
Keakraban mulai tercipta diantara kedua nya,sembari menikmati makanan,shing ming berbicara ringan kepada putri Nuan,
point yang tepat bagi shing ming untuk berbicara banyak hal,
Salah satu nya dia juga ingin mengutarakan mengenai rencana yang telah disusun nya nanti malam,
Sambil sesekali melahap hidangan yang telah disediakan diatas meja,shing ming membuka percakapan,
Dengan tatapan terdalam shing ming berkata:
"Nona Nuan,saya punya rencana nanti malam,"
"Apakah kamu ingin ikut?"
Putri Nuan yang mendengar pertanyaan dari pemuda yang duduk disebelah nya itu,kembali menatap balik dengan expresi heran,
Putri Nuan mengernyitkan dahi nya kemudian berkata:
"Rencana apa?"
"Apakah tuan muda ingin membantu warga desa ini?"
Shing ming menganggukkan kepalanya,tanda bahwa tebakan nya memang benar.
Shing tersenyum cerah,seraya berkata:
"Malam ini saya akan keluar mengintai mahluk itu,"
"Jika nona Nuan tidak keberatan,nona bisa menemaniku."
Putri Nuan membalas nya fengan tersenyum gembira,
"Apapun yang tuan muda lakukan,saya akan selalu ikut."
"Tuan muda sudah berjanji untuk selalu membawaku kan?" ucap nya pelan.
Shing ming membalas senyuman itu tanpa menatap wajah putri Nuan,sembari menghabiskan makanan nya,dia berkata:
"Baik lah,kita akan melakukan pengintaian ini bersama."
"Nanti malam kita akan bergerak."
"Nona Nuan boleh bersiap terlebih dahulu."
Sambil mengedarkan pandangan nya kearah meja makan, shing ming kemudian menambahkan,
"Nona..."
"jika nona Nuan sudah selesai menikmati hidangan ini, kita bisa kembali ke kamar sekarang."
"Tolong jaga aga rahasia ini,agar tuan tangli dan tuan jangyi tidak sampai tahu."
Shing ming kemudian beranjak dari tempat duduk nya,sembari memandang putri Nuan yang tengah membersihkan sisa sisa makanan di mulut nya,
__ADS_1
Putri Nuan menganggukkan kepalanya tanda setuju,dia mencoba bangkit dari tempat duduk nya seraya berkata:
"Baik lah..."
"saya juga sudah selesai."
Mereka berdua beranjak dari ruangan itu,dan berjalan beriringan kembali ke kamar nya masing masing.
Rasa canggung yang mereka rasakan beberapa hari yang lalu,berlahan mulai sirna,berganti dengan keakraban yang mulai bersinar.
Mereka berdua sudah mulai beradaptasi antara satu dengan yang lain nya,bisa tertawa lepas,berbicara ringan tanpa harus menjaga jarak,bahkan disela sela pembicaraan khusus,terselip canda diantara keduanya.
***
Senja telah bergulir,suasana desa shengchun nampak lenggang,beda hal nya dengan hari-hari biasanya,pergantian waktu pun terus berjalan,gelap mulai menyelimuti desa itu.
Beberapa penduduk yang masih berada di luar rumah,berduyun-duyun mulai memasuki kediaman nya masing masing.
Mereka tidak ingin sesuatu terjadi kepada dirinya,bahkan keluarganya.
Disisi lain..
Dua orang pemuda berpakaian hitam dengan penutup wajah terlihat sedang berjalan pelan,
Mereka berdua melangkah kan kaki tanpa suara bersembunyi diantara rumah warga,
kemudian secepat kilat naik ke atap rumah tanpa meninggal kan jejak,melayang bagaikan angin dan bersandar pada sebuah pohon besar yang tumbuh disamping rumah kepala desa jangyu.
Dua orang pemuda itu tak lain adalah shing ming dan Putri Nuan.
Tempat ini baginya,merupakan titik yang paling cocok untuk melihat dan mendeteksi situasi seluruh rumah penduduk.
Pandangan nya sangat luas.
Hingga pukul 9 malam,mereka berdua mengedarkan penglihatan nya,menyaksikan kelam nya suasana malam yang berubah menjadi gelap.
Beberapa warga lokal bersama beberapa pria yang membawa pedang panjang melakukan kegiatan berjaga-jaga,
Mereka menyisir setiap wilayah untuk mempersempit pergerakan dari mahluk penghisap darah tersebut.
Dapat dipastikan bahwa pria-pria itu merupakan para pendekar yang disewa penduduk untuk menjaga desa ini.
Shing ming dan Putri Nuan masih terjaga melihat situasi disepanjang rumah rumah penduduk,fokus utama mereka berdua yaitu mengintai pergerakan yang mencurigakan,
Shing ming mengaktifkan segel ilusi,
Segel itu segera bekerja membungkus keduanya,hingga membuat keberadaan mereka berdua tersamarkan.
Meskipun banyak penjaga yang bergerak menyisir area tersebut,hingga tepat berada didekat nya,para penjaga itu tidak akan pernah merasakan aura keberadaan mereka berdua,karna keberadaan nya tertutup oleh segel ilusi yang membungkus nya.
Waktu seakan-akan bergerak sangat lambat.
Hingga jam 11 malam,para penjaga masih berkeliling melakukan pengamanan,ada sekitar 15 orang yang terbagi menjadi dua kelompok berjaga di gerbang desa,beberapa lagi memutuskan untuk berkeliling.
__ADS_1
Demikian hal nya dengan shing ming dan putri Nuan,mereka berdua masih fokus menyebarkan pandangan nya,sambil sesekali berbisik mengomentari para penjaga desa tersebut,
"Tuan muda,kelihatan nya malam ini tidak ada pergerakan," ucap putri nuan,seraya mendekatkan bibir nya ketelinga shing ming,berbisik.
"Kita tunggu saja sebentar lagi," jawab shing ming menimpali,tanpa melihat kearah putri Nuan.
Bagi putri Nuan,suasana malam ini sangat berbeda,kedekatan ini membuat nya bertanya-tanya.
Jantung putri Nuan berdegup tak teratur,mereka berdua duduk terlalu dekat,hingga sering kali tubuh mereka saling bersentuhan.
Namun dia mencoba menyembunyikan perasaan itu ,dia mengolah expresi nya yang gugup menjadi hal yang wajar.
Beda hal nya dengan shing ming,dia tidak menganggap kedekatan itu merupakan sebuah kesalahan,cara pandang nya sangat berbeda jauh dengan putri Nuan,namun kenyataan nya,perlakuan keduanya masih dalam batas kewajaran.
***
Malam ini,angin bertiup sedikit kencang,sekelebat bayangan putih terbang ke langit,dan turun diatas rumah warga.
Muncul sosok orang yang belum diketahui identitas nya
Berpakaian hitam tanpa penutup kepala,dilapisi dengan jubah panjang yang berwarna hitam pekat.
jubah itu berderai derai terkena hempasan angin malam,layak nya sebuah film pendekar bayangan.dia merupakan pahlawan nya.
Tak berselang lama,sekelebat cahaya hitam muncul tiba-tiba,dua orang yang diduga teman nya turun dari langit berdiri disamping nya.
Pakaian mereka serupa namun tak sama,perbedaan nya adalah orang yang datang lebih awal,menggunakan pengikat kepala warna hitam,sedangkan dua rekan nya yang baru datang,menggunakan pengikat kepala warna putih,
Dapat dipastikan bahwa yang datang lebih awal tadi adalah pemimpin nya.Dan dua orang yang datang menyusul menggunakan ikat kepala warna putih adalah bawahan nya atau mungkin murid nya.
Dua orang yang datang belakangan,membungkukkan kepalanya tanda hormat,kemudian salah satu dari keduanya berkata:
"ketua,bagaimana ini?"
"Penjagaan nya begitu ketat."
"Kita tidak bisa begitu saja menerobos ketua."
Seseorang yang dipanggil ketua tadi menganggukkan kepalanya tanda setuju,
"Kamu benar.."
"Tunggu hingga mereka semua tertidur,"
"Kita gunakan sepenuh nya senjata andalan kita."
"Hari ini kita harus berhasil menculik putra dari kepala desa jangyi dan putri dari adik nya tangli.''
"Waktu kita sudah tidak banyak lagi,"
Ucap ketua itu seraya memicingkan matanya,merencanakan sesuatu.
****
__ADS_1
Bersambung..