
Kepala desa jangyu nampak tersenyum puas melihat kerendahan hati pemuda itu,
Dia mengedarkan pandangan nya,menyaksikan pendekar pendekar hebat yang berada tepat didepan nya.
Dalam hatinya, jangyu berpikir keras,bagaimana cara membalas budi baik dari para pahlawan nya tersebut.
Istri kepala desa jangyu dengan sengaja menyenggol tangan suami nya yang beberapa saat terdiam,wanita paruh baya itu mendekat ke telinga suaminya seraya berkata:
"Jangan bengong saja.suruh tuan muda dan putri Nuan makan"
"Jangan diam saja seperti itu."
Ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah istri kepala desa jangyu dengan berbisik.
Mendengar perkataan dari istri nya itu,jangyu merasa terkejut,kesadaran nya berlahan pulih.
Dengan agak canggung dan terbata bata,kepala desa jangyu membuka suara:
"Tuan muda,nona muda,maaf telah membuat kalian semua tertahan."
"Mari semuanya duduk dulu,ayo silahkan makan seadanya,jangan malu malu."
Ucap kepala desa jangyu seraya memegang tangan shing ming mengajak nya duduk,didepan nya terdapat sebuah meja yang berbentuk persegi yang di atas nya telah penuh dengan berbagai macam hidangan masakan khas desa shengchun.
Mereka semua duduk bersama sembari menyantap semua hidangan yang telah disiapkan,sambil sesekali terlihat senyum merekah diantara mereka,
Suasana penuh keakraban dan kegembiraan tercipta di ruangan itu,beberapa diantara nya nampak bahagia,seperti hal nya putri Nuan yang kebetulan duduk tepat disebelah shing ming.
***
Beberapa saat telah berlalu,hingga akhir dari masakan telah mereka habiskan,tiba saat nya shing ming menatap semua yang berada di sana.
Tampak tangli dan kakak nya kepala desa jangyu sedang membersihkan sisa makanan dan Membawanya masuk keruangan lain untuk dibersihkan.
Shing ming dengan tatapan dalam mulai membuka suara,
"Tuan jangyu dan tuan tangli,''
"Mungkin besok pagi kami akan meninggalkan desa ini untuk melanjutkan perjalanan,"
"Sebelum nya kami sangat berterimakasih kepada tuan jangyu untuk jamuan makan ini,semoga dilain waktu kita bisa bertemu lagi."
Shing ming menangkup kan kedua tangan nya,tanda hormat dan ucapan terimakasih,begitu juga putri nuan dan para bawahan shing ming,mereka semua mengikuti komando dari tuan nya dengan menangkupkan tangan nya serempak.
Jangyu yang melihat sikap dari tamu tamu spesial nya itu hanya tersenyum canggung,sebenar nya masih banyak yang jangyu ingin utarakan,namun karna ada beberapa hal yang membuat nya harus menahan semua pertanyaan yang dia simpan.
Dengan menganggukkan kepalanya,berlahan kepala desa jangyu mendekati shing ming seraya berkata:
"Tuan muda pintu rumah ini selalu terbuka untuk anda semua,"
__ADS_1
"Saya sebagai kepala desa Shengchun berhutang budi baik kepada tuan muda shing ming,nona nuan dan tuan tuan yang lainya,"
Mungkin budi ini tidak bisa kami balas,namun kami percaya niscaya karma baik akan selalu mengikuti tuan muda dan tuan tuan semuanya.
"Tangli antarkan tuan muda shing ming,dan yang lainya ke kamar,berikan pelayanan yang terbaik buat mereka semua."
Ucap jangyu seraya mengalihkan pandangan nya kepada adik satu satu nya tangli.
"Baik kak."
"Mari tuan muda,saya antar,"
Ucap tangli seraya berjalan ke depan memimpin jalan.
Mereka berjalan beriringan menyongsong hari yang mulai gelap.
Shing ming dan putri Nuan masuk kedalam kamar nya masing masing,sedangkan dua sahabat nya yaitu ketua jing dan geo,masuk kedalam alam dunia yang berada di alam jiwa shing ming.
***
Disisi lain,seorang pendekar tengah lari terbirit birit,dengan langkah gontai pria itu masuk kedalam sebuah rumah yang nampak kecil,
Rumah itu tersembunyi dibawah kaki gunung,yang beratus ratus tombak jarak nya dari rumah warga sekitar.
Dinding nya terbuat seluruh nya dari balok kayu yang disusun bertingkat,dinding nya dipenuhi dengan tumbuhan liar yang tumbuh merambat di sebagian besar tembok nya,hingga menutupi sebagian rumah itu.
"Gawat tuan"
Ucap seorang pendekar yang baru saja berlari tersebut,dia menerobos masuk melewati pintu tanpa mengetuk.rupanya dia ingin melapor kepada seseorang yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi sehingga layak untuk dipanggil tuan.
Seorang pria paruh baya keluar dari sebuah kamar khusus,orang itu mempunyai tubuh yang kekar,dengan tatapan mata yang sangat tajam,dibawah hidung nya terdapat kumis yang panjang hingga menyentuh janggut,di kepala nya tidak satupun tumbuh rambut,bisa dikatakan bahwa orang tersebut botak.
"Ada apa bawahan lie,kenapa kau terburu buru seperti itu,"
"Katakan lah dengan tenang."
Ucap seseorang yang diyakini pendekar yang baru masuk itu yang merupakan atasan nya dengan suara yang berat,nampak berwibawa.
"Tuan aiguo,ketua kaibo telah tewas,dia dibunuh oleh seseorang."
Ucap seseorang bernama lie tersebut seraya menunduk kan wajah nya.
"Ketika saya sampai disana,markas kita telah rata dengan tanah,semua kelompok kita juga sudah mati terbunuh,anak anak yang berhasil kita culik sudah diselamatkan oleh pemuda itu tuan..."
Ucap Nya,yang merupakan anggota dari kelompok penculik,pimpinan dari ketua kaibo tersebut.
Anggota yang melapor itu bernama lie ji,dia merupakan anggota rendahan yang bertugas sebagai pesuruh dan pengantar anak anak yang berhasil diculik komplotan nya.
Setelah anak anak terkumpul didalam markas cabang,tugas nya yaitu membawa anak anak tersebut kedalam markas utama,dan seterusnya dilanjutkan ke sekte darah iblis untuk di eksekusi disana.
__ADS_1
Seseorang yang dipanggil tuan aiguo tersebut berdiri dengan tatapan marah,sebuah meja yang tepat berada disebelah nya remuk redam ketika sebuah tangan besar menghantam nya.
Tidak membutuh kan waktu yang lama untuk menghancurkan benda tersebut.
"Bangsat"
"Siapa yang berani membunuh adik ku."
Ucap aiguo yang ternyata adalah kakak dari ketua kaibo,dengan tatapan yang kejam,haus akan niat membunuh.
poin##
Aiguo ini merupakan seorang pemimpin puncak dari kelompok penculik yang bernama kelompok penghisap darah.
Mereka sangat kejam dan bengis,semua perintah berasal dari pemimpin puncak nya,yakni ketua aiguo yang tak lain adalah kakak kandung dari ketua kaibo.
"Saya tidak tahu tuan,yang jelas pembunuh ketua kaibo masih muda,dan mempunyai wajah yang tampan,"
"Disamping itu,mereka datang bersama dengan ketua jing dan 2 rekan lainya,yang satu perempuan berwajah cantik,dan satu nya lagi laki laki berperawakan sedang namun sangat kuat"
"Mereka berjumlah 4 orang tuan."
Ucap lie ji menjelaskan secara detil seraya menundukkan kepala tanda ketakutan yang dalam.
ketua aiguo menggebrak meja untuk yang kedua kali nya,hingga meja yang terbuat dari kayu jati itu hancur tak tersisa.
"Dasar penghianat,"
"ketua jing kamu sudah berani menentang perintah,"
"kamu harus mati ditangan ku."
Ucap ketua aiguo tersulut amarah yang semakin menjadi jadi.
"Bawahan lie jie,kumpul kan anggota kita,selidiki pemuda itu,"
"Kabarkan secepat nya padaku jika kalian sudah mendapat kan informasi."
"Aku akan membunuh nya dengan tangan ku sendiri."
ucap ketua aiguo geram,dengan mata yang melotot.
"Baik tuan aiguo,saya laksanakan perintah anda."
Ucap seorang pemuda yang bernama lie jie itu,seraya meninggalkan junjungan nya yang masih berdiri mematung.
****
Bersambung.
__ADS_1