Takdir Sang Penguasa

Takdir Sang Penguasa
Berburu


__ADS_3

Hari menjelang pagi,udara menembus kedalam gua,cahaya sinar sang mentari menyeruak masuk ke sela sela dinding gua itu,shing ming membuka matanya,melihat lihat di sekitar.


Dengan takjub dia merasakan perasaan yang sangat segar,tubuh yang sebelum nya berat dan sakit,sekarang terasa ringan dan sangat fres


"Apakah ini kondisi memasuki ranah alam jiwa,sungguh sangat berbeda dan menyegarkan."


"Aku menjadi lebih kuat dan kuat.,gumam shing ming didalam hatinya.


"Duh perutku..laparr sekali!!,.gerutu shing ming,sambil memegangi perut nya yang mulai melilit,karna hampir dua bulan ini shing ming jarang makan,


Dia terlalu fokus dengan latihan nya,sambil berdiri dia bergegas keluar dari goa itu mencari hewan liar untuk sarapan pagi nya.


Shing ming berjalan keluar dari gua,kemudian melesat masuk ke dalam hutan..


**


Perlu diketahui,hutan ini merupakan hutan yang sangat luas,


Dilapisan terdalam hutan ,banyak dijumpai hewan hewan roh atau siluman tingkat tinggi.


kadang banyak para pendekar yang berburu untuk mencari inti jiwa dari hewan itu,inti jiwa ini juga sering disebut kristal jiwa,.


Bagi para pendekar,inti jiwa ini sangat berguna untuk sumber daya meningkatkan ranah kultivasi..


Kalau pun tidak dibutuhkan,inti jiwa ini dapat diperjual belikan ataupun untuk bahan barter,harga dari inti jiwa ini tergantung dari besar dan kecil nya tingkatan hewan roh tersebut.


Semakin besar tingkatan roh nya,maka harga nya akan semakin mahal...


Namun banyak juga para pendekar malah di buru buruan nya,meraka terkadang berburu hanya mengikuti nafsu,jadi tidak memikirkan resiko yang didapat nya,sehingga banyak pendekar yang harus meregang nyawa bahkan menjadi makanan para hewan siluman itu.


Sebagian besar mereka datang kehutan ini dengan tidak mempunyai persiapan yang matang,mereka tidak mempunyai kuantitas diri yang bagus,mereka hanya mengandalkan keberuntungan.


Para pendekar ini terkadang datang sendiri,bahkan ada yang berkelompok,dengan alat seadanya mereka mencari hewan untuk diburu.


Tapi beberapa kejadian di waktu yang lalu,sekitar sepuluh pendekar tewas karna di terjang mangsanya,akhirnya beberapa saat ini jarang ada pendekar yang melakukan perburuan,mereka takut kehilangan nyawanya.


Sehingga hutan ini menjadi sepi.


***


Shing ming mengedarkan pandangan nya mencari hewan yang bisa ditangkap untuk segera dibakar dan dimakan,hanya sekedar untuk mengganjal perut nya.


Sambil naik keatas pohon,dia melihat keadaan di sekitar,siapa tahu ada hewan yang sedang berkeliaran,,


Didalam semak semak,shing ming melihat pergerakan.


Terlihat due ekor tupai yang sedang berlarian meloncat dari dahan satu ke dahan yang lain.


"Wah kesempatan yang bagus"bathin shing ming seraya meninggalkan senyum nya.

__ADS_1


Dengan dua tarikan nafas,pedang langit melesat memotong kedua kepala hewan itu.


Slasss...buk..buk..


Kedua hewan itu terjatuh ketanah,


Dengan segera shing ming mengumpulkan hewan itu dan beberapa dahan,membuat api,dan membakar kedua nya....


Dengan rakus shing memakan kedua nya tak bersisa.


"Ahh.."


"kenyang"..gumam shing ming sambil mengelap mulut nya yang berminyak.


Namun tiba tiba tanpa disadari,sebuah bogem mentah menghantam tubuh nya,shing ming terpental jatuh berguling guling sambil mengeluarkan seteguk darah.


Dihadapan nya terpampang jelas seekor hewan yang tinggi dan besar,berwana coklat emas sambil memegang sebuah tongkat emas berukir naga..


Hewan itu mirip kera,namun mempunyai badan yang besar..,


orang orang sering menyebut nya gorila atau raja kera.


Banyak para pendekar segala usia baik muda dan tua terbunuh ditangan nya.


Dikota ini,kabar kehebatan raja kera sudah melegenda,hal itulah yang sangat ditakuti para pendekar pemburu,lebih baik lari menyelamatkan diri dari pada berspekulasi melawan nya,karna hasil akhir nya pasti akan kalah dan mati..


"Lancang sekali kau anak manusia."


"Berani sekali kau membunuh hewan di area kekuasaanku"..ucap raja kera itu melotot.


Mendengar jika hewan itu dapat berbicara,shing ming memprediksi kalau hewan ini sudah mempunyai tingkatan yang sangat tinggi,mungkin setara dengan nya,atau mungkin lebih tinggi satu tingkat dengan nya...


Shing ming teringat dengan pembicaraan orang orang di kota mengenai hewan itu,sungguh hewan yang buas,kuat dan mematikan..


Ternyata hewan ini bukan legenda atau cerita khayalan,tapi benar benar ada,gumam nya.


"Duh sial..sial..sial...kenapa harus ketemu dengan monster ini," bathin shing ming mencoba menghindar.


"Aku harus melarikan diri secepat nya,karna aku rasa akan sangat sulit untuk mengalahkan nya" bathin shing ming sambil mempersiapkan jurus langkah seribu,tanpa menjawab pertanyaan raja kera tersebut..


Shing ming segera memutar badan, mengumpulkan semua kekuatan nya dan langsung melesat dari tempat itu,dia mencoba lari secepat mungkin menghindar.


Namun sayang,seribu kali sayang,tongkat emas gorila yang dipegang nya tadi menyusul melesat memukul punggung shing ming,hingga shing ming jatuh berguling guling ketanah...


Raja kera itu bergerak melesat mendekati shing ming.


"Mau lari kemana kau,!!


"Kau harus mati hari ini",ucap raja kera itu.

__ADS_1


"Apa boleh buat,hewan ini harus aku lawan,meski sampai titik darah penghabisan".gumam shing ming menyemangati dirinya.


Shing ming memasang kuda kuda nya,dia segera mengeluarkan pedang artefak langit andalan nya,dengan tanpa ampun,dia melepaskan jurus pedang terbang.


Tang..ttang..cring.


Bunyi suara pedang dan tongkat emas bersaut sautan.


Jurus demi jurus telah dikeluarkan.


Pertempuran sengit menggema.hutan yang awal nya indah,kini berserakan.


Banyak pohon pohon yang tumbang dibeberapa bagian,


kawasan ini hancur berantakan dan hasil nya shing ming mulai terdesak.


Dengan lincah nya raja kera itu sanggup menghindari serangan ber tubi tubi dari shing ming.


Pedang langit melesat bagaikan angin menghantam tubuh raja kera itu,tapi pedang itu seakan akan tumpul,karna belum bisa menembus kulit raja kera tersebut.


Malah sekarang posisi nya berganti,shing ming merasa tersudut karna tongkat itu dapat berubah menjadi besar dan besar,


Beberapa kali shing ming dibuat kewalahan hingga terpental.


Dia memuntahkan seteguk darah untuk yang kedua kali nya.


Tanpa menyerah shing ming terus menyerang dan menyerang,dia mencoba mematahkan pertahanan lawan nya.


Dengan menggabungkan antara jurus pedang dengan mantra formasi serta mantra perlindungan,shing ming bisa menghirup nafas dengan lega,pasal nya serangan ini bisa sedikit membantu mengecoh raja kera tersebut.


Shing ming memasang kuda kuda nya melawan lebih serius lagi,dia mencoba menggunakan jurus andalan nya,yaitu jurus pedang pemecah bayangan..


"Semoga jurus ini berhasil",gumam shing ming seraya menggigit giginya geram.


Jurus pamungkas...jurus pedang pemecah bayangan...


shing ming mengarah kan pedang nya ke tubuh raja kera itu,kemudian dengan cepat ribuan pedang melesat ke arah raja kera tersebut,


boom...


Serangan itu menghantam ruang kosong..


Ternyata raja kera sudah menghilang dari tempat dimana dia berdiri.


"Sial sial"...gerutu shing ming sambil memasang kuda kuda nya kembali.


***


Bersambung men..

__ADS_1


__ADS_2