar nya tempat itu lebih disebut sebagai tempat pengasingan atau tempat untuk meningkatkan qi nya.
Ketua aiguo merupakan pemimpin puncak kelompok penghisap darah gunung huashan.
Dia mendapat tugas menguasai desa desa di daerah tersebut,organisasi ini dapat terkoordinir dengan sangat baik karena melihat kewibawaan ketua kelompok yang dapat mendisiplin kan seluruh anggota anggota nya.
Tanpa terkecuali.
Markas sesungguh nya kelompok penghisap darah yaitu di kota Hangzhou tempat dimana tujuan shing ming ditambatkan.
Entah merupakan suatu kebetulan atau tidak,yang pasti langkah shing ming akan menjadi jalan yang terjal untuk mewujudkan tujuan nya.
Lie jie berlari kearah markas utama yang terletak persis dibawah gunung huashan,
Dia melaksanakan tugas dari ketua aiguo untuk mengumpulkan beberapa anggota kelompok lainya untuk menyelidiki pemuda pembunuh ketua kaibo.
Di bawah gunung huashan Nampak beberapa rumah rumah kecil yang mengelilingi sebuah rumah besar,rumah besar ini tak lain adalah sebuah markas utama,sedangkan rumah rumah kecil itu merupakan tempat tinggal para anggota kelompok penculik.
Disana terdapat sekitar 120 anggota dengan ragam kultivasi dan seni beladiri yang mereka kuasai.
Dua diantara nya merupakan seorang komando pasukan yang membawahi 60 anggota kelompok.
5 orang pria muda dengan tatapan tenang sedang berjaga di depan pos masuk markas,
Mereka duduk bersama sembari berbicara ringan dengan rekan rekan nya.
Kewaspadaan nya meningkat ketika ada seorang pemuda yang sedang berlari mendekati gerbang itu.
Pemuda itu nampak serius hingga peluh membasahi sebagian tubuh nya,pemuda itu tak lain adalah anggota penculik,yang bernama lie jie.
Salah satu rekan penjaga gerbang markas maju mendekat seraya berkata:
"Lie jie apa yang kau lakukan disini?"
Salah satu rekan anggota yang juga mengenal lie jie itu berteriak memanggil,
Lie jie yang mendengar teriakan itu segera mendekat seraya berkata:
"Aku harus bertemu dengan komandan tang ruo,"
"Ketua aiguo menyuruh ku ke markas untuk menemui nya,"
Ucap lie jie jelas,seraya menata nafas nya yang ngos ngosan karena lelah.
Salah satu rekan anggota yang sedang berbicara dengan lie jie segera membuka gerbang nya,dia merasa mungkin keperluan lie jie sangat mendesak,hingga dia menyebut nama junjungan nya,yaitu ketua aiguo.
"Komandan ada didalam masuk lah."
Ucap penjaga gerbang itu seraya membukakan pintu nya.
"Terimakasih saudaraku,"
__ADS_1
Ucap lie jie seraya meninggalkan tempat itu meneruskan langkah nya menuju kedalam markas.
***
Seorang laki laki paruh baya tengah duduk disebuah teras rumah,laki laki itu mempunyai tubuh yang kecil,namun tatapan nya tajam,
Dia juga mempunyai suara yang berat,dengan rambut yang memanjang dengan ikat berwarna hitam.
Bisa dipastikan bahwa pria paruh baya itu mempunyai tingkat beladiri yang tidak diragukan lagi kehebatan nya.
Aura nya sangat tenang,sembari meminum teh dia memandangi sekitar halaman rumah itu,seakan akan jauh di lubuk hati nya dia lebih merasakan hidup dengan tanpa pergolakan.
"Tuan tang hamba menghadap,"
Ucap seorang pemuda dengan menjatuhkan dirinya tanda penghormatan yang dalam.
Pria paruh baya itu sedikit terkejut, segera dia menoleh ke asal suara tersebut,
Dengan tatapan tajam pria paruh baya yang ternyata bernama tang tersebut berbicara:
"Ada apa lie jie,kau datang kesini?"
Ucap pria paruh baya itu pelan,namun penuh getaran.
"Ketua aiguo mengutus hamba kesini untuk membentuk kelompok guna menyelidiki pembunuh ketua kaibo tuan."
Ucap nya sembari menundukkan kepalanya penuh ketakutan.
Ucap komandan tang penuh tanda tanya.
"Hamba tidak tahu tuan,setahu saya seorang pemuda yang bertempat tinggal di desa Shengchun,"
Ucap lie jie mencoba menjelaskan.
"ketua aiguo ingin saya membentuk kelompok untuk menyelidiki pemuda itu tuan komandan,"
Tambah nya pelan,masih dalam menundukkan kepalanya.
"Baik lah,bawa 10 anggota kita,pergi ke desa Shengchun,selidiki asal muasal pemuda pembunuh kaibo tersebut,"
"jika perlu,hancurkan desa itu rata dengan tanah,"
Ucap komandan tang tegas,seraya berdiri dari tempat duduk nya,
Perlu diketahui,bahwa ketua kaibo merupakan teman seperjuangan komandan tang,untuk itu sedikit banyak komandan tang marah atas pembunuhan yang dilakukan pemuda itu kepada teman nya tersebut.
"Baik tuan tang."
"Saya mohon izin undur diri dulu."
ucap lie jie singkat,seraya berjalan menunduk meninggalkan komandan tang yang masih berdiri tegap.
__ADS_1
"Cepat kabari aku,jika pemuda itu sudah kalian temukan,"
Ucap komandan tang tegas,seraya meremas tiang teras hingga remuk menjadi potongan potongan kecil.
Lie jie hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti atas perintah dari komandan nya itu.
****
Disisi lain
Desa Shengchun
Shing ming dan putri Nuan mulai berkemas,mereka bermaksud ingin melanjut kan perjalanan nya yang beberapa hari ini sempat tertunda.
Shing ming segera berjalan beriringan bersama putri Nuan untuk menemui kepala desa jangyu,
"Tuan muda,anda mencari ku?"
Ucap pria paruh baya dengan nada sopan seraya menangkupkan tangan nya.
"Oh. tuan jangyu,"
"Benar tuan,ternyata anda disini,"
"Hari ini kami sepakat ingin melanjutkan perjalanan kami tuan jangyu,terimakasih banyak atas ke keramahtamahan nya,semoga dimasa depan,kita bisa bertemu lagi."
Ucap shing ming sopan,seraya menangkupkan kedua tangan nya,tanda hormat.
"Sama sama tuan muda,tuan muda juga bisa mampir ke desa ini kapan saja,rumah kami selalu terbuka,"
Ucap kepala desa jangyu dengan tatapan penuh makna.
Shing ming hanya tersenyum melihat kepolosan kepala desa jangyu,shing ming kemudian berjalan mendekati jangyu seraya berkata:
Tuan jangyu,saya mempunyai saran untuk anda,
"Sementara ini lakukan ronda seperti biasa,kerahkan beberapa pendekar yang telah kalian datang kan dari kota untuk melindungi desa ini."
"Yang jelas tingkatkan keamanan dan kewaspadaan."
"Jangan sampai lengah."
ucap shing ming menjelaskan,tehnik ini berguna untuk meredam kekacauan ketika kelompok lain datang mengacau ke desa ini,setelah mengetahui kelompok penculik telah dikalahkan.
"Baik tuan muda,kami mengerti,kami akan ikuti saran dari tuan muda,"
Ucap kepala desa jangyu seraya menganggukkan kepalanya tanda paham.
****
Bersambung
__ADS_1