
Komandan tang semakin memendam kemarahan,dia bertekad untuk membunuh pemuda tersebut cepat atau lambat,dia menatap wajah pemuda itu dengan gusar.
Komandan tang membangun serangan,dia mundur lima tombak,kemudian berjongkok seraya memukul kan telapak tangan nya ke tanah,
Dalam hitungan detik,tanah yang dia pijak bergetar,hingga radius 10 tombak,getaran itu masih terasa,
Sambil sesekali mengucap mantra,dan melakukan tarian jurus yang sulit untuk ditirukan,komandan tang berdiri diatas tanah tersebut,dalam tiga kali hentakkan kaki,komandan tang tiba tiba secepat kilat masuk kedalam tanah,menghilang.
Shing ming yang melihat peristiwa itu sangat terkejut,
"Jurus apa lagi ini,"
"Ternyata pria paruh baya ini hebat juga,"
Gumam shing ming pelan,seraya tersenyum kecut.
shing ming mulai meningkatkan kewaspadaan nya,merapalkan mantra untuk membentuk segel perlindungan,
Cahaya keemasan melesat membungkus shing ming,dia menatap sahabat cantik nya yang berada tepat di sebelah nya,
"Nona Nuan,menjauh lah dari sini,"
"Kalian semua berdirilah,menjauh segera dari area ini,"
Ucap shing ming memerintah seluruh bawahan komandan tang yang sudah menyerah untuk menyingkir dari tempat itu,dia khawatir kejadian buruk akan menimpa mereka semua.
Dengan tegas shing ming memberi arahan,
Benar saja ,tak berapa lama,tanah dimana kaki shing ming berpijak,tiba tiba bergerak hebat,
Sebuah pedang panjang,muncul dari dalam tanah menyerang shing ming,
Gerakan nya sangat cepat,hingga meledakkan area disekitar tempat itu,
Boom,..
Area seluas 10 tombak hancur tak tersisa,
Shing ming menghindar dengan cara melompat terbang ke atas,namun pedang itu dengan kecepatan tinggi terus mengikuti shing ming menuju langit,
Trang,,tang.
Shing ming tetap tenang menghadapi serangan tersebut,
__ADS_1
Pedang itu semakin mendekat kearah shing ming,secepat kilat pedang itu menghantam sebuah cahaya keemasan yang menjadi pelindung shing ming.
Sebuah kekuatan besar beradu di angkasa,hingga memperlihat kan tarian cahaya berupa kilatan api 🔥 menggelegar dilangit dengan suara nyaring.
Namun sebesar apapun tenaga nya,pedang itu tidak dapat menembus perisai tersebut,
Duarr,
Pedang itu terpental tak terkendali,sedangkan komandan tang hanya dapat melihat dari bawah,sembari menangkap pedang itu kembali ke genggaman tangan nya.
Melihat situasi tersebut,shing ming melakukan gerakan tiba tiba.
Dalam satu kedipan mata,shing ming menghilang dari langit,kemudian secepat kilat tiba tiba muncul di dekat komandan tang,hukum ruang telah shung ming aktifkan.
Belum selesai keterkejutan nya merasakan kehadiran pemuda tersebut,sebuah hantaman mendarat di pipinya,
Seteguk darah keluar dari mulut komdan tang,
Tak berhenti di situ,pukulan demi pukulan susulan bersarang di sekujur tubuh komandan tang,hingga muka nya babak belur seperti kepala babi,
Sengaja shing ming melakukan jurus pukulan tangan kosong karena ingin memanaskan otot-otot nya ,
Dia berencana menghajar pria paruh baya itu dengan tangannya sendiri,
Komandan tang terbang 10 tombak bagai layangan putus jatuh tertelungkup diatas tanah,
Darah segar menyembur dari mulut bahkan sebagian di hidung nya dipenuhi oleh luka lebam.
komandan tang menyapu darah nya dengan telapak tangan.
Raut wajah putus asa terlihat jelas pada tatapan nya.
Dengan sisa sisa tenaga yang dia miliki,komandan tang mencoba bangkit.
Di berusaha sebisa mungkin untuk berdiri tegak,meskipun membelakangi shing ming,
Sekarang dipikiran nya hanya ingin segera meninggal kan tempat ini,rasa kekalahan membuat nya tertunduk lesu menahan malu atas sebagian anak buah nya yang sudah menyerah tak henti henti melihat ke pada nya,
"Komandan,menyerah lah.."
ucap salah satu anak buah nya berteriak kepada mantan komandan nya tersebut.
Komandan tang tidak menggubris perkataan mantan bawahan nya tersebut,kata kata yang masih dia simpan didalam lubuk hati nya adalah,"lebih baik mati dengan terhormat,dari pada menyerah dengan hina."
__ADS_1
"pak tua,tidak ada jalan buat mu untuk kembali,"
Ucap shing ming tegas,segara dia mengeluarkan pedang langit dan menggerak kan dua jari nya tepat di kepala komandan tang,
Shing ming tekah memilih target nya.
Pedang langit terbang mengikis angin menuruti perintah tuan nya melesat ke arah komandan tang,
Melihat pergerakan senjata yang sangat cepat menuju ke arah nya,komandan tang hanya terdiam lesu sembari menutup mata nya pasrah.
Karna bagaimana pun juga dia sudah tidak ada kekuatan untuk menghindar bahkan melawan.
Didalam pikiran nya sekarang,hanya mati dan mati.
Pedang itu semakin dekat dan dekat menghujam ke kepala komandan tang,dapat dipastikan jika terkena senjata ini,meskipun dalam sekali sabetan korban nya pasti akan tewas seketika.
Namun ketika pedang langit berjarak 1 tombak dari kepala komandan tang,sebuah Anak panah melesat melibas angin menghantam pedang langit yang akan memusnahkan komandan tang tersebut,
Dua kekuatan besar itu beradu untuk ke dua kali nya,anak panah itu hancur seketika,sedang kan pedang langit terpental mundur ke belakang,kembali menuju ke genggaman shing ming,
"Anak muda,kau sungguh sangat berani,"
Ucap seorang pria paruh baya dengan suara berat keluar dari mulut nya,tatapan nya sangat tajam,dengan rambut hitam panjang,dibiarkan terurai begitu saja,dikepalanya terdapat sebuah ikat kepala warna hitam.
Dibelakang nya,ratusan orang mengekor dengan mengenakan atribut perang lengkap dengan senjata jebis tombak berada ditangan nya.
Shing ming menoleh ke asal suara itu.
"Siapa kau pak tua?,apakah kau mengenal pria ini?"
Ucap shing ming dengan sikap masa bodoh,namun sebenar nya dia tahu bahwa pria yang berbicara dengan nya tadi adalah salah satu pemimpin puncak,kelompok penculik penghisap darah tersebut.
Shing ming mengeluarkan jari telunjuk nya,mengarahkan jari itu ke wajah komandan tang,yang berdiri tidak jauh dari nya.
"Petir datanglah.." ucap shing ming dalam hati,seraya memfokuskan tatapan nya kepada pria paruh baya yang sedang berdiri 10 tombak dari nya.
Seberkas cahaya muncul dari langit,mengular dengan suara yang menggelegar menyambar kepala komandan tang,
Ribuan volt arus listrik menghantam komandan tang,hingga tubuh nya menjadi abu dan berlahan hilang ditelan angin.
****
Bersambung
__ADS_1