
Shing ming memimpin jalan nya pertempuran,dia mengedipkan mata nya, sebuah kode untuk geo,ketua jing dan Putri Nuan untuk segera bergerak bersama,
Mereka bertiga membalas kode itu seraya menganggukkan kepala nya,tanda mengerti.
pergerakan mereka bertiga sangat rapi,dengan membungkuk kan tubuh nya,mereka berjalan mengendap-endap diantara semak belukar,dengan melangkah berlahan mereka akhirnya tiba di sebuah tembok yang mirip labirin.
Ketua jing berada didepan memimpin jalan,berikut nya ada geo dan terakhir putri Nuan,
Mereka bertiga menghunuskan senjata nya masing masing,tetua jing mengguna kan tombak,geo menggunakan pedang dan putri Nuan menggunakan sebuah belati kecil yang dia selipkan diantara jari jemarinya.
Mereka bertiga mengedarkan pandangan,meningkatkan kewaspadaan.
Disisi lain,shing ming berjalan memutar mendekati sebuah pondok kecil yang tak jauh dari markas itu,
Menurut analisa yang dikatakan oleh ketua jing,pondok itu merupakan sebuah ruangan khusus yang dipakai oleh pemimpin tertinggi kelompok penculik untuk menenangkan diri sekaligus sebagai kamar pribadinya.
Dengan tangan kosong,shing ming berjalan kokoh memasuki pelataran pondok itu,
Nyali nya sangat besar hingga dia tidak menghiraukan penjaga didepan pondok tersebut,
Tujuan nya memang tersusun sedemikian rupa,
Sehingga dengan leluasa shing ming dapat mengalihkan perhatian semua penjaga markas itu,hingga setiap pandangan mata tertuju kepada nya,
Agar potensi ketiga teman nya dapat dengan mudah menembus penjagaan labirin,
Sehingga mereka bertiga dapat memasuki ruang utama markas dengan mudah tanpa adanya perlawanan,
Tujuan pertama mereka bertiga adalah segera menyelamat kan anak anak yang telah mereka sekap.
Dalam hal ini,shing ming berperan sebagai pengalih perhatian.
Petugas penjaga yang melihat kedatangan tamu tak diundang itu segera berlari menuju ruangan pemimpin nya,
Tanpa mengetuk pintu,penjaga itu menerobos masuk ke pondok itu seraya berlutut,kemudian memberanikan diri untuk berkata:
"Pemimpin,hamba melapor ada seorang pemuda menerobos markas ini.apa yang harus kami lakukan ketua?"
ketua kaibo yang mendengar laporan dari anak buah nya itu segera membalikkan badan nya,dia berjalan mendekat kemudian berkata:
"Berapa orang yang datang kesini?"
penjaga itu mengangkat kepalanya menatap pemimpin nya tersebut,belum juga menjawab pertanyaan dari ketua kaibo,seorang penjaga labirin berlari seraya membungkuk kan tubuh nya tanda hormat.
Penjaga itu dengan tergesa-gesa menahan nafas nya kemudian berkata:
"Ketua,"
"Saya melihat ketua jing dengan membawa 2 orang lainya menerobos benteng labirin,"
"Bagaimana ketua?apakah kita serang saja?"
"Kelihatan nya,ketua jing telah berkhianat."
Ketua kaibo sangat marah mendengar laporan dari anak buah nya itu,dia menatap tajam kearah penjaga itu,hingga penjaga pintu labirin itu nampak takut seraya menundukkan kepalanya rapat rapat.
"Dasar penghianat."
__ADS_1
"Orang tua tak berguna."
"Siapkan pasukan yang tersisa,bunuh penghianat itu beserta yang lainya,bawa kepalanya kepadaku."
Ucap pemimpin itu seraya menghentak kan kaki nya ketanah,tanda amarah sudah berada di ubun-ubun nya.
"Tapi ketua,"
"Bagaimana dengan pemuda itu,"
"Apakah kita bagi saja sisa pasukan menjadi dua,"
Ucap penjaga yang pertama melapor tadi,usul kepada pemimpin kaibo.
"Tidak usah."
"pasukan kita yang tersisa fokus kepada ketua jing dan kedua orang yang bersamanya,gunakan racun apabila kalian kewalahan,"
"Aku sendiri yang akan menghadapi pemuda bodoh itu."
Ucap kaibo tersulut amarah,
"Cepat persiap kan diri kalian,bunuh penghianat itu," tambah nya,seraya menyuruh para anak buah nya itu segera pergi dari ruangan tersebut.
"Baik ketua,kimi akan bersiap siap," ucap nya serempak,kemudian berlalu dari ruangan itu.
Ketua kaibo berjalan keluar mengikuti para anak buahnya nya itu,dia berhenti di sebua halaman depan pondok nya,menunggu kedatangan pemuda yang diceritakan oleh anak buah nya tadi.
Shing ming tanpa perduli melangkah mendekati kediaman pemimpin itu,
Prinsip nya adalah buat apa sembunyi jika pada intinya adalah membunuh pemimpin itu,
Shing melambatkan langkah nya ketika melihat seorang laki laki paruh baya berdiri didepan halaman rumah kecil terpisah,yang biasa disebut pondok itu.
Dalam hati nya shing ming bergumam,
"Dia pasti ketua penculik itu."
"Ketua jing pernah menyebut namanya Mungkin dia adalah ketua kaibo."
"Bagus lah,aku tidak repot repot mencarinya."
Shing ming meninggalkan senyum, tatkala melihat orang yang dicarinya telah muncul menunggu kedatangan nya.
Disisi lain,
Ketua jing,geo dan putri Nuan dihadang oleh 20 pasukan yang kesemuanya menggunakan senjata jenis tombak.
Mereke bertiga telah diketahui pergerakan nya.
Tembok yang mirip labirin telah mereka lewati,namun ketika ingin memasuki markas,sekelompok penjaga mengepung nya seraya mengarah kan tombak di hadapan tetua jing dan lainya tanpa ada aba-aba.
Salah satu penjaga itu melangkah kedepan seraya berkata:
"Hai penghianat apa yang kau lakukan disini?"
"kau sudah tidak layak berada disini,"
__ADS_1
"Hukuman sebagai penghianat adalah mati,cepat bunuh dirimu sendiri,atau aku bunuh kau dengan kejam."
penjaga itu mengintimidasi ketua jing,namun tanggapan ketua jing hanya tersenyum kecil,seraya berkata:
"Ha.ha..ha."
"Ingin membunuh ku,apakah kalian mampu?"
"Bagiku kalian hanyalah semut."
Ucap ketua jing memprovokasi.
Dengar lah k.alian semua telah diperdaya oleh ketua kaibo,bertobatlah,maka bisa jadi aku akan mengampuni mu," ucap ketua jing lantang,seraya mengedarkan pandangan nya kearah para penjaga itu.
"Bangsat."
"Teman teman bunuh penghianat itu,jangan sampai mereka semua lolos."
Putri Nuan dan geo memasang kuda kuda,mereka berdua paham,bahwa selanjut nya pertempuran pasti akan terjadi.
Tanpa menunggu lama sekelompok penculik yang berjumlah 20 orang langsung menyerang ketua jing,geo dan putri nuan,
Semua pasukan itu menyerang ketiganya dengan membabi buta.
Meskipun mereka bertiga kalah jumlah namun dari segi kualitas dan kuantitas ketiganya menang telak,
Satu demi satu kelompok penculik itu jatuh ketanah tak bernyawa,mereka terkena pukulan dan sabetan senjata tajam dari ketiga nya.
Ditempat lain,masih dalam waktu yang sama.
Shing ming sedang menahan serangan dari ketua kaibo,
keduanya terjerembab dalam sebuah pertempuran sengit satu lawan satu,
Perundingan sudah tidak diperlukan lagi,tidak ada kata maaf bagi ketua penculik itu kecuali mati.
Karena menurut shing ming,kesalahan mereka sangat fatal,hingga menculik bahkan telah mengorbankan banyak nyawa.
Shing ming mengukur kekuatan dari pria paruh baya itu,,tingkat kultivasi nya masih berada di level dewa langit,
Sebenarnya mudah bagi shing ming untuk mengalahkan nya.
Namun dia ingin menguji seberapa besar jurus jurus yang pemimpin itu miliki.
Sebuah pedang panjang melayang layang membentuk sebuah siluit cahaya menebas tubuh shing ming,
Shing ming dengan gesit menghindari tebasan itu,hingga efek dari tebasan itu berakhir dengan menghancurkan pondok pemimpin itu hingga rata dengan tanah.
"Bocah kecil,ku bunuh kau.''
Ketua kaibo termakan amarah,dia sangat marah karna beberapa properti yang dia miliki telah rusak parah akibat serangan kedua nya.
"Silahkan bunuh aku jika kau mampu."
Ucap shing ming seraya tersenyum kecil penuh dengan ejekan.
***
__ADS_1
bersambung.