Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T = 11


__ADS_3

Jaafar terbangun dan langsung duduk begitu melihat di sampingnya sudah tidak ada istrinya


Jaafar bergegas keluar dari kamar dan memanggil istrinya


"Jasmin , Jasmin ", suara Jaafar terdengar sampai ke dapur


" Aku di sini " kata Jasmin Jaafar berjalan menuju ke dapur dan mendekati Jasmin


" Afar apa yang kamu lakukan ?" tanya Jasmin karena telapak tangan Jaafar menyentuh keningnya


" Aku sedang memeriksamu " kata Jaafar


" Syukurlah ,sudah tidak panas " kata Jaafar melepaskan tangannya dari kening Jasmin


" Jasmin kenapa kamu sudah ada di sini , semestinya kamu istirahat saja "kata Jaafar menatap lekat istrinya


" Aku tidak apa apa Afar " ujar Jasmin dengan senyum di wajahnya..


" Sekarang pergilah ke kamar ,aku akan melanjutkan ini " kata Jaafar


" Aku tidak apa apa Afar, biarkan aku melakukan pekerjaanku " kata Jasmin


" Tidak, semalam kamu demam tinggi Jasmin kamu tahu aku sangat khawatir terhadapmu " kata Jaafar


" Jmm tapi pagi ini aku merasa lebih baik Afar "kata Jasmin


" Audah jangan berdebat, kamu duduklah di sini aku akan buatkan sarapan untukmu " memapah Jasmin untuk duduk di ujung dapur


" Tapi Af "


mengenggam erat tangan Jasmin


" Duduklah aku mohon "kata Jaafar memotong kaata kata Jasmin


akhirnya Jasmin mengalah dan duduk membiarkan Jaafar melakukan apa yang dia inginkan


Jaafar meneruskan pekerjaan Jasmin membuat sarapan untuk dirinya dan istrinya


setelah hampir 25 menit Jaafar sudah menyelesaikan pekerjaanya dan kini mereka menuju ke ruangan tengah di mana mereka biasa makan


" Makanlah yang banyak Jasmin " kata Jaafar setelah mengambilkan makanan untuk Jasmin


" Terima kasih Afar, seharusnya kamu tidak perlu serepot ini aku sudah lebih baik "kata Jasmin


" Aku khawatir dengan keadaanmu Jasmin , kamu mengatakan sudah lebih baik , namun jika mengingat keadaanmu semalam membuatku takut " kata Jaafar tanpa menatap Jasmin terukir jelas wajah sedih Jaafar


" Maafkan aku Jaafar " kata Jasmin


Jaafar tersenyum dan meraih tangan Jasmin


" Sudahlah, sekarang makan lalu kita kembali ke klinik " kata Jaafar


" Untuk apa Afar ? bahkan obat kemarin saja belum habis " tanya Jasmin


" Bukankah sakitmu tidak berkurang , kita periksakan saja lagi " kata Jaafar


" Tidak perlu Afar , aku akan minum dulu saja obat yang ada " kata Jasmin


" Hmm baiklah, kalau itu maumu " kata Jaafar

__ADS_1


kemudian mereka berdua menikmati sarapan mereka..


selesai sarapan Jaafar membawakan obat untuk Jasmin , dengan senang Jasmin menerima obat tersebut dan meminumnya..


" Afar , apa kamu belum minum teh ?" tanya Jasmin


" Akh, aku lupa Jasmin " kata Jaafar


" Tunggu sebentar akan aku buatkan untukmu " kata Jasmin


" Tidak tidak perlu, aku akan membuatnya sendiri " kata Jaafar menahan Jasmin


" Duduklah suamiku , " Jasmin tersenyum menatap Jaafar


" Akh baik baiklah " kata Jaafar mengalah membiarkan Jasmin membuat teh untuk dirinya..


Jaafar keluar rumah dan memilih duduk di teras di depan rumahnya..


hanya beberapa menit Jaafar duduk Jasmin sudah datang dengan membawa secangkir teh


" Minumlah Afar " kata Jasmin ikut duduk di sebelah Jaafar


" Hmm terima kasih" kata Jaafar


" Apa kamu tidak pergi ke kebun Afar ?" tanya Jasmin


" Tidak, kamu sedang sakit bagaimana aku akan meninggalkanmu sendiri di rumah "kata Jaafar


" Aku sungguh sudah lebih baik Afar , jangan khawatirkan denganku " kata Jasmin menatap Jaafar


" Bagaimana mungkin aku tidak mengkhawatirkanmu Jasmin , aku tidak bisa dan tidak mau melihatmu sakit , aku bisa saja pergi sekarang ini tapi tetap saja hati dan pikiranku ada padamu " kata Jaafar


" Sekarang istirahatlah , untuk makan siang nanti aku akan beli di warung saja " kata Jaafar


" Hmm baiklah , aku masuk dulu " kata Jasmin


" Iya istirahatlah " kata Jaafar kemudian Jasmin berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar


Jaafar menyesap teh buatan istrinya


" Rasanya masih sama " gumam Jaafar memandang teh yang ada di dalam cangkir


Teh yang selalu Jasmin hidangkan untuk Jaafar dari awal menikah sampai saat ini, bahkan Jaafar tidak pernah meracik teh untuk dirinya sendiri


Jasmin tahu benar takaran untuk Jaafar


senyum kecil terukir di wajah Jaafar lalu dia menggeleng


" Kenapa aku jadi melamun dan mengingat masa lalu " kata Jaafar


begitu teh habis Jaafar berjalan ke belakang rumah mengambil sabit lalu kembali ke halaman rumahnya


" Untuk hari ini aku akan bersihkan rumah saja " kata Jaafar kemudian memulai pekerjaanya


Jaafat merapikan tanaman tanaman di halaman rumah dan juga membersihkan tanaman liar penganggu


sedangkan Jasmin berbaring di atas ranjang dan beristirahat mengikuti perintah Jaafar


karena baru saja minum obat maka tidak sulit untuj Jasmin tidur ..

__ADS_1


Sudah hampir tengah hari , Jaafar baru saja selesai bersih bersih dan kini dia tengah menuju ke warung untuk membeli makan siang


Setelah selesai membeli Jaafar langsung pulang menuju ke rumahnya ..


Jaafar berjalan kaki karena warung tidak begitu jauh dari kediamannya..


" Jasmin kamu sudah bangun ? kamu pasti lapar ?" kata Jaafar saat melihat Jasmin duduk di teras


" Hmm aku menunggumu Afar, " kata Jasmin berdiri


dan mereka masuk ke dalam rumah


" Duduklah dulu , aku akan ambil piring " kata Jaafar lalu bergegas menuju ke dapur mengambil piring dan juga sendok


Jaafar menyiapkan semuanya begitu selesai mereka berdua melahap makan siang mereka dengan tenang


30 menit berlalu mereka sudah menghabiskan makan siang Jaafar berdiri dan mengambil obat untuk Jasmin


" Ini minumlah " memberikan obat kepada Jasmin


Jasmin tersenyum lalu meminum obat pemberian Jaafar


" Sekarang kembali lah istirahat " kata Jaafar


" Afar badanku justru bertambah sakit karena terus tidur " kata Jasmin


" Benarkah ?, yasudah kita duduk saja di depan " kata Jaafar


" Hmm baiklah " kata Jasmin


mereka berjalan menuju teras dan duduk di sana


"Afar cobalah telfon kembali Jihan " pinta Jasmin


" Hmm tunggu aku akan ambil ponsel "kata Jaafar berdiri dan bergegas masuk ke dalam rumah mengambil ponsel dan kacamata setelah mendapatkanya Jaafar kembali duduk di samping Jasmin


Jaafar mencoba menghubungi Jihan namu hasilnya masih sama seperti semalam


" Tidak bisa " kata Jaafar menatap Jasmin


" Benarkah ?" tanya Jasmin


Jaafar mengangguk


Jasmin membuang nafas perlahan


" Baiklah, mungkin dia masih sibuk "kata Jasmin Jaafar hanya diam


" Afar , badanku terasa kaku jika aku banyak tidur biarkan aku menyiapkan makan malam nanti untuk kita " kata Jasmin lagi


" Apa kamu yakin ?" tanya Jaafar


" Tentu saja Afar, " kata Jasmin


" Baiklah, kalau memang itu maumu , tapi ingat jika kamu merasakan sesuatu cepat katakan padaku " kata Jaafar


" Hmm baiklah aku akan mengingatnya " kata Jasmim tersenyum


kini sepasang suami istri yang tidak lagi muda itu masih terus berbincang di teras depan rumah mereka , entah apa yang mereka bicarakan namun raut wajah mereka terlihat sangat senang

__ADS_1


** Beberapa orang akan mencintaimu apa adanya, sementara yang lain memakai topeng yang kamu kenakan. Terima kasih karena masih mencintaiku bahkan ketika aku melepas topengku **


__ADS_2