Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =19


__ADS_3

Kesehatan Jasmin kini sudah lebih baik dan sudah diijinkan untuk pulang..


Jaafar segera melunasi semua biaya rumah sakit selama berada di sana..


Setelah semua administrasi selesai Jaafar kembali masuk ke dalam ruang perawatan Jasmin


Jaafar mengemas semua barang barang dan memasukannya ke dalam tas ransel yang dia bawa sebelumnya..


" Jasmin aku sudah selesai mari kita pulang " kata Jaafar


" Apa kamu yakin Afar ? tidak ada yang tertinggal bukan ??" tanya Jasmin


" Hmm tenang saja, aku pastikan tidak akan ada yang tertinggal " kata Jaafar


Jasmin tersenyum dan berdiri


Jaafar segera memegang tangan Jasmin mereka berjalan dengan perlahan karena


meski kesehatan Jasmin sudah lebih baik namun tetap saja luka jahit di perutnya masih perlu di perhatikan


Jasmin sesekali berhenti saat merasa tidak nyaman dan dengan sabar Jaafar mengikuti Jasmin


kini Jaafar dan Jasmin sudah berada di luar rumah sakit


" Kenapa kita kesini Afar ? bukankah sepeda motor ada di sana " tunjuk Jasmin


" Kita akan naik taksi untuk pulang Jasmin " kata Jaafar


" Taksi ? itu terlalu mahal Afar , dan bukankah sepeda motor kamu berada di sana " kata Jasmin


" Jasmin" Jaafar memandang Jasmin


" Bagaimana aku membawamu naik sepeda motor dengan keadaanmu yang seperti ini, biarlah sedikit lebih mahal namun kamu akan merasa nyaman dan untuk sepeda motorku aku akan mengambilnya besok " ujar Jaafar menerangkan


Jasmin mengangguk


" Baiklah"


Jaafar menghentikan taksi begitu taksi berhenti Jaafar membuka pintu dan membiarkan Jasmin masuk dan duduk terlebih dahulu setelahnya barulah Jaafar masuk dan taksi mulai melaju menuju ke rumah mereka..


*


*


*


Sampai sudah Jasmin di depan rumahnya


Jaafar membantu Jasmin keluar dari taksi setelah Jaafar dan Jasmin turun taksi berlalu pergi


" Aku rindu sekali dengan rumah kita Afar " kata Jasmin masih berdiri di luar rumah memandang ke arah rumahnya


" Hmm mari masuk " kata Jaafar ,Jasmin mengangguk dan mereka berjalan memasuki rumah


" Jasmin lebih baik langsung ke kamar saja " kata Jaafar


" Hmm baiklah " kata Jasmin dan mereka berdua menuju ke kamar begitu sampai di kamar Jasmin duduk di ranjang


" Istirahatlah, aku akan ke kamar mandi membawa semua ini " menjunjung ransel


" Hmm " kata Jasmin dengan senyum


baru saja kaki Jaafar akan melangkah keluar sudah terdengar ketukan pintu


" Afar sepertinya ada yang datang " kata Jasmin


" Tetaplah di sana biar aku saja yang melihat " kata Jaafar berjalan keluar dari kamar dan membuka pintu


setelah pintu terbuka Jaafar tersenyum ramah menyambut tamu yang datang


bukanlah tamu Jauh melainkan para tetangga yang ingin menjenguk Jasmin


semua yang datang di persilakan masuk dan melihat keadaan Jasmin


orang di sekitar rumah Jaafar dan Jasmin nampak kebingungan mencari keberadaan Jaafar dan juga Jasmin, pasalnya Jaafar dan juga Jasmin tidak berkata apapun sebelumnya dan begitu mereka melihat taksi berhenti tepat di depan rumah Jaafar dan Jasmin mereka bergegas mendatangi rumah Jaafar


begitu para tamu Jaafar dan Jasmin pulang Jaafar bergegas ke dapur untuk membuat makan siang untuk Jasmin


" Afar apa aku bisa membantu ?" tanya Jasmin yang sudah ada di depan pintu dapur


" Jasmin , apa yang kamu lakukan di sini ?" tanya Jaafar


" Tidak ada, aku baru saja dari kamar mandi " kata Jasmin


" Seharusnya kamu bisa memanggilku ? bagaimana kalau terjadi apa apa , kamu belum pulih benar " kata Jaafar penuh dengan kekhawatiran


" Aku tidak apa apa Afar " kata Jasmin tersenyum


" Ayo aku antar kembali ke kamar " kata Jaafar


" Tidak Afar, aku ingin di sini saja " kata Jasmin menolak


" Baiklah, duduk di sini jangan lakukan apapun sementara ini " kata Jaafar

__ADS_1


Jasmin mengangguk dan duduk melihat Jaafar yang tengah membuat bubur untuknya..


Begitu bubur siap Jaafar membawa bubur ke dalam kamar setelah itu menggandeng Jasmin untuk ke kamar


" Makan di kamar saja " kata Jaafar setelah Jasmin duduk di ranjang


" Afar kamu pasti lelah " kata Jasmin menatap Jaafar


Jaafar tersenyum


" Aku tidak apa apa selama kamu baik baik saja " kata Jaafar sambil meniup bubur yang ada di sendok


" Buka mulutmu Jasmin " kata Jaafar


" Afar, aku sudah lebih baik biarkan aku makan sendiri " kata Jasmin


" Benarkah ??, tapi aku senang melakukan ini " kata Jaafar


" Sudah Afar , aku sudah lebih baik " kata Jasmin


" Sekali ini saja, setelah ini nanti kamu bisa makan sendiri " kata Jaafar mendekatkan sendok berisi bubur ke mulut Jasmin


Jasmin tersenyum dan menerima suapan Jaafar


" Sudah, kemarikan bubur itu " kata Jasmin


" Tidak,aku akan kembali menyuapimu " kata Jaafar


" Bukankah kamu bilang hanya sekali ini saja " kata Jasmin


" Iya memang tapi aku tidak bilang sekali suapan kan ?" kata Jaafar


" Afar kamu " kata Jasmin kemudian tertawa kecil


" Kita ini sudah tua Afar ,kamu Masih saja seperti ini malu jika cucu dan anak kita tahu " kata Jasmin


Jaafar tertawa


" Aku melakukannya karena mereka tidak ada di sini Jasmin, jika ada anak atau cucu kita pasti mereka yang akan menyuapimu " kata Jaafar Jasmin hanya tersenyum dan menggeleng


Jaafar kembali menyuapi Jasmin sampai bubur benar benar habis dan setelah Jasmin selesai makan Jaafar memberi obat pada Jasmin dan membiarkan Jasmin beristirahat


setelah Jasmin tidur Jaafar keluar dari kamar dan mulai membersihkan rumah yang sudah dia tinggalkan berhari hari, bukan hanya itu saja Jaafar bahkan mencuci pakaian kotor yang menumpuk


Setelah hampir sore Jaafar baru menyelesakan semua pekerjaan yang menumpuk dan duduk di teras depan rumahnya


" Sangat melelahkan, kasihan sekali Jasmin mengerjakan begitu banyak hal di rumah " kata Jaafar menyenderkan tubuhnya dan memejamkan matanya


Mata Jaafar kembali terbuka mencium aroma teh


Jaafar segera berdiri dan menghampiri Jasmin


" Apa yang kamu lakukan Jasmin ?" tanya Jaafar


" Aku hanya membuat teh untukmu " kata Jasmin


Kini Jasmin duduk begitu juga dengan Jaafar


" Aku sudah katakan untuk tidak melakukan apapun bukan ?" kata Jaafar


" Minumlah tehnya selagi hangat " kata Jasmin tidak menjawab perkataan Jaafar


Jaafar menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan lalu menyesap teh hangat yang dibuatkan istrinya


"Maafkan aku Afar, bukan aku tidak menuruti kemauanmu hanya saja aku merasa sedih tidak bisa berbuat banyak hal untukmu selama beberapa hari ini " kata Jasmin


" Aku mengerti Jasmin" kata Jaafar


" Sudah hampir malam Jasmin, ayo aku antarkan masuk ke dalam , akan aku siapkan makan malam untukmu " kata Jaafar Jasmin mengangguk dan Jaafar memegang tangan Jasmin membantunya masuk kembali ke dalam kamar


" Tunggulah di sini saja, aku akan mandi sebentar " kata Jaafar begitu Jasmin sudah berada di atas ranjang


" Hmm baiklah " kata Jasmin dengan tersenyum


Jaafar kemudian keluar dari dalam kamar menuju ke kamar mandi membersihkan badannya


Begitu selesai Jaafar keluar dari kamar mandi dan segera ke dapur menyiapkan kembali bubur untuk istrinya


Jaafar masuk ke dalam kamar


" Jasmin ayo makan " kata Jaafar sambil duduk di ranjang


" Aku akan makan sendiri Afar " kata Jasmin


Jaafar tersenyum


" baiklah silakan " kata Jaafar memberikan mangkuk berisi bubur ke pada Jasmin


" Aku tidak melihatmu makan seharian ini Afar " tanya Jasmin


Benar saja Jaafar melupakan dirinya sendiri dia hanya makan beberapa potong kue dan hanya minum air putih


" Aku, aku sudah makan tadi " kata Jaafar

__ADS_1


" Benarkah ?" makan apa ?" tanya Jasmin namun Jaafar hanya diam


" Buka mulutmu " kata Jasmin dengan sendok yang sudah ada di depan mulut Jaafar dengan terpaksa Jaafar menerima suapan istrinya


" Tapi bubur itu untukmu " kata Jaafar


" Apa bedanya kita makan sama sama ?"


" Cukup Jasmin, kamu habiskan dan aku akan mengambil lagi masih ada di dapur" kata Jaafar


" Kamu yakin ?" tanya Jasmin


" Hmm " kata Jaafar dengan senyum


Jasmin kembali melanjutkan makan setelah selesai makan Jasmin kembali meminum obat


Jaafar keluar dari kamar membawa mangkuk bekas Jasmin menuju ke dapur dan mencucinya setelah selesai Jaafar melahap sisa bubur buatanya hanya beberapa menit Jaafar selesai dan masuk ke kamar


" Kamu belum tidur Jasmin ?" tanya Jaafar ketika masuk ke kamar dan melihat Jasmin masih belum tiidur


" Hmm " kata Jasmin Jaafar kemudian naik ke ranjang bersama dengan Jasmin


" Apa yang kamu pikirkan Jasmin?" tanya Jaafar


" Apa anak anak tidak menelfon ?" tanya Jasmin


" Akh aku lupa ponselnya sudah habis batre , tunggu biar aku mengisinya " Jaafar bergegas berdiri dan mengambil ponsel dan mengisi batre ponselnya lalu kembali duduk


" Tunggu sebentar Jasmin, nanti akan aku hidupkan ponsel itu "kata Jaafar


" Sejak kapan ponselnya mati Afar " tanya Jasmin


" Entahlah, aku tidak yakin " kata Jaafar


Jasmin hanya diam


" Apa kamu merindukan anak anak ?" tanya Jaafar


" Tentu saja Afar " kata Jasmin


" Aku rasa ponselnya sudah terisi mau aku telfon mereka " tanya Jaafar


" Tidak, besok saja mereka juga pasti sedang beristirahat" kata Jasmin


" Baiklah kalau begitu kamu juga harus istirahat Jasmin " kata Jaafar


Jasmin perlahan berbaring diikuti oleh Jaafar


Jaafar meraih tangan Jasmin dan mencium punggung tangan Jasmin


" Lekaslah pulih, aku mencintaimu " kata Jaafar


Jasmin tersenyum


" Aku lebih mencintaimu " kata Jasmin dan mereka mulai terlelap masuk ke dalam mimpi mereka masing masing..


dikota semua anak Jaafar dan Jasmin tengah kebingungan ingin mencari tahu kabar ibu mereka


📞 " Bagaimana kak " tanya Jaabier pada Jessie


📞" Sama saja Jaabier, aku juga tidak bisa menghubungi bapak " kata Jessie


📞" Lalu bagaimana keadaan ibu sekarang kak ? " tanya Jaabier


📞" Aku juga belum tahu yang jelas ibu di operasi" kata Jessie


📞" Yasudah kak, aku akan coba telfon kak Nathan siapa tahu dia sudah dapat kabar dari bapak " kata Jaabier


📞" Hmm, hubungi aku lagi kalau kamu tahu sesuatu" kata Jessie


📞" Baiklah kak " kata Jaabier seraya menutup ponselnya


" Aku harus tanya kak Nathan" gumam Jaabier kemudian menghubungi Jonathan


📞" Halo ada apa ?" tanya Nathan


📞" Kak apa kakak tahu bagaimana kabar ibu sekarang ?"tanya Jaabier


📞" Aku tidak tahu memangnya kenapa " tanya Jonathan


📞" Akh kak, aku serius " kata Jaabier


📞" Aku juga sedang tidak bergurau Jaabier" kata Jonathan dengan nada serius


📞" Kak aku sudah mencoba menghubungi bapak dari kemarin tapi tidak bisa " kata Jaabier


📞" Benarkah ??"


📞" Hmm, karena itu aku bertanya denganmu kak" kata Jaabier


📞" Aku sibuk beberapa hari ini dan tidak menghubungi bapak " kata Jonathan


📞" Yasudah kak, aku akan coba hubungi lagi " kata Jaabier

__ADS_1


📞" Kalau ada apa apa cepat hubungi aku " kata Jonathan dan Jaabier hanya berdehem sebelum mengakhiri panggilannya


**** Keharmonisan keluarga terletak pada sikap tanggung jawab dan terbangunnya komunikasi yang sehat di antara keluarga.***


__ADS_2