
Dalam satu kali hentakkan kaki,tambang yang terbalut cahaya petir hilang seketika,ketua penculik itu akhir nya dapat bernafas dengan lega,
Seketika itu,sebuah cahaya muncul dari telapak tangan shing ming dan melesat tepat mengenai dahi ketua penculik tersebut,
Ketua penculik itu diam tak bergerak,
Cahaya itu merupakan segel jiwa,dengan mutlak akhir nya ketua penculik itu sekarang berada dibawah kendali shing ming.
ketua penculik itu bersujud kepada shing ming sembari mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya
"Bangun lah.."
"Mulai hari ini kau harus menuruti perintahku."
"Satu saja kata yang terlintas dari pikiran mu untuk menghianati ku,balasan nya pasti kau akan mati!!!."
Ucap shing ming tegas seraya melambaikan tangan nya,tanda tidak perduli.
Ketua penculik itu tertatih tatih berusaha bangkit berdiri,Namun seluruh kaki nya terasa kelu,sangat sulit untuk digerakkan.
Bersamaan dengan itu,suara langkah kaki mendekati mereka berdua,
Bruk!!
"Tuan muda,tolong kami,,"
"Selamatkan anakku,"
"Putri ku masih kecil,dia tidak berdosa sama sekali."
Ucap salah seorang yang barusan datang,mereka ber lima datang bersamaan dengan raut wajah yang sedih.
Shing ming segera melihat asal suara itu,betapa terkejut nya ketika shing ming menoleh,4 orang dewasa dengan 1 anak anak duduk bersimpuh seraya memohon,meminta pertolongan.
"Tuang jangyu dan tuan tangli,ada apa dengan kalian?"
"Ayo bangun lah kalian semua."
"Semua nya bisa dibicarakan."
Ucap shing ming seraya mendekati kenalan baru nya itu dengan membantu nya berdiri.
"Tuan muda,"
"Anak saya diculik,Nona nuan sedang mengejar penculik itu."
ucap jangyu dengan wajah memelas,beberapa bulir air mata jatuh membasahi pipinya,
Belum juga shing ming menjawab,suara yang familier membuka suara,
"Tuan jangyu maafkan aku,"
"Aku kehilangan jejak penculik itu,"
Dengan menundukkan wajah nya,putri Nuan berkata sembari memohon maaf dengan menangkupkan kedua tangan nya.
"Tuan muda,maaf kan aku,aku telah gagal melindungi mereka." ucap putri nuan memohon maaf dengan tulus.
Shing ming hanya terdiam lesu mendengar ucapan dari teman nya itu.
__ADS_1
Shing ming menatap putri Nuan seraya menepuk pundak nya,kemudian berkata:
"Tidak apa apa,ini bukan salah mu nona."
Dia mulai merenung sebentar,seraya memandangi ketua penculik itu.
"Tuan jangyu dan tuan tangli,"
"Anda jangan terlalu khawatir,aku akan membantu menemukan putri mu kembali."
"Aku sudah menangkap ketua penculik ini,sabar lah..kita pasti akan menemukan nya."
Ucap shing ming menenangkan suasana.
Dia menatap penculik itu lekat lekat kemudian berkata:
"Pak tua,coba ceritakan siapa dirimu,?"
"Dari mana asal mu dan untuk apa kau menculik anak anak yang tidak berdosa ini?"
Dengan ketakutan yang tinggi,penculik itu mencoba duduk,dengan menundukkan kepalanya dia mulai berkata:
"Tuan muda,"
"Maaf kan saya sebelum nya,"
"Nama saya adalah jingmi,didalam kelompokku,saya biasanya dipanggil ketua jing."
Sembari menghela nafas pak tua yang bernama jingmi itu kemudian melanjutkan,
Kami sebenar nya adalah kelompok penculik anak, kami sering disebut sebagai "kelompok penghisap darah"
"Kami mempunyai anggota dimana mana?markas kami ada banyak,dan saya adalah salah satu ketua nya,"
Shing ming sangat fokus mendengarkan cerita ketua penculik itu,
"Apa tujuan mu menculik anak anak dibawah umur ini?apakah kau jual?"
Ucap shing ming mengintimidasi.
Bukan tuan muda..bukan itu tujuan kami,
"Namun kami di utus pimpinan tertinggi kami untuk mencari 100 anak,mereka akan dibawa ke sekte darah iblis."
"Dan dalam waktu dekat ini semua anak harus sudah siap,kami memberanikan menculik anak anak di desa ini karna desa ini jauh dengan kota,"
"Itu semua rencana kami tuan muda."
Deg..jantung shing ming berdetak kencang.dalam hatinya shing berkata,
"Lagi lagi sekte darah iblis."
"Segera aku harus menghancurkan sekte ini."
Shing ming menghentakkan kakinya ke tanah,tanda marah.
Shing ming segera menguasai emosi nya,dia berjalan mendekati ketua penculik itu,dengan penuh ketenangan shing ming kemudian membuka suara,
"Baik lah,aku mengerti sekarang,"
__ADS_1
"Dimana markas mu?,"
"Apakah kau bisa mengantar kan aku kesana?"
"Markas kami berada dikota hangzhao,"
"Namun anak anak yang kami culik masih berada disekitar sini,markas kecil kami berada di bawah bukit,"
"Saya bisa mengantarkan nya kesana,"
"Tapi tuan muda...."
Ucap ketua penculik itu yang bernama jingmi dengan nada ketakutan,
"Tapi apa?" ucap shing ming singkat.
"Tapi disana ada 1 kompi kelompok dengan 20 orang,dan 1 pemimpin kami diatas levelku dengan kekuatan yang mengerikan bersama mereka."
"Saya takut jika tuan muda tidak akan bisa mengalahkan nya."
Jingmi menundukkan kepalanya berkata dengan pelan,ketakutan menguasai nya,dia khawatir jika perkataan nya telah menyinggung shing ming,lebih takut nya lagi jika shing ming tiba tiba merubah haluan dan akhirnya menebas leher nya.
Seraya menunduk kan tubuh nya ke tanah,ketua jingmi berkata:
"Maaf kan saya tuan muda,"
"Ampuni saya,saya memang salah.
Namun saya tidak bisa berbuat apa apa ."
jangyu beserta keluarganya yang mendengar pernyataan dari ketua penculik itu tertunduk lesu,
Tak henti hentinya air mata menetes dari pelupuk mata nya,hingga beberapa kali tangan nya mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya hingga mengering.
Malam berangsur angsur pergi,tanpa terasa hari sudah berlalu,
Shing ming masih kokoh berdiri didepan ketua penculik itu,
Dia mengedarkan pandangan nya,kemudian berkata:
"Nona nuan,kembalilah ke kamar mu,kita akan bersiap,pagi pagi kita akan berangkat ke markas penculik itu,"
Putri Nuan yang mendengar perkataan dari pemuda tampan itu hanya bisa menganggukkan kepalanya,tanda setuju,kemudian berlalu meninggalkan tempat itu,
Shing ming menatap jangyu dan keluarganya,
"Tuan jangyu dan tuan tangli kembalilah ke kamar kalian,beristirahat lah,tenangkan diri dulu,besok pagi aku akan membawa putri mu kembali."
Ucap shing ming meyakinkan.
"Terimakasih tuan muda,budi baik tuan muda,akan selalu kami ingat," ucap jangyu seraya menganggukkan kepalanya,kemudian mereka berlima pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai.
"Ketua jing,kamu ikut aku,besok pagi kita akan berangkat,obati lah dirimu."
Ucap shing ming tegas,seraya memberikan pil pengobatan kepada ketua jing.
"Baik tuan muda,saya patuh."
Ucap ketua jing seraya menerima pil obat itu kemudian menelan nya tanpa ragu ragu.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian berlalu dari tempat itu,meninggalkan kekacauan yang belum di bereskan,
Dengan langkah gontai,ketua jing mengikuti tuan muda nya yang baru itu dari belakang menuju sebuah ruangan kosong yang merupakan kamar nya.