Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Mencari keberadaan ulat sutra putih


__ADS_3

Putri Nuan tersenyum cerah menatap pemuda tampan itu,pikirnya pemuda itu sungguh sangat pengertian bahkan perhatian.


Nilai plus yang sempat terukir menurut putri Nuan adalah,bahwa pemuda itu tidak rakus,dan gila harta


Padahal didalam ruangan itu ,banyak sekali tersimpan harta dunia yang sangat melimpah,beberapa diantara nya adalah,jade,,,,emas murni dalam berbagai bentuk,dan banyak sekali artefak langit serta senjata dalam berbagai kelas.


Banyak para pendekar yang mengincar keberadaan benda benda tersebut.Mungkin jika mereka tahu,pasti akan terjadi perebutan besar besaran.


Karna baginya ,harta adalah sumber kekuasaan abadi,


Namun tidak bagi shing ming...


Putri Nuan memandang shing ming sebagai pemuda tampan yang baik hati dan tidak rakus akan harta.


Pandangan itulah yang membuat putri nuan mematri perasaannya,bagi dirinya pemuda tampan yang bernama shing ming itu telah meluluhkan keras nya hati saat pandangan pertama.begitu mekar dan berbunga bunga.


Ibarat sebuah padang rumput yang gersang,tiba tiba bersemi tatkala air hujan turun dan menyemai rerumputan kering itu,hingga menghijau kembali.


Namun beda hal nya dengan shing ming,dia menganggap putri Nuan adalah teman yang baru saja dia kenal.


Meskipun kondisi fisik putri Nuan sangat cantik,Siapapun orang yang pertama kali melihat nya,pasti akan menaruh harapan yang besar..


Putri Nuan memiliki Paras yang sempurna ,rambut yang lurus hitam,terkulai sampai ke bahu,mata yang indah dan senyum yang sangat mempesona.


Hingga senyum itu beberapa kali membuat perasaan shing ming berdebar tatkala menatap nya,namun baginya,,


Shing ming hanya memandang putri nuan sebagai kenalan baru,dan belum saat nya bagi shing ming menganggap putri itu sebagai tambatan hatinya.


Menurut nya,fakta itu belum sedikitpun terlintas dalam angan angan nya.


***


Mereka bertiga lalu berjalan keluar menuju aula dalam,shing ming berhenti sejenak menatap tetua kim dan berkata;

__ADS_1


"Tetua kim,tolong antar kan putri Nuan ke kamarnya,Biarkan putri nuan beristirahat dengan baik",ucap nya sopan


"Baik tuan muda,hamba mengerti," jawab nya sambil memimpin jalan.


Putri Nuan tersenyum lembut menatap shing ming,tanpa penolakan,


kemudian dia berlalu dari tempat itu ,mengikuti tetua kim menuju kamar yang telah disiapkan.


***


Shing ming melanjutkan misi utama nya,dia kemudian memanggil geo dan tim nya yang sedang mencari keberadaan ulat sutra putih,melalu kontak bathin.


Segera,tiga cahaya putih mendekati shing ming yang tengah berdiri di aula dalam.Shing ming tersenyum puas melihat kesetiaan pengikut nya .Benar benar bawahan yang setia dan setia.


Tiga cahaya itu berubah wujud menjadi geo dan kedua bawahan lain nya,yakni pendekar lipan dan pendekar laba laba,


Mereka mendekati shing ming dan menundukkan tubuh nya 90 derajat,tanda penghormatan yang dalam.


Shing ming menganggukan kepalanya,seraya tersenyum lalu berkata;


"Bangun lah,bagai mana hasil pencarian kalian?apa sudah menemukan nya?"


Geo maju satu langkah menundukkan kepalanya kemudian berkata;


''Tuan muda,kami bertiga telah mengelilingi istana naga,namun kami belum menemukan keberadaan nya."


"Kami juga sudah menginterogasi salah satu tetua istana naga yang sudah menyerah,dan menanyakan hal mengenai ulat sutra putih,"


Namun jawaban nya,tetua itu tidak mengetahui apapun,bahkan beberapa tetua kami panggil,jawaban mereka tetap sama tuan muda,mereka menggelengkan kepala ,tidak mengetahui keberadaan habitat ulat sutra tersebut."


"Tapi kami masih ingin mencoba menggali informasi yang lain,siapa tahu diantara prajurit istana naga yang menyerah,pernah melihat ataupun mendengar mengenai habitat ulat sutra putih tersebut."


Shing ming menganggukkan kepalanya sambil berjalan dengan perasaan tak menentu,dia mencoba memahami sesuatu,

__ADS_1


Dia yakin ulat sutra putih itu berada dikawasan ini,


Namun dia belum mengetahui tanda tanda titik habitat hewan itu berada.


Shing memandangi ketiga bawahan nya itu dan mulai berkata;


"Baik lah,jangan menyerah,cari terus.Kita harus menemukan nya..."


"Gunakan metode pendekatan ke beberapa panatua dan pasukan istana naga yang sudah menyerah untuk mengatakan dengan jujur,dimana habitat hewan itu berada."


"Berikan hadiah bagi setiap prajurit yang mempunyai informasi bagus,kita akan mainkan methode kesetiaan untuk mereka.


Mereka bertiga mendengarkan perintah shing ming dengan antusias yang tinggi.mereka tidak berani protes ataupun melawan.


"Saya hanya mempunyai firasat, diantara mereka pasti menyembunyikan sesuatu." Saya juga akan mencoba mencari informasi mengenai ulat sutra putih itu dengan caraku sendiri."ucap shing ming serius,kemudian menambahkan,


"Kalian menyebar lah,cari di setiap sudut istana naga ini,perluas pencarian hingga 100 tombak di wilayah luar istana. jika kalian kewalahan minta bantuan kepada para pendekar lain nya untuk menunjang tugas ini".


"Baik tuan muda hamba patuh", ucap mereka bertiga,sambil menangkupkan tinju nya,kemudian mereka berlalu meninggalkan shing ming yang masih berdiri.


***


Disisi lain raja golem dan raja jinggu memimpin sebagian pasukan membereskan kekacauan,mereka memberikan tugas kepada 200 prajurit untuk membereskan kerusakan,dan membersihkan nya.


Mereka berdua juga memerintahkan 300 prajurit nya untuk bekerja sama membangun ulang kerusakan di aula pertemuan istana naga.


Dengan semangat yang tinggi mereka tanpa lelah malaksanakan tugas yang di emban nya dengan penuh tanggung jawab.mereka bekerja sama dengan baik hingga menciptakan kebersamaan yang menambah keakraban diantara satu dengan yang lainya.


Diperkirakan dalam 4 hari kedepan,istana naga akan kembali berdiri megah secara lengkap,menjadi satu kesatuan.


Raja golem dan raja jinggu menghadap tuan muda nya,kedua nya akan melaporkan hasil tugas yang telah mereka berdua jalankan .


Shing ming yang mendengarkan laporan dari kedua bawahan nya itu tersenyum gembira,dimasa depan rencana shing ming adalah mengubah istana naga menjadi pusat dari setiap kerajaan yang berdiri dihutan terdalam.

__ADS_1


__ADS_2