
Jasmin menyiapkan makan malam dengan cepat , karena dia sudah terbiasa melakukannya meski perutnya belum begitu membaik namun Jasmin masih bisa mengatasai rasa sakitnya..
jasmin sudah duduk menunggu Jaafar begitu Jaafar datang Jasmin mengambil makanan untuk Jaafar setelah selesai barulah Jasmin mengambil untuk dirinya sendiri..
" Jas bagaimana dengan perutmu ?" tanya Jaafar di sela sela makan
" Hanya berkurang sedikit " jawab Jasmin lalu melahap makanannya..
membuang nafasnya perlahan
" Kalau begitu setelah makan cepat kembali istirahat " kata Jaafar
Jasmin tersenyum dan mengangguk kemudian mereka kembali melanjutkan makan malam mereka..
begitu selesai Jasmin mengembalikan alat makan ke dapur dan mencucinya..
Jaafar menyiapkan air dan mengambil obat Jasmin..
Jasmin keluar dari dapur dan berjalan menuju ke kamar
" Jasmin kemarilah " kata Jaafar yang tengah duduk di depan televisi
Jasmin memutar badan dan berjalan menghampiri Jaafar
" Duduklah " ujar Jaafar begitu Jasmin sudah dekat dengannya..
Jasmin diam dan duduk di samping Jaafar
" Ada apa Afar ?" tanya Jasmin
memberikan beberapa butir obat
" Ini minumlah, aku sudah mengambil obat ini untukmu " kata Jaafar
Jasmin menerima obat dari tangan Jaafar
" Terima kasih " Ujar Jasmin
begitu obat sudah ada di mulut Jasmin Jaafar memberikan gelas berisi air putih ke pada Jasmin
" Mari kita istirahat " kata Jaafar
" Hmm " kata Jasmin sambil berdiri mereka berjalan menuju ke dalam kamar
Jasmin merebahkan badannya begitu juga dengan Jaafar
" Afar..coba telfon Jihan , aku kangen dengannya " kata Jasmin
" Baiklah tunggu " kata Jaafar kembali bangun dan mengambil kaca mata dan juga ponsel lalu kembali berjalan ke ranjang dan duduk
Jasmin turut duduk begitu Jaafar datang membawa ponsel
Jaafar mulai mencari nomor Jihan dan menekannya
📞 NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF ATAU BERADA DI LUAR JANGKAUAN ".
" Tidak bisa dihubungi " kata Jaafar menatap Jasmin
" Benarkah ??cobalah sekali lagi " pinta Jasmin
Jaafar mengangguk dan kembali menekan nomor Jihan tapi hasilnya sama ..
" Masih sama Jasmin " kata Jaafar
__ADS_1
" Hmm yasudah pak " kata Jasmin pasrah kembali merebahkan badannya
Jaafar meletakan kaca mata dan ponselnya di meja lalu kembali merebahkan badan di samping Jasmin
" Besok kita coba telfon lagi bu, jangan sedih " ujar Jaafar
Jasmin menatap langit langit kamarnya
" Hmm semoga saja besok bisa di hubungi , aku sangat merindukan Jihan sudah sangat lama kita tidak bertemu dengan Jihan " kata Jasmin
" Benar, atau jangan jangan terjadi hal buruk sampai dia tidak pernah memberi kabar dengan kita ?" Jaafar menatap Jasmin mendengar perkataan Jaafar Jasmin juga menatap Jaafar
" Apa yang kau katakan Afar , jangan berbicara yang tidak tidak " menyatukan ke dua alisnya
" Ah maafkan aku Jasmin, aku hanya asal bicara saja " kata Jaafar
" Kamu tahu kan Afar ucapan kita adalah doa untuk anak anak kita," kata Jasmin menatap Jaafar kesal
" Hmm aku menyesal , aku menarik kata kataku , maafkan aku istriku " kata Jaafar meraih tangan Jasmin
" Jangan lakukan lagi Afar " kata Jasmin dengan mata berkaca
Jaafar meraih tubuh Jasmin dan memeluknya
" Aku tidak akan mengulanginya lagi Jasmin , maafkan aku jangan bersedih aku mohon "kata Jaafar mengusap lembut kepala Jasmin
Jasmin mengangguk
Jaafar menatap Jasmin dan kembali meraih tangan Jasmin dan mengenggamnya
" Tidurlah Jasmin , panjanglah umur dan selalu di beri kesehatan " , kata Jaafar kemudian mencium kening Jasmin
" Aku juga berdoa hal yang sama untukmu suamiku " kata Jasmin tersenyum
kemudian Jasmin dan Jaafar terlelap dalam mimpi mereka..
Jaafar membuka ke dua matanya merasa ranjangnya bergetar dan menoleh ke arah istrinya
" Jasmin Jasmin kamu kenapa ??" tanya Jaafar panik melihat istrinya menggigil
" Di dingin sangat dingin A Afar " ujar Jasmin dengan mata terpejam dan suara bergetar
Jaafar dengan cepat turun dari ranjang dan mengambil beberapa selimut dari dalam lemari pakaian dan menutupi tubuh Jasmin
" Bagaimana apa lebih baik ?" tanya Jaafar
Jasmin menggeleng
" Ma sih sang at dingin A Afar " kata Jasmin dengan mata terpejam
Jaafar keluar dari kamar mengambil air hangat dan beberapa selimut dari lemari yang lain dan membawanya ke dalam kamar dan kembali menutupi tubuh Jasmin
" Jasmin aku membawa air hangat, ayo aku bantu untuk minum " kata Jaafar pelan terlihat jelas wajah Khawatir Jaafar
Jasmin menurut dan perlahan minum di bantu oleh Jaafar
Jasmin kembali berbaring dengan banyak selimut menutup tubuhnya..
" Masih tengah malam " gumam Jaafar melihat ke arah jam dinding di kamarnya
Jaafar duduk di samping Jasmin
" Ada apa denganmu Jasmin ", gumam Jaafar mengusap usap kepala Jasmin lembut
__ADS_1
setelah beberapa menit kening Jasmin mulai berkeringat
" Jasmin apa lebih baik sekarang ?" tanya jaafar
tangan Jasmin membuka selimut yang menutupinya
" Afar sangat gerah, tolong kipasi aku " kata Jasmin mengipasi dirinya sendiri dengan tangan
Jaafar hanya menurut dan mengipasi Jasmin
" Jasmin apa yang salah denganmu ?" tanya Jaafar
" Entahlah Afar , aku sendiri tidak tahu " kata Jasmin kening Jasmin bahkan seluruh badannya kini penuh dengan keringat
" Aku kamu mau aku ambilkan air ?" tanya Jaafar
mengangguk cepat
" Hmm aku mau Afar , tolong ambilkan " kata Jasmin Jaafar bergegas keluar dari kamar dan mengambil air minum untuk Jasmin
begitu Jaafar masuk Jasmin sudah berbaring dan memejamkan matanya
" Jasmin minumlah " kata Jaafar
Jasmin menggeleng dengan mata terpejam
tangan Jaafar menyentuh dahi Jasmin
" Astaga Jasmin, badan kamu panas " kata Jaafar panik
Jaafar menyentuh tangan Jasmin
" Bahkan seluruh tubuhmu panas , ada apa denganmu Jasmin " gumam Jaafar
" Kompres aku harus menurunkan panasnya " Jaafar kembali keluar dari dalam kamar mengambil air hangat dan kain untuk mengompres istrinya
" Jasmin ada apa denganmu " kata Jaafar dengan tangan memeras kain lalu meletakanya ke dahi Jasmin
Suhu tubuh Jasmin benar benar panas ,sedangkan Jaafar hanya bisa mengompres Jasmin untuk usaha menurunkan suhu tubuh Jasmin
hampir pukul 3 dini hari Jaafar masih terjaga dan menjaga Jasmin..
" Syukurlah panasnya sudah turun " kata Jaafar dan Jasmin sudah terlelap
Jaafar merebahkan badannya di samping istrinya dengan tangan mengenggam erat tangan Jasmin lalu dengan cepat Jaafar terlelap
matahari sudah terbit membawa cahaya yang terang menyinari bumi..
Jasmin bangun ketika cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamarnya
menggeliat
" Sudah pagi " gumam Jasmin lalu duduk dan menatap Jaafar yang masih terlelap
" Ishh " Jasmin berdesis karena merasa perutnya belum nyaman
mata Jasmin menyapu kamarnya melihat semua selimut bertumpuk
" Kasihan sekali suamiku " kata Jasmin menatap Jaafar
Jasmin dengan perlahan melipat kembali semua selimut merapikanya kembali ke tempat semula setelah selesai Jasmin keluar dari kamar
Jasmin masuk ke dalam dapur membuat sarapan untuk dirinya dan juga Suaminya..
__ADS_1