
Putri Nuan menatap dengan dalam pemuda itu,rasa kasih nya ber tambah besar kepada nya,namun sekuat apapun rasa itu,dia sedikit pun tidak berani mengungkapkan nya kepada shing ming,didalam otak nya banyak sekali tersirat beribu ribu pertanyaan yang belum ada jawaban nya,
Shing ming beranjak dari tempat itu,menatap pepohonan yang begitu lebat dihadapan nya.
Hingga beberapa saat mereka disana,mereka berdua hanya terdiam menikmati keindahan bukit yang mereka singgahi,
"Nona nuan,bagaimana?apakah kita bisa melanjutkan perjalanan lagi?"
Ucap shing ming membuka percakapan,sembari membalikkan badan nya menatap seorang wanita cantik yang berada dibelakang nya itu,
Suara itu menyadarkan lamunan nya,sembari menganggukkan kepala,putri nuan berkata;
"Baik,saya sudah siap,ayo kita lanjutkan,"
Putri Nuan berdiri dari tempat nya,berjalan mendekati shing ming,
Sebenarnya shing ming tidak ingin memaksa putri nuan untuk bersusah payah mengikuti nya," namun janji harus ditepati," bathin shing ming,
"Nona nuan,bagaimana kalau kamu masuk kedalam dunia jiwaku,kamu bisa beristirahat disana,sembari memulihkan kekuatan mu?"
Shing ming berusaha tulus melindungi sahabat nya,bagaimanapun juga dia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga keselamatan nya,
Putri nuan menggelengkan kepalanya,seraya berkata,
"Tidak perlu,saya sudah pulih,kita bisa melanjutkan sekarang,"
"Nanti ketika dibutuhkan aku akan beristirahat dengan mu disana,"
Shing ming hanya bisa tersenyum kecil menatap tekad kuat sahabat nya itu,shing ming mengangguk kan kepalanya,kemudian dia bersiap seraya melompat ke angkasa meneruskan perjalanan.
__ADS_1
Putri Nuan secepat kilat,mengikuti lompatan shing ming,hingga berhasil menyusul berada tepat disebelah nya,
****
Disisi lain,
Lie jie bersama tim nya,bergerak dengan kecepatan tinggi menuju gunung huashan,
Mereka memacu kecepatan nya,tanpa beristirahat sedikit pun,tujuan nya hanya satu yaitu ingin menghadang pemuda dan wanita itu ketika mereka sampai di gunung huashan,
"Lie jie,apa sebaik nya kita lapor komandan dulu melalui telepati," ucap hunan memberikan saran,
"Kita tidak bisa membiarkan pemuda itu lolos untuk yang kedua kali nya kan?" tambah hunan menjelaskan,
Lie jie yang mendengar saran dari rekan nya itu,menganggukkan kepalanya tanda setuju,dia menoleh kearah hunan seraya berkata," baik lah..,saran mu masuk akal,lapor lah kepada komandan tang,untuk menghadang dua remaja itu,"
"Ceritakan dimana posisi kita😙,dan siapa pemuda itu."
Lie jie menatap langit dengan geram,niat membunuh nya sangat kuat,hingga diantara teman teman nya tidak ada yang bersuara sama sekali,
***
Disisi lain,markas kelompok penghisap darah.
Seorang pria paruh baya sedang berlatih di sebuah ruangan kosong yang cukup luas,ruangan itu biasa di sebut,wisma markas,dia menjajal kemampuan nya bersama para bawahan ,latihan ini rutin mereka lakukan setiap hari,agar mereka menjadi kuat dan tak terkalahkan.
Pria paruh baya itu tidak lain adalah komandan tang,Salah satu petinggi kelompok penghisap darah.
wisma ini mempunyai tempat yang begitu luas,ruangan nya berbentuk persegi empat,tanpa sekat didalam nya,
__ADS_1
Para anggota kelompok biasanya melakukan aktifitas fisik ditempat ini,bahkan ada sebuah arena yang mirip sebuah panggung untuk melakukan adu kekuatan,sarana menguji ketahanan fisik
Komandan tang lalu duduk bersila,dia merasakan sesuatu yang berbisik didalam alam bathin nya,pikiran nya memfokus kan diri terhadap mata bathin nya,setiap inci tubuh nya bergetar merasakan sebuah suara yang menggema di alam sadar nya,
Suara itu terdengar nampak jelas di dalam ingatan komandan tang,dia menganggukkan kepalanya tanda paham atas sebuah laporan dari bawahan nya,
komandan tang membuka matanya seraya berdiri dari tempat itu,
"Pasukan!! persiapkan diri kalian,"
"Hari ini kita akan kedatangan tamu,mari kita sambut mereka dengan membunuh nya,"
Ucap komandan tang jelas,hati nya bagai tercabik cabik ketika bawahan nya melaporkan mengenai keberadaan dan juga identitas pemuda itu,
"Bagi kalian semua menjadi 10 kelompok,kemudian menyebar lah,"
"Tangkap hidup atau mati seorang pemuda pemudi yang akan memasuki gunung huashan ini,"
"Ingat,jangan bekerja sendiri,kalian harus bekerja sama,pemuda ini sangat berbahaya,"
Ucap komandan tang menjelaskan secara spesifik,baginya pemuda itu merupakan sebuah benalu yang harus disingkirkan,karena jika tidak,bisa jadi dimasa depan akan menjadi sumber masalah bahkan malapetaka bagi kelompok nya.
"Baik komandan," ucap para pengikut itu serempak,
Sekitar 120 orang mulai membentuk sebuah tim dengan 1 ketua operasi,mereka semua berjalan berkelompok menuju titik titik penting jalan menuju gunung huashan,sampai jalan keluar menuju kota Hangzhou,
Semua titik titik itu dikoordinir dengan sangat baik,dijaga dengan ketat,bahkan bisa dikatakan tidak ada mahluk satu oun yang akan berhasil lolos dari pantauan nya.
Dengan bermodalkan tombak dan panah,mereka semua sangat optimis dapat mengalah kan bahkan membunuh pemuda itu.
__ADS_1
****
Bersambung