
Lie jie mengedarkan pandangan nya, mencari seorang warga sekitar secara acak untuk menjadi target pengumpul informasi,
Namun beberapa kali percobaan,mereka tidak dapat menemukan satupun indikasi yang mengarah kepada pemuda itu.
Lie jie dan rekan-rekan nya beberapa kali menemui warga desa Shengchun,berupaya menggali informasi dari mereka,namun hal serupa yang mereka dapatkan.
Bahkan tidak ada satupun dari mereka semua membuka suara tatkala lie jie menanyakan perihal penyelamatan anak anak desa dari para penculik,
Mereka semua seakan akan bungkam,takut untuk menanggapi pertanyaan tersebut.
Mereka memilih diam kemudian menjauh ataupun bergegas pulang ketika rekan nya menanyakan hal hal yang berhubungan dengan pemuda itu.
Semakin mereka berdua memaksa,para warga semakin ketakutan.hingga memilih meninggalkan aktifitas nya. mengunci didalam rumah.
"Lie jie,kelihatan nya cara kita tidak berhasil."
Ucap salah satu rekan nya dengan suara ketus,menahan amarah.
"Benar..,apa sebaik nya kita menuju rumah kepala desa ya?"
"Kita paksa dia untuk berkata dengan jujur,jika cara baik baik tidak mempan,kita gunakan dengan cara kekerasan."
Ucap lie jie dengan sorot mata merah menahan amarah seraya mengepalkan genggaman tangan nya,
"Kamu benar."ucap rekan nya itu menganggukkan kepalanya,
"Hubungi yang lain,kita menjalan kan rencana cadangan,aku tunggu di depan rumah kepala desa Shengchun,"
Ucap lie jie tegas,seraya berjalan meninggalkan rekan nya itu yang masih berdiri mematung.
Lie jie berjalan dengan mantap menelusuri desa itu,rumah demi rumah telah dia lalui.
Saat ini hari sudah mulai siang,terik matahari mulai menguasai bumi hingga peluh nya mulai merembes dari dalam kulit membasahi sebagian baju yang dia kenakan.
Tanpa menghiraukan semua itu, lie jie masih mantap melangkah menjalan kan tugas yang dia emban dari pemimpin nya,
Obsesinya adalah kepatuhan dari atasan nya.
__ADS_1
Tak berapa lama,lie jie sampai disebuah rumah yang cukup besar dengan 🌲 pohon mahoni tumbuh disamping rumah nya,pohon itu tumbuh sangat rindang dan menjulang tinggi,hingga berhasil menutupi sebagian terik matahari.
Lie jie menghentikan langkah nya,dia menatap 8 orang pria paruh baya sedang berdiri mematung sambil terdengar suara obrolan diantara mereka,
mereka semua berdiri di depan rumah yang cukup besar itu dengan pedang digenggaman tangan Nya.
Dapat di simpul kan bahwa orang orang itu merupakan pendekar yang sedang menjaga kediaman kepala desa Shengchun.
Lie jie meningkatkan kewaspadaan nya,dia menatap secara detil setiap pendekar yang tidak dikenal nya itu,
Dia menganggukkan kepalanya tanda memahami bagaimana cara nya untuk mengalahkan semua pendekar tersebut.
Tak berapa lama 10 orang pemuda seumuran memanggil lie jie seraya sedikit berbisik,
"Lie jie,bagaimana ini?? rumah kepala desa Shengchun dijaga dengan ketat."
"Kita tidak bisa menerobos begitu saja kan?"
Ucap salah satu rekan nya itu dengan berusaha mendekati lie jie seraya berjalan berlahan sedikit menjinjitkan kaki nya.
"Aku punya cara." ucap lie jie setengah berbisik.
"Bagaimana?"
"Apakah pasti berhasil?"
Ucap salah satu rekan nya itu dengan tatapan kosong sembari mendekatkan kepalanya kearah lie jie,tanda penasaran.
"Begini,kalian lepaskan panah,gunakan keahlian kalian untuk melumpuhkan 5 orang yang berdiri itu,"
"Tiga orang sisa nya yang sedang duduk,aku,anjai dan hunan yang akan membereskan."
Ucap lie jie seraya menunjuk kedua rekan nya yang bernama anjai dan hunan,
mereka bertiga merupakan pendekar yang mempunyai spesialisasi pertarungan jarak dekat.
Mereka semua menganggukkan kepalanya tanda setuju,
__ADS_1
"Aku bertiga akan berusaha mendekati mereka terlebih dahulu,tiba waktu nya aku akan memberikan tanda kepada kalian semua,yakni aku akan mengangkat tangan kanan ku ke atas,segera kalian lepaskan anak panah,bidik tepat di kepala mereka,"
"Apa kalian semua paham?"
Ucap lie jie menjelaskan secara detil.dia menggaruk garuk tanah dengan sebuah ranting kayu,menggambar kan posisi yang harus rekan rekan nya lakukan,agar rencana nya dapat berjalan dengan terkendali.
"Baik,kami semua paham." ucap mereka serempak seraya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Anjai,hunan,mari kita bersiap,"
Ucap lie jie menambahkan,seraya berjalan menundukkan tubuh nya berusaha menghindar dari pandangan ke delapan pendekar yang sedang bersiaga tersebut.
Mereka bertiga berjalan meng endap-endap,langkah demi langkah mereka rangkai sambil sesekali menyelinap di antara tanaman yang tumbuh di sekitar rumah tersebut.
Saat ini mereka bertiga berjarak 10 tombak dari para pendekar itu.
"Lie jie,kita sudah berada di jarak serang,bagaimana kalau kita lancarkan sekarang?"
Bisik hunan seraya mengeluarkan belati dari cincin penyimpanan nya,menyiapkan serangan.
"Sedikit lagi,kita harus berhasil membunuh mereka dalam satu serangan."
Ucap lie jie mantap,sebenar nya lie jie sangat mahir dalam hal melakukan pengintaian,hal itu terbukti dengan beberapa kali dia dapat mengirim beberapa hasil tangkapan nya ke kota Hangzhou tanpa ada kendala sedikit pun.
Hunan hanya menganggukkan kepalanya dengan raut wajah tegang,hal yang sama dirasakan oleh rekan setim nya yaitu anjai.
Mereka berdua baru pertama kalinya melakukan penyergapan secara langsung.
Hal ini membuat mereka berdua merasa gugup dan cemas.
"Kalian berdua tidak perlu khawatir,kita pasti berhasil menghabisi mereka."
Ucap lie jie menenangkan kegugupan rekan rekan nya itu.
***
Bersambung
__ADS_1