
Shing ming berjalan berdampingan dengan tetua ye,mereka mengakrabkan diri dengan mengobrol ringan.
shing ming memasuki pelataran dalam,kedua nya kemudian melangkah memasuki kediaman pribadi patriak.di kamar itu,ayah shing ming sedang tidur menengadah,disampingnya nya berada seorang wanita cantik sedang menangis tersedu sedu.wanita cantik itu tak lain adalah ibunda shing ming.
Shing ming mengedarkan pandangan nya,shing ming menemukan ibunya yang sedang tertunduk lesu sambil sesekali mengusap air matanya yang terus jatuh.
Perasaan shing ming berkecamuk tak karuan,dia mendekati ibunya seraya berlutut.
Ibu..ada apa ibu?
"Anakku..ka kamu sudah pulang,?tanya ibunda shing ming terbata bata ,kemudian segera melemparkan kepalanya memeluk erat shing ming.
ibu shing ming menangis sejadi jadi nya..
"ayahmu nak...ayahmu...
Belum selesai berbicara shing ming menyahut perkataan ibunya,
Ayah kenapa bu?tanya sing ming sambil memandangi ayah nya yang sedang tidur tak bergerak.tanpa terasa shing ming meneteskan air mata,shing ming tahu kejadian buruk pasti terjadi pada ayah nya.
"nyonya qiao,tenangkan dirimu,ucap tetua ye pelan.
__ADS_1
Tuan muda,kemari lah,ada sesuatu yang ingin saya katakan padamu,tambah tetua ye.
shing ming melangkah mendekati tetua ye,kemudian mereka berdua meninggal kan kediaman pribadi patriak,menuju ke taman.
Tuan muda shing,ada yang ingin tetua sampaikan padamu,namun saya mohon,tuan muda shing jangan terbawa emosi,bahwasanya emosi itu akan merusak pola pikir anda,untuk menjadi pendekar yang hebat,tuan muda harus bisa mendisiplinkan amarah ,agar tuan muda bisa berfikir dengan tenang,dan mengambil keputusan dengan tepat.
Baik lah tetua ye,mohon ceritakan yang sebenar nya,apa yang terjadi dengan ayahku?pinta shing ming penuh dengan ketenangan.
Shing ming sudah mulai bisa mengontrol emosinya,karena dia berfikir,tak akan ada gunanya marah pada saat ini,karena marah akan memperkeruh masalah.
Tetua ye mulai menceritakan runtut kejadian nya..
Sekitar 100 pasukan dan patriak sekte datang kesini,patriak dari utusan sekte darah iblis itu bernama patriak su,dia menantang ayahmu untuk duel hidup dan mati di arena.karena tidak ingin adanya pertumpahan darah,ayahmu menyetujui nya.
Sebenar nya saya sudah melarang nya,karena saya tahu mereka sangat licik,pasti mereka merencanakan sesuatu.namun sekeras apapun saya menasehati ayahmu,ayahmu tetap ingin melanjutkan perang tanding dengan patriak itu,karena saya sangat tahu sifat ayahmu,maka saya hanya bisa mengawasi duel hidup dan mati itu secara adil .
Tiba waktu pertandingan,ayah mu mulai menggempur patriak su,serangan ayahmu sangat dahsyat dan mematikan,semua jurus jurus yang ayahmu mainkan sangat lah sempurna,hingga patriak su terdesak.
Namun sayang,ketika ayahmu menggunakan jurus mematikan,entah apa yang terjadi,ayahmu memuntahkan banyak darah,tapi naas bagi patriak su,dia terkena jurus mematikan dari ayahmu,dan seketika itu juga patriak su tewas ditempat.
Saya melesat mendekati ayahmu,saya membawanya ke kamar pengobatan untuk segera mendapatkan penanganan,setelah diperiksa tabib ternyata ayahmu telah diracuni.
__ADS_1
Racun itu dapat mematikan saraf dan merusak meridian nya,hingga akhirnya ayahmu seperti ini.
Tidak cukup disitu tuan muda,pasukan yang dibawa oleh patriak su tidak terima kalau pemimpin nya kalah.
Akhirnya pasukan itupun menyerang sekte pusaka emas ini,mereka menghancurkan apa saja yang ditemui nya.dengan segenap kekuatan ,kami bertempur melindungi sekte ,semua murid dan para penatua lainya bekerja sama menghancurkan pasukan dari sekte darah iblis itu,akhir nya kami bisa menumbangkan mereka semua,namun implikasinya atas kejadian tersebut,banyak sekali dari murid kita gugur.
kami juga berhasil menangkap pengkhianat itu,ternyata pengkhianat itu adalah murid dari sekte darah iblis yang disusupkan di sekte ini,dia menjadi koki pelataran dalam sekte pusaka emas ini.
Tiga hari yang lalu tabib istana datang kesini,dia diutus oleh kakek mu untuk mengobati ayahmu,namun setelah diperiksa tabib itu menyerah,luka dalam ayahmu sungguh sangat parah,setiap inci di meridian nya terluka cukup dalam.racun itu tidak akan membunuh nya tapi merusak nya.
Tabib itu berpesan,untuk mengobati ayahmu memerlukan ramuan yang bahan nya sangat susah,kami telah mencari informasi,tapi hasil nya masih nihil.diantara bahan herbal itu adalah.
-ulat sutra putih yang berumur 1000
tahun.
-Rumput pembalik yang berusia minimal 100 tahun
-empedu kodok emas yang hidup di gunung tibet.
ketiga bahan inilah yang bisa mengembalikan ayahmu seperti sedia kala.bahan bahan herbal lainya yang dibutuhkan sebagai penunjang sudah ada di sekte ini tuan muda
__ADS_1