Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Desa terpencil


__ADS_3


Shing ming dan Putri Nuan terbang bersama mengelilingi lebat nya hutan terdalam,mereka berdua mengambil arah ke barat menuju gunung huashan,


Shing ming memperkirakan dalam dua hari kedepan, mereka akan sampai di kaki gunung huashan,


Hampir setengah hari mereka terbang melesat melewati perbukitan,disepanjang perjalan,tidak banyak yang mereka berdua bicarakan,perasaan canggung masih menggema diantara mereka.


Keduanya hanya fokus menatap kedepan,kadang kerapkali putri Nuan melirik shing ming dari samping.kemudian mengalihkan perhatian nya melihat pemandangan alam dari atas,agar sikap bodoh nya tidak diketahui oleh pemuda tampan itu.


Meskipun tidak ada kata yang terucap,namun didalam hatinya dia merasa senang dan bahagia sudah dekat dengan pemuda itu.


Lama mereka berada diatas langit.


Hingga akhirnya sampailah di sebuah padang rumput luas,yang didalam nya terdapat sebuah desa kecil dengan pemandangan yang begitu indah.


Persawahan hijau mengelilingi desa kecil itu.


Shing ming menatap putri Nuan lekat lekat,seraya berkata:


"Nona Nuan?"


"Bagaimana kalau kita beristirahat sejenak di desa itu nona?"


putri Nuan yang mendengar pernyataan itu segera menganggukkan kepalanya tanda setuju,


Dalam hati putri Nuan,sebenarnya dia ingin mengatakan hal yang sama,dia ingin mengajak shing ming beristirahat meski sebentar,namun dia mengurungkan niat nya untuk berbicara,


Dia terlalu takut,jika perkataan nya akan membuat tersinggung.


Namun ternyata apa yang dipikirkan nya sama dengan apa yang dipikirkan shing ming.


kemudian Putri Nuan membuka mulutnya seraya berkata:


"Baik lah,saya setuju tuan muda."


"Mari kita turun."


Sembari meninggalkan senyum kearah shing ming.


Mereka berdua kemudian turun diantara hamparan rumput yang luas,kemudian mulai berjalan kaki mendekati desa itu.


Shing ming mengedarkan pandangan nya mencari sebuah penginapan ataupun warung kecil yang bisa untuk melepas lelah,dan mengisi perut nya.


Hingga shing ming berpapasan dengan seorang warga lokal yang sedang membawa peralatan menuju ke sebuah tanah persawahan.

__ADS_1


Shing ming dan putri Nuan menghentikan langkah nya,mereka berdua mendekati salah satu warga desa tersebut seraya berkata:


"Salam hormat tuan,"


"Perkenalkan,kami adalah seorang pengembara yang tersesat sampai di desa ini,"


"Apakah tuan mau menunjukkan sebuah penginapan atau restoran kecil ditempat ini,untuk kami beristirahat?"


Ucap shing ming sopan seraya menangkupkan kedua tangan nya tanda hormat,


Laki laki itu yang merupakan warga lokal menatap shing ming dan Nona Nuan dengan tatapan menyelidik.


kemudian dia membalas dengan menangkupkan tangan nya,seraya berkata:


"Anak muda,Bagaimana kau bisa sampai ditempat ini?"


"Disini merupakan desa terpencil,jauh dari kota,disini tidak ada penginapan ataupun restoran,"


"Namun saya bisa memberitahumu,"


"Lurus lah kedepan ,sebelum pertigaan ada sebuah rumah yang besar,rumah itu merupakan rumah peristirahatan untuk tamu asing yang ingin menginap,"


"Namun sebelum nya,kau harus menemui kepala desa terlebih dahulu,tempat tinggal nya dibelakang rumah besar itu,"


"Kepala desa ini bernama tuan jangyu,carilah,dan mintalah ijin padanya.."


"Baik lah tuan,kami berdua akan menemui tuan jangyu terlebih dahulu,"


"Maaf jika kami mengganggu pekerjaan anda tuan," ucap shing ming kemudian mengeluarkan 5 koin emas dari saku nya dan memberikan nya kepada laki laki itu.


"Anak muda,buat apa ini?tidak usah seperti itu,ambilah kembali," ucap laki laki itu sopan,seraya melihat koin emas yang berada ditangan nya dengan tatapan kagum.


Pandangan laki laki itu mulai berubah,yang awal nya curiga kepada Shing ming,sekarang menganggap bahwa anak muda dan nona muda ini adalah orang kaya,hingga dengan mudah nya memberikan koin emas yang sangat berharga pada nya .


Shing ming yang mendengar keraguan laki laki itu,memandang nya dengan tatapan tulus,kemudian berkata:


"Itu sedikit dari kami untuk anda tuan,jangan menolak,"


Shing ming menyodorkan tangan nya menggenggam tangan laki laki itu.


"Terimakasih anak muda,anda telah berbaik hati kepada orang tua ini."


"Ayo.."


"paman antar kan ke rumah kepala desa,"ucap laki laki itu seraya mengarah kan shing ming dan putri Nuan berjalan menuju kediaman kepala desa tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih paman"


"Maaf jika merepotkan paman," balas shing ming singkat.


Kemudian mereka bertiga berjalan searah,sembari berbicara ringan hingga menuju ke rumah kepala desa jangyu.


Dalam perjalanan,Laki laki itu memperkenalkan dirinya kepada shing ming,


Dia bernama tangli,dia berprofesi sebagai petani.


Dan tuan jangyu yang merupakan seorang kepala desa itu merupakan kakak dari tangli tersebut,


Banyak cerita yang beredar bahwa dikawasan tersebut mempunyai pemandangan alam yang sangat indah,


Mayoritas penduduk nya merupakan petani dan pemburu binatang liar,ada juga beberapa dari masyarakat sekitar yang mencari rumput herbal,dan mengolah nya menjadi obat mujarab.


Tak berselang lama mereka bertiga sampai disebuah rumah besar dengan papan kayu ulin sebagi dinding nya,


Dibelakang rumah itu terdapat hamparan sawah yang menghijau dengan bukit- bukit sebagai pagar nya,udara bertiup sepoi-sepoi,hingga membuat pandangan terasa sayu.


Seorang pria paruh baya berdiri di depan rumah besar itu,dia tersenyum simpul kepada tangli seraya berkata:


"Adik,siapa yang kau bawa ini?"


Tangli yang mendengar pertanyaan dari kakak nya itu segera merespon sembari berkata:


"kakak,dua orang ini adalah pengembara yang tersesat di desa kita,"


"Mereka berdua ingin menginap satu malam disini.Dan besok pagi,mereka akan melanjutkan perjalanan nya."


jangyu yang mendengar perkataan adik nya itu tersenyum kecil,seraya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Oh..begitu,"


"Anak muda siapa nama kalian,dan kalian akan kemana?" ucap jangyu dengan menatap shing ming dan putri Nuan dengan lekat lekat.


Shing ming melirik Putri Nuan,memberikan kode agar putri Nuan yang memperkenalkan diri.


Putri Nuan yang melihat gelagat shing ming paham,kemudian dia maju satu tombak seraya menangkupkan kedua tangan nya dan berkata:


"Maaf tuan,"


"Nama saya adalah Nuan,dan disebelah saya, bernama shing ming,"


"Kami berdua ingin pergi ke kaki gunung huashan."

__ADS_1


"Kami berdua ingin meminta ijin menginap disini untuk melepas lelah,dan kami berjanji besok pagi akan meninggalkan desa ini."


kepala desa yang bernama jangyu itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian dia meminta adik nya tangli untuk membawa kedua nya masuk kedalam.


__ADS_2