Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Kembali ke desa Shengchun


__ADS_3

Setelah beberapa saat, putri Nuan keluar dari ruangan nya,dia nampak segar bugar.sorot mata nya jernih menandakan bahwa dia sedang dalam suasana hati yang baik.


Putri Nuan mengenakan gaun panjang berwarna biru yang menjuntai hingga dibawah mata kaki,menambah kesan anggun, mempesona,


Dileher nya terdapat manik manik yang berwarna biru es,terbuat dari batu Jade yang dibekukan selama ribuan tahun,hingga nampak serasi dengan gaun yang dipakai nya.


Rambut nya hitam sebahu dibiarkan berderai begitu saja,dengan dua ikat rambut yang di kucir memanjang kebelakang,


Putri Nuan berjalan mengiringi ruangan, keluar dari istana mencari keberadaan pemuda yang dikasihinya itu.


Nampak seorang laki laki yang sedang duduk-duduk di sebuah gazebo dekat taman ,memandangi air yang mengalir dengan jernih yang membentuk sebuah kolam luas dengan beberapa Bunga teratai diatasnya,


Begitu indah begitu nyaman.


Ditambah semilir angin sore yang menerpa sebagian wajah nya,betapa keindahan suasana yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.


Putri Nuan berjalan mendekat,langkah nya tidak gontai seperti kemarin,dengan kokoh dan tenang dia berjalan seraya menanggalkan senyuman tercantik nya lalu menyapa:


"Tuan muda,saya mencari mu."


"Ternyata kamu disini."


Ucap nya perlahan,hingga menambah pesan misteri yang susah untuk di cerna.


Shing ming menoleh ke asal suara tersebut.


Dengan hati hati dia beranjak dari tempat duduk nya,menatap dengan ragu wanita cantik yang ada didepan nya itu.


"Nona,kamu sudah pulih? "


Ucap nya sedikit terkejut melihat wajah anggun tepat di matanya.


Putri Nuan hanya tersenyum kecil seraya menganggukkan kepalanya,


"Saya sudah pulih tuan muda, terimakasih atas pertolongan nya."


Ucap putri Nuan dengan menundukkan kepala.


Shing ming hanya terpaku,dia merasa kikuk,dia belum terbiasa akan suasana kedekatan dengan seorang wanita.


Dia menghela nafas panjang,mencoba setenang mungkin.


"Baik lah,kalau Nona nuan sudah sembuh,"


"Ada baik nya kita segera menyusul sahabat sahabat kita."


"Kita lekas menemui geo dan ketua jing."

__ADS_1


"kita akan kembali ke desa Shengchun,kemudian dalam waktu dekat,melanjut kan perjalanan."


"Bagaimana menurut mu nona?"


Ucap Shing ming mencoba memahami kondisi putri Nuan,serta merencanakan perjalan nya yang beberapa hari ini sempat tertunda.


Putri Nuan yang mendengar perkataan dari pemuda tampan itu hanya menurut seraya menganggukkan kepalanya.


Dihatinya tidak ada tujuan lain selain hanya mengabdi dan mengikuti kemanapun pemuda itu menapak kan kaki nya.


"Baik lah,mari kita bersiap."


Ucap Shing ming singkat,


Shing ming kemudian merapal kan sebuah mantra,mengikat putri Nuan dan pergi meninggalkan istana dunia.


Dalam satu tarikan nafas, mereka berdua hilang dari tempat itu,dan dalam satu tarikan nafas berikutnya,


Shing ming dan putri nuan muncul di gerbang desa Shengchun,seberkas cahaya menyeruak ,di awali dengan terbentuknya dua sosok tubuh yang berdiri berdekatan,


Pada saat itu semua warga telah kembali kerumahnya masing masing,begitu juga dengan geo dan ketua jing,mereka berdua mengikuti kepala desa jangyu menuju ke kediaman nya,sembari menunggu kedatangan Shing ming dan putri Nuan.


Bagi kepala desa jangyu,dua orang tersebut merupakan tamu istimewa yang berhasil menyelamatkan putra nya.


Pantas bagi kepala desa jangyu untuk memperlakukan keduanya dengan sangat baik,serta mengadakan perjamuan sebagai ungkapan balas Budi.


Hingga pada akhir nya kepala desa jangyu merasa sedikit bersalah atas peristiwa buruk yang di alami oleh putri Nuan.


Namun geo menenangkan nya dengan meyakinkan,bahwa putri Nuan dan tuan muda nya itu dalam kondisi baik baik saja.


Disisi lain,


Shing ming dan putri Nuan melangkah bersama menuju kerumah kepala desa jangyu,sebenar nya,dia bisa saja muncul disana,namun dia tidak ingin memperlihat kan kepiawain nya, shing ming hanya ingin menjaga sikap.


Dia ingin menjaga keakraban dengan menyembunyikan identitas nya.


Tak berselang lama mereka berdua sampai di depan rumah kepala desa jangyu,disana sudah ada tangli yang berdiri mematung.


"Tuan muda,nona muda,anda berdua sudah krmbali?"


Ucap pria paruh baya itu dengan ramah,seraya mengukir senyuman kepada kedua tamu tersebut.


Shing ming membalas nya dengan tersenyum kecil,dia menganggukkan kepalanya lalu berkata:


"Tuan tangli,jangan begitu sungkan."


"Dimana kepala desa jangyu dan lainya?"

__ADS_1


Ucap shing ming mengakrabkan diri,dia berjalan mendekati pria paruh baya tersebut.


"Tangli bergegas menyambut nya,"


"Mereka ada didalam tuan muda,"


"Ayo masuk,mari saya antar,"


Ucap tangli seraya memimpin jalan,


Mereka bertiga akhirnya masuk kedalam rumah kepala desa jangyu yang masih ada beberapa sudut ruangan yang rusak,dan dalam proses pembenahan,


Melihat kedatangan shing ming dan putri Nuan,geo beserta ketua jing berdiri tegak menyambut kedatangan mereka berdua seraya mengepalkan telapak tangan nya tanda hormat,


Geo dan ketua jing,tersenyum cerah,melihat tuan muda bersama nona nuan baik baik saja.


Hal yang membuat mereka berdua khawatir sirna sudah, berganti dengan rasa takjub yang amat dalam.


Kepala desa jangyu beserta istri dan anak nya tiba tiba muncul dari ruangan lain,sembari membawa beberapa makanan,mereka segera menghidangkan diatas meja,kemudian bergegas mendekati shing ming dan putri Nuan yang tengah berbicara ringan kepada geo dan ketua jing.


"Tuan muda,anda dan putri Nuan baik baik saja kan?"


Shing ming tersenyum melihat kedatangan pria paruh baya dengan diikuti oleh istri dan anak nya itu,


"Tuan muda,kami mengucapkan terimakasih atas bantuan mu,akhirnya desa kami bisa terbebas dari kelompok penculik tersebut,"


"Kami semua sangat senang."


Tuan jangyu beserta keluarga merapatkan diri,seraya menangkupkam kedua tangan nya,mereka semuarga menundukkan tubuh nya 90 derajat,tanda penghormatan yang tinggi.


Shing ming membalas nya seraya menangkupkan tangan nya kepada kepala desa janyu,dengan tatapan dalam shing ming kemudian berkata:


"Tuan jangyu,jangan terlalu sungkan,"


"Ayo...bangun lah.."


"Ini bukan semata mata karena aku,namun semua ini berkat ketiga temanku,goe,ketua jing dan Nona Nuan."


"Jadi aku harap,kepala desa jangyu jangan salah sangka."


Ucap shing ming merendah,meskipun semua itu berakhir berkat shing ming,


Namun dalam hal ini berbeda,meskipun dia mempunyai ketrampilan bela diri tinggi dan juga berwawasan luas,shing ming tidak mau menyombongkan diri nya.


Bagi nya,tidak ada yang bersifat abadi,selain pengorbana yang tulus dan di sertai dengan kerja sama yang baik diantara bawahan nya.


****

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2