
Jaafar duduk dengan menatap ke arah jalanan air matanya bahkan masih terus menetes..
pandangan mata Jaafar dipenuhi oleh wajah Jasmin mengingat itu semua air mata Jaafar semakin deras
" Jas, bahkan baru beberapa menit kita berpisah rasanya sesak sekali dadaku " kata Jaafar dalam hatinya sambil mengusap air matanya..
Daniel hanya diam melihat kakeknya dan mengusap punggung kakeknya dan tersenyum seakan memberi kekuatan untuk Jaafar
Begitu juga dengan keadaan Jasmin
Air mata yang sedari tadi mengalir seakan tidak habis meski sudah berkali kali dia hapus namun tetap saja pipi Jasmin tidak mengering karena air matanya masih saja mengalir
" Aku akan merindukanmu Afar, sangat sangat merindukanmu " Gumam Jasmin
Jasmin hanya diam melihat ke arah luar jendela bus memperhatikan jalan yang akan membawanya ke kota
" Sayang lihat ibu terlihat sangat sedih " bisik Nanda
" Hmm aku tahu , ibu sedih berpisah dengan bapak" Jawab Jessie
Nanda hanya mengangguk
Selama perjalanan mata Jasmin tidak terpejam sedikitpun begitu juga dengan Jaafar mereka sama sama tenggelam dalam lamunan
.
.
.
Setelah menempuh perjalan panjang Jaafar sudah sampai di rumah Jonathan
" Mari pak masuk " Ujar Jonathan begitu dia membuka pintu
Jaafar tersenyum dan masuk ke dalam rumah begitu juga dengan Hana dan anak anaknya
" Pak karena kita sudah tidak ada kamar kosong apa bapak mau berbagi kamar dengan Daniel ?" tanya Jonathan
" Tentu saja " jawab Jonathan
" Daniel mulai hari ini kamu akan tidur dengan kakek " kata Jonathan menatap Daniel
" Hmm baiklah" kata Daniel
" Ayo kek ke kamarku sini aku bantu membawanya " Daniel membantu membawa barang barang Jaafar
" Terima kasih nak " kata Jaafar lalu mengikuti Daniel menuju ke kamar
Hana dan Jonathan menatap punggung Jaafar yabg berjalan meninggalkan mereka
Hana menarik nafas panjang dan menghembuskanya dengan keras
" Aku harap ini hanya mimpi " Ujar Hana
Jonathan menyatukan alisnya
__ADS_1
" Kenapa sayang ?" tanya Jonathan menatap Hana
Namun Hana hanya diam menatap suaminya lalu meninggalkanya masuk ke dalam kamar Lalu Jonathan mengikuti Hana masuk ke dalam kamar
Arin yang sudah memasukan barang barangnya ke dalam kamar keluar dan menuju ke kamar kakaknya
" Kekek " panggil Arin
Jaafar tersenyum menatap ke arah cucunya
" Iya Nak " kata Jaafar
" Arin istirahat sana ke kamar , kakak juga mau istrahat dengan kakek" kata Daniel
Jaafar menatap Daniel
" Daniel istirahat dulu saja , kakek akan bersama dengan arin " kata Jaafar
" Hmm baiklah kek " kata Daniel Jaafar lalu berjalan keluar kamar bersama dengan Arin
" Kek Arin belum capek kita main saja ya kek " kata Arin
" Iya nak " kata Jaafar lalu mengikuti Arin menuju ke ruang tengah di mana ada televisi disana
Jaafar menemani Arin bermain terlihat wajah Arin yang begitu senang karena ada teman untuk dia bermain
Sedangkan di kediaman Jessie mereka juga baru tiba dan Jasmin masih duduk bersama dengan Dira di pangkuanya sedangkan Jessie dan juga Nanda berada di kamar
" Bu " kata Jessie menghampiri Jasmin
" Bu rumah kami tidak memiliki banyak kamar , hanya ada satu ruangan kecil di belakang dekat dengan dapur apa ibu mau tidur di sana ?" tanya Jeesie
Jasmin tersenyum
" Tidak masalah nak " kata Jasmin
" Maafkan Jessie bu karena hanya itu satu satunya ruangan yang kosong rumah ini tidak besar hanya dua kamar tidur yang satu sudah aku tempati dan satu lagi kamar Dira namun masih sangat sempit karena banyak barang barang di sana Dira juga masih tidur bersama denganku , tapi ibu tenang saja aku dan Nanda akan membersihkannya terlebih dahulu " terang Jessie
" Iya nak , kamu tidak perlu khawatir" kata Jasmin
" Baiklah bu ,ibu tunggu sebentar aku akan membersihkanya dulu " kata Jessie lalu bergegas masuk ke dalam kamar memanggil suaminya lalu menuju ke ruang belakang
Nanda dan Jessie membersihkan ruangan kecil yang berada di dekat dapur setelah selesai Nanda dan Jessie menghampiri Jasmin
" Bu sudah selesai ayo aku antarkan "kata Jessie
Jasmin mengangguk
" Dira biar ikut saya saja bu " kata Nanda kemudian mengambil Alih nanda dalam gendonganya
Jasmin membawa barang barangnya mengikuti Jessie
" Bu ini kamar ibu sekarang, aku ke kamar dulu " kata Jessie meninggalkan Jasmin
Mata Jasmin menyapu ruangan yang kini akan menjadi kamarnya
__ADS_1
sangat kecil bahkan lebih besar kamar mandi di kampungnya dan Hanya ada kasur tipis yang akan menjadi alas tidurnya kini
Jasmin meletakan tas yang dia bawa dan duduk di atas kasur lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Jaafar
Ponsel Jaafar berbunyi
" Arin kakek angkat telfon dulu kamu main sendiri ya " kata Jaafar
" Iya kek " kata Arin
Jaafar bergegas berdiri dan duduk di ruang tamu mengangkat telfon dari Jasmin dengan senyum mengembang
📞" Halo Afar ?" suara Jasmin
📞" Jas kamu sudah sampai ?"tanya Jaafar
Jasmin tersenyum kecil
📞" Hmm aku sudah sampai , Bagaimana denganmu ?" tanya Jasmin
📞" Aku jugaa sudah sampai Jas, aku menunggu telfon darimu " kata Jaafar
📞" Bagaimana disana Afar ? " tanya Jasmin
📞" Ya disini menyenangkan Jas , aku akan tidur bersama dengan Daniel " kata Jaafar
📞" Syukurlah , " kata Jasmin
📞" Lalu bagaimana denganmu Jas ?" tanya Jaafa
📞" Hmm disini juga menyenangkan Afar, disini ada satu kamar kosong dan aku menempatinya sekarang ini " kata Jasmin
📞" Bagaimana dengan kamarnya Jas? apa di sana nyaman ?" tanya Jaafar
📞" Nyaman di sini sangat nyaman Afar " jawab Jasmin bohong
📞" Aku lega mendengarnya " kata Jaafar
📞" Apa kamu sudah istirahat Afar ? " tanya Jasmin
📞" Belum Jas, aku tengah menemani Arin bermain " jawab Jaafar
📞" Istirahatlah Jaga kesehatanmu Afar " kata Jasmin
📞" Hmm kamu juga harus istirahat Jas, aku mencintamu " kata Jaafar
📞" Aku juga mencintaimu Afar " kata Jasmin
📞" Baiklah kalau begitu Istirahatlah Jas, makan tepat waktu aku juga akan istirahat " kata Jaafar
📞" Iya Afar " kata Jasmin lalu mematikan ponselnya
Jasmin merebahkan badannya dan memejamkan mata untuk beristirahat
****Ketahuilah Laut hanya memisahkan RAGA namun tidak untuk Jiwa *****
__ADS_1