
Ilustrasi penokohan putri sanca
Putri ular sanca menatap kosong,dia merasa sangat terpukul,melihat istana yang dia bangga banggakan telah hancur,tatapan nanar tertuju kepada beberapa pasukan nya,mereka menjerit kesakitan karna beberapa luka sabetan senjata tajam ,bahkan beberapa diantaranya tewas dengan mengenaskan.
Genangan darah tercetak jelas di beberapa area itu,aroma darah menembus udara pagi dengan tegas,udara yang harus nya bersih dan segar berubah menjadi bau anyir yang menyesakkan.
Lamunan putri sanca tiba tiba pudar ketika ada suara yang menggelegar memanggil nya.
"Putri ular sanca!,menyerahlah dan menikahlah dengan ku,hari ini kerajaan mu harus takluk!!tidak ada yang bisa menolong mu," ucap pemimpin siluman buaya tersebut.
Putri sanca bingung,keputusan apa yang harus dia ambil,semua sisi pilihan tidak ada yang terbaik menurut nya,semua nya menyengsarakan,baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk rakyat nya.
"Lebih baik aku mati bila harus menikahi monster pembunuh sepertimu.." teriak putri sanca,dengan derai air mata mulai mengalir membasahi pipinya.
"Ha..ha...kamu kelihatan sangat cantik kalau kamu sedang marah.Baik lah aku kabulkan permintaan mu,hari ini kerajaan mu akan hancur dan binasa,saksikanlah dengan mata dan kepalamu sendiri." ucap pemimpin itu lantang.
Dibelakang pendekar buaya putih ada beberapa pendekar lainya yang mendukung penyerangan tersebut,karna beberapa hal itulah pendekar buaya menjadi besar kepala dan mempunyai kepercayaan diri yang begitu besar.
"Pasukan habisi semua prajurit yan tersisa,bunuh mereka tanpa ampun.dan hancurkan istana ini hingga rata dengan tanah." tambah nya memerintah,sambil menghunuskan pedang nya.
**
"Tuan muda mungkin kita harus bertindak,akan ada pembantaian besar besaran kali ini,jika kita terlambat sebentar saja." Ucap tetua min dengan nada merendah.
"Baik lah.saya setuju tetua,raja jinggu,raja golem dan kamu pendekar kalajengking temanilah tetua kim.nanti saya dan pendekar kelelawar akan segera menyusul." ucap shing ming memerintah.
"Baik tuan muda."jawab nya serempak.
__ADS_1
Tetua kim dan lainya segera melesat ke area pertempuran.mereka seperti cahaya terbang dengan cepat.mereka mendarat di tengah tengah area pertempuran tersebut
Mereka semua yang ada di arena pertempuran terkejut melihat kedatangan keempat pendekar itu yang tiba tiba.
Tetua kim membuka suara."Salam hormat kepada tuan putri sanca dan pendekar siluman buaya."
"Maaf kan kami sebelum nya,bukanya kami mencampuri urusan kalian,namun kami tidak suka dengan cara pendekar buaya putih menindas dan membunuh secara membabi buta kepada pihak yang sudah kalah dan menyerah,tindakan tersebut menurut kami adalah tindakan yang sangat kejam."
"mohon tuan pendekar untuk mempertimbangkan nya." ucap tetua kim penuh dengan kesopanan.
Pendekar buaya putih memandang tetua kim dan lainya dengan pandangan sinis.pendekar buaya itu mengedarkan aura niat membunuh nya kepada mereka,seketika aura mencekam menyelimuti area tersebut.
Putri sanca dan panatua disebelah nya merasa iba dengan perlakuan siluman buaya putih kepada beberapa pendekar yang datang itu,namun mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Tetua kim dan lainya merasakan niat membunuh yang besar terpancar dari pendekar buaya putih. kemudian tetua kim memberikan kode kepada sahabat sahabat nya berupa kepalan tangan yang di gerakkan ke belakang punggung, tanda untuk bersiap siap.mereka semua paham dengan kode tersebut.tiba tiba suara serak terdengar mengintimidasi;
"Kami hanya seorang pengembara yang tanpa sengaja melintasi kawasan ini,maaf kalau kami menyinggung anda pendekar.kami tidak bermaksud mencampuri urusan anda.namun jika tuan pendekar tidak bisa diajak kerja sama maka maaf kan kami." Balas tetua kim dengan sangat sopan.
Sebenarnya shing ming dan beberapa pengikut nya tidak ingin membuat keributan yang berakhir petaka,namun mereka tidak ingin melihat kejadian pembantaian yang mengancam nyawa di kawasan ini,jika hal ini dapat dibicarakan dengan baik baik maka tidak menutup kemungkin shing ming dan pengikut nya tidak ingin terlibat aksi tersebut.
Dalam hal ini sebenar nya shing ming dan pengikut nya telah mengetahui akar permasalahan hingga terjadi pertempuran tersebut.yakni putri sanca yang menolak lamaran pendekar buaya bahkan putri sanca beserta pasukan nya tidak mau tunduk kepada siluman buaya putih,hingga akhir nya perseteruan itu berlanjut kedalam pertempuran yang banyak merenggut jiwa.
Namun nasi sudah menjadi bubur,pemimpin itu nyatanya sangat arogan dan kejam,dia tidak bisa diajak berunding,bahkan mematahkan usulan perdamaian tersebut,maka tetua kim dan para sahabat nya memutuskan untuk melenyapkan nya.
"Pasukan bunuh orang orang bodoh sialan itu," ucap pendekar buaya putih mengintimidasi.
Para pendekar yang berada dibelakang nya segera melesat menerjang tetua kim dan lainya,mereka akhir nya terlibat pertempuran yang sengit..
"Saudaraku,ayo kita hajar mereka,jangan kecewakan tuan muda," ucap tetua kim pada para sahabat nya itu.
__ADS_1
Mereka mengangguk dengan kompak.
Setelah beberapa saat bersama,mereka seperti menganggap diantara mereka seperti saudara, mereka saling memahami dan berkomitmen untuk berjuang bersama menemani tuan muda shing ming hingga akhir hayat nya.
Disisi lain,shing ming dan pendekar kelelawar masih berada diatas dahan pohon,kedua nya menyaksikan pertempuran tersebut.shing ming melihat situasi nya masih relevan,sehingga dia merasa belum saat nya untuk turun tangan.
***
Tetua min menyambut serangan demi serangan dari pendekar buaya putih,dengan gerakan lincah dan kokoh,tetua min dapat menangkis nya dengan sangat mudah.
Kemudian tetua min mengeluarkan tombak dari cincin penyimpan nya,seketika tombak emas itu melingkar ditangannya kemudian melesat ke arah pendekar buaya.
Merasa dirinya terancam ,pendekar buaya mengeluarkan jurus perlindungan berupa kulit tebal bersisik menyelimuti tubuh nya,dan benar saja tombok itu terpental ketika menghantam dinding kulit tebal itu.
Serangan berlanjut,hingga beberapa puluh jurus telah dikeluarkan,tetua min sukses mendesak pendekar buaya dengan jurus tombak terbang,tanpa melepaskan kesempatan itu.
Tetua kim menggunakan jurus andalan nya,yaitu jurus tombak surgawi.ratusan tombak turun dari langit disertai buliran buliran petir. dengan satu pemimpin tombak yang sangat besar.menghujam secepat cahaya dan menghantam pendekar buaya putih.
Boom..ledakan besar terjadi,pelindung kulit yang membungkus pendekar buaya tidak bisa menahan serangan penghancur tersebut,tubuh pendekar buaya hancur tak tersisa,menjadi kepingan kepingan kecil dengan bau sangit yang menyengat.
Ledakan dahsyat itu hingga membentuk kubangan,para pasukan buaya putih yang berada di area tersebut terhempas keluar area hingga puluhan tombak.
Disisi lain,raja golem telah berhasil membunuh pendekar biawak dengan mudah,begitu juga dengan raja jinggu dan pendekar kalajengking.
mereka berdua bekerja sama melenyapkan semua pendukung pendekar buaya putih,dengan racun yang dimiliki nya.
Raja jinggu dengan mudah membabat lawan nya yang terkena racun pelemah,dengan sekali ayun tubuh mereka hancur tak berbentuk,raja jinggu menggunakan senjata tongkat andalan nya yang dapat berubah bentuknya menjadi besar dan besar.
***
__ADS_1