
Sehari penuh shing ming bermalam di markas keabadian yang baru saja terbentuk,sudah banyak arahan yang tercipta atas prakarsa dari shing ming,
Pengaturan kelompok keabadian telah sepenuh nya dikendalikan oleh nya,hingga peningkatan kekuatan para anggota kelompok,serta peningkatan sumber daya nya.
Saat ini ketua jing sebagai bawahan telah sepenuh nya menundukkan wajah mengabdi kepada shing ming.
Bertanggung jawab penuh,atas kemajuan dan kemunduran kelompok keabadian.
**
Pagi hari
hari ini cuaca terlihat cerah,suara burung berkicau menyambut pagi yang mulai merayap.udara penuh kesejukan menjelma,menyatu dengan dingin yang semakin memudar terguyur sinar mentari,
Semilir angin sepoi sepoi menguatkan jiwa yang makin menipis termakan waktu.
Matahari pun mulai malu malu menampakkan sinar nya dari ufuk timur,kian meninggi menghiasi terang gunung huashan.
Suasana tampak hening di sekitar markas keabadian,hanya ada beberapa anggota kelompok yang berlalu lalang menjaga pintu gerbang,
Pagi ini merupakan waktu bagi shing ming untuk meninggalkan markas,melanjutkan perjalanan nya dari kaki gunung huashan menuju ke kota hangzhou,tempat dimana dia harus menemukan rumput pembalik.
Shing ming sengaja melangkah seorang diri keluar dari kamar nya,dia berlalu menuju halaman untuk melihat suasana desa ini sebelum pergi dari sini,
Dengan penuh ketenangan dia menginjakkan kaki,setapak demi setapak menelusuri jalan seraya menghirup udara dengan bebas,mengambil nafas.
Dalam laju nya,tak henti henti nya dia memuji keindahan desa ini,kesejukan serta keragaman suasana nya,begitu baik kian menambah kenyamanan bahkan menguatkan energi qi mengalir lurus ke dalam dentian nya.
Tak heran,jika tempat ini dijadikan markas terbaik oleh kelompok penghisap darah.
Markas ini merupakan sebuah dataran yang memiliki lokasi lebih tinggi, aliran energi nya begitu pekat, sehingga tempat ini sangatlah cocok untuk seorang pendekar yang sedang memulai latihan dalam peningkatan kultivasinya.
"Tuan muda, tunggu aku,!"
Sebuah suara menghentikan langkah shing ming, tatkala ada suara yang sangat dia kenal memanggil nya,
__ADS_1
Spontan Shing ming menoleh kearah suara tersebut.
"Nona nuan, kamu juga sudah bangun?"
Ucap shing ming seraya tersenyum kecil ke arah putri nuan.
Tanpa menjawab,putri nuan hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan,kemudian melangkah mendekati pemuda yang dipanggil nya itu yang tengah berdiri terpaku tidak jauh dari nya.
"Tuan muda mau kemana?"
Ucap putri nuan dengan sedikit malu.
"Aku hanya jalan jalan,menikmati pemandangan," ucap shing ming singkat.
"Baik lah,kalau begitu aku temani.," ucap putri nuan dengan pelan,seraya menundukkan kepala nya,terlihat sedikit malu.
Shing ming hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya,tanda setuju.
Kedua nya kemudian melangkah dengan pelan,sambil berbicara ringan kedua nya menelusuri markas keabadian seraya melihat lihat pemandangan disekitar desa huashan.
"Bagaimana menurut mu nona?apakah kau setuju dengan pendapat ku?"
Ucap shing ming membuka keheningan,
"Aku tidak ada pendapat tuan muda,"
"Apapun yang tuan muda putuskan,aku pasti menerima,aku hanya ikut saja."
Ucap putri nuan,singkat.
Bagaimanapun dia sangat yakin kepada pemuda tampan yang berdiri di sebelah nya itu,sehingga dia hanya menurut apa perintah dari pemuda yang tak lain adalah shing ming tersebut.
Baginya apapun perintah nya,asalkan masih tetap bersama nya,dia merasa sangat bahagia.
Begitulah cinta,penderitaan nya tiada akhir. 😀🤔
__ADS_1
***
Disisi lain,seorang pria paruh baya dengan seorang pemuda tengah sibuk menyiapkan dua ekor kuda,mereka berdua sedang memilah dan memilih kuda yang terbaik.
Mengurus nya,serta membersihkan pelana dengan sangat hati hati.
"Hunan,apakah kuda ini cocok untuk tuan muda kita,?" ucap pria paruh baya itu menunjuk seekor kuda jantan berwarna coklat,kepada seorang pemuda yang berdiri tepat dihadapan nya,yang ternyata pemuda itu bernama hunan,
Pemuda ini merupakan teman seperjuangan lie jie.dia merupakan seorang ahli dalam bidang pertempuran jarak dekat,senjata utamanya adalah belati,namun tidak hanya itu,dia juga merupakan seorang ahli dalam hal memanah,hampir memiliki kemampuan yang setara dengan teman nya lie jie.
kemampuan nya berbanding sejajar,mereka berdua sama sama kuat,
Namun berbeda hal nya dengan lie jie,hunan lebih mempunyai karakter yang tegas dan rasional,bahkan dia sepenuh nya tidak membantu lie jie ketika penyerangan terhadap shing ming tempo hari,
Dia lebih suka mengakui kekalahan dari pada harus menyerang secara sembunyi sembunyi,baginya menyerang secara sembunyi sembunyi merupakan sebuah aib.
Hal itulah yang hunan tidak sukai terhadap teman nya lie jie.
"Kuda kuda ini sangat bagus dan cocok untuk tuan muda ketua jing."
"Ucap hunan seraya mengelus elus tubuh kuda itu,"
"Kuda ini merupakan kuda terbaik yang kita miliki ketua,kedua nya dapat menempuh perjalanan jauh hingga bolak balik kota hangzhou tanpa istirahat." tambah hunan meyakinkan ketua nya tersebut.
"Baik lah,aku ikuti saran mu,persiapan dengan baik,pagi ini pemimpin kita akan melanjutkan perjalanan menuju kota hangzhou,"
"Sebelum siang,kuda kuda ini harus siap."
Ucap pria paruh baya itu,yang tak lain adalah pengikut shing ming,yang bernama ketua jing,
Saat ini,ketua jing telah diberikan tampuk kepemimpinan oleh shing ming,sebagai ketua tertinggi kelompok keabadian,
Untuk itu,ketua jing berhak mengontrol semua anak buah nya,dan mendidik nya menjadi lebih kuat dan kuat.
****
__ADS_1
Bersambung