Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Kesalahan terbesar


__ADS_3

Sing ming dan putri Nuan telah menempuh perjalanan udara hampir 2 dupa berada di atas langit,artinya mereka berdua tidak lama lagi akan segera sampai di gunung huashan,


Saat ini,cuaca masih terlihat sama,kemilau cahaya kuning keemasan menembus awan bersinar diantara pepohonan yang membayangi sebuah gunung dan perbukitan dikawasan itu,sinar nya merambat hampir menuju ufuk barat,nampak awan putih menutupi sebagian langit hingga membuat suasana sekitar agak redup,


Sebuah gunung tinggi yang curam terpampang di depan mereka berdua,sebagian tandus hingga nampak patahan patahan batu yang berjejer menyerupai tembok nan kokoh sebagai perisai alami gunung tersebut.


Udara disekitar begitu segar,dan sejuk ditambah dengan keindahan alam yang penuh dengan aura energi .


Banyak orang orang menyebut bahwa gunung huashan ini merupakan jalan menuju surga,alasan nya karena untuk mendaki ke puncak nya membutuhkan tenaga yang tangguh dan kuat,


Gunung ini mempunyai tebing yang sangat curam,hingga jalan menuju keatas pun sangat berliku,terlihat begitu sulit untuk ditempuh layaknya orang biasa dengan berjalan kaki.


"kita sudah sampai di gunung huashan nona,kita akan mampir di desa kaki gunung ini,ber istirahat dan mencari makan."


"Bagaimana menurut mu nona?"


Shing ming membuka suara seraya menatap kearah putri Nuan,pandangan nya lugas,tak ada sedikit pun kerisauan.


"Baik,aku setuju,aku juga mulai lapar," ucap putri nuan,manja.


mereka berdua akhir nya melambatkan laju nya,kemudian turun di sebuah jalan lapang dengan rerumputan kecil sebagai alas nya,


Tujuan mereka yakni tidak menampakkan kebolehan nya ketika berada di dekat rumah warga,alasan nya agar tidak mencolok,atau menyita perhatian para warga sekitar,


Akhir nya mereka berdua memutuskan utuk turun agak menjauh dari desa itu,sehingga para warga yang melihat cenderung menganggap mereka berdua sebagai seorang pengembara biasa,


Shing ming dan putri nuan berjalan menuju sebuah desa yang berada di kaki gunung huashan,desa ini tidak terlalu besar,hampir lebih besar sedikit dibanding desa Shengchun,


"komandan tang,apakah dua pemuda itu yang kita cari?" ucap salah seorang bawahan nya seraya menunjukkan jari nya ke arah dua pemuda pemudi itu,yang kebetulan berjalan menuju kearah nya,


Mendengar ucapan dari bawahan nya itu,komandan tang mengarahkan pandangan nya kepada mereka berdua,yang kebetulan sedang berjalan ber iringan,mendekat.


"Kita jangan gegabah,bisa jadi kedua orang itu,baru saja hunan telah berpesan bahwa pemuda itu bernama shing ming,"


"Kau cari tahu dulu siapa nama mereka!"

__ADS_1


"Jangan membuat onar.!!"


Ucap komandan tang memerintah dengan tegas,dia sudah mewanti wanti pengikut nya untuk tidak membuat perselisihan terlebih dahulu,sebelum memastikan identitas pemuda tersebut.


"Baik komandan,saya paham"


Ucap pria muda itu,yang tak lain adalah pengikut setia komandan tang,kemudian pria muda itu berjalan seraya menghadang kedua orang yang sedang berjalan tersebut.


"Hai anak muda,berhenti disitu!" ucap salah satu anggota penculik dengan nada setengah berteriak,


Shing ming menatap kedatangan seseorang yang belum dia kenal itu,dia dengan sigap berlari kecil ke arah nya,


"Ada apa tuan?apakah tuan mengenalku?"


Ucap shing ming membalas teguran tersebut,dengan nada sopan.


Pria muda itu spontan melihat sosok wanita yang begitu cantik menurut nya,mata nya terbelalak menatap seluruh tubuh wanita itu,sambil ternganga pria muda itu mendekat seraya berkata:


"Wah wah,gadis mu ini sangat cantik sekali,"


"Kalau boleh tahu siapa namamu nona?"


Salah satu anggota kelompok suruhan dari komandan tang terbelalak melihat kecantikan wanita yang bersama pemuda itu,


Dia merasa kagum dan kagum.


Dia mencoba merayu,seraya menatap wanita itu dengan wajah mesum,


Putri Nuan yang melihat gelagat laki laki itu merasa sangat risih bahkan marah,dia maju ke depan seraya mengeluarkan jurus inti es yang sudah siap di telapak tangan nya,menerjang pri muda itu,


Shing ming menahan nya dengan memegang tangan putri Nuan,seraya menatap putri nuan lekat lekat,menggelengkan kepalanya.


"Jangan gegabah nona,tenang lah,"


Putri Nuan segera membatalkan niat membunuh nya,melepaskan jurus,seketika tangan yang sempat membeku beberapa saat tiba tiba normal kembali,seperti sedia kala.

__ADS_1


"Tuan siapa anda?saya tidak merasa mengenal anda,ijin kan kami masuk ke desa ini,kami hanya seorang pengembara biasa,"


Ucap shing ming kepada pria itu dengan menjaga kesopanan,sebenar nya sangat mudah bagi shing ming untuk membunuh pria itu,


Mungkin hanya dalam satu kali kedipan mata,dipastikan laki laki muda itu pasti akan tewas.


"Ha .ha..ha , kalian tidak perlu tahu nama ku,"


"Aku tanya,siapa kalian? lancang sekali kalian masuk ke wilayah ku ini?"


"Lebih baik kau segera berlutut,dan serahkan gadis ini pada ku,!"


Pria muda yang merupakan bawahan komandan tang itu menyombongkan diri nya,tugas sederhana yang diberikan oleh tuan nya dia lupakan,sesaat setelah melihat kecantikan wanita yang bersama pemuda itu,yakni putri nuan.


Shing ming masih dapat mengontrol emosi nya,namun penghinaan dari pemuda yang berdiri tepat dihadapan nya itu tidak bisa di tolerir lagi,


Komandan tang yang melihat pengikut nya membuat kekacauan segera bereaksi,dengan 20 orang di belakang nya,komandan tang memimpin jalan,mereka mendekat,menghampiri pengikut nya tersebut,


Namun baru 3 langkah,sebuah kepala menggelinding dihadapan nya,darah berceceran mengucur membasahi tanah,


Ketua tang merasa tak asing dengan kepala tersebut,ternyata kepala itu merupakan salah satu anak buah nya yang sedang mengacau di dihadapan pemuda tersebut.


Sebelum nya,


Melihat keangkuhan pria muda itu tepat dihadapan nya,shing ming seketika mengeluarkan pedang langit,membuat pelajaran kepada pria muda itu,dalam satu kedipan mata,pedang itu melesat terbang memotong leher pria muda itu,bagaikan memotong tahu,kepala itu jatuh menggelinding menuju kelompok yang mencoba mendekati nya,


Tubuh pria muda itu menyusul roboh ke tanah,seraya memuncratkan darah hingga berceceran kemana mana.


Kejadian itu sungguh cepat dan tepat,


Tanpa dia sadari,pria muda itu telah tewas mengenaskan.


Pria muda itu tidak menyangka sedikit pun,Dia telah berhadapan dengan pemuda yang salah.


Namun penyesalan itu tidak bisa dihindari,karna saat ini dia sudah tidak bernyawa lagi.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2