Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =29


__ADS_3

Hana tersenyum


" Apa kamu yakin ingin mendengarnya ?" tanya Hana


" Tentu saja , aku sudah sangat lelah sampai sampai tidak bisa berfikir cepat katakan " kata Jonathan


Hana mendekatkan bibirnya ke telinga suaminya


dan membisikan ide gila yang terlintas di pikiranya


" Apa kamu sudah gila Han ?" tanya Jonathan terkejut dengan suara tertahan


" Terserah hanya itu yang ada di pikiranku " kata Hana


Jonathan menarik nafasnya panjang dan perlahan membuangnya..


" Aku akan tidur duluan " kata Hana


" Hmm " jawab Jonathan dan Hana berjalan kembali ke ranjang dan langsung tidur..


Udara pagi di pedesaan begitu menyejukan


Jaafar tengah berada di halaman rumahnya menggerak gerakan badannya meninggalkan teh buatan istrinya di meja yang baru sedikit dia teguk


Sedangkan Jasmin sudah bergelut di dapur tengah menyiapkan sarapan untuk suami anak dan juga cucunya..


" Kek " panggil Daniel yang baru keluar melihat kakeknya sudah ada di depan rumah


" Daniel, kemari " kata Jaafar Daniel mengangguk dan menghampiri Jaafar


" Kamu sudah bangun Nak , adekmu mana ?" tanya Jaafar


" Dia tadi ke kamar mandi kek " Jawab Daniel kemudian menarik nafasnya panjang dan perlahan membuangnya..


" Segar sekali kek " kata Daniel


Jaafar tersenyum dan mengusap kepala Daniel dan berjalan menuju ke teras dan duduk diikuti oleh Daniel


Jaafar kembali menyesap teh miliknya yang masih hangat


" Nak kamu libur berapa lama ?" tanya Jaafar


" Lusa harus sudah masuk kek , mungkin besok kita akan kembali ke kota " jawab Daniel


" Oh begitu " Jaafar mengangguk


" Bapak , Daniel " panggil Jaabier


" Nak, sudah bangun ?" ujar Jaafar sambil menatap Jaabier


" Baru saja pak " kata Jaabier sembari duduk


" Apa tidurmu nyenyak ? " tanya Jaafar


" Hmm aku rasa tidak terlalu pak ," kata Jaabier


" Benarkah nak ? apa yang menganggumu ?"tanya Jaafar


" Tidak ada pak , aku hanya sedikit lelah " ujar Jaabier


Jaafar hanya berdehem dan mengangguk

__ADS_1


" Hai cantik " kata Jaabier melihat Ara digendongan Nanda


" Hai om " kata Nanda


" Sini kak aku gendong " kata Jaabier tangannya terbuka bersiap menggendong Ara namun Ara mengeratkan pelukannya kepada Ayahnya


" Eh kok dia gak mau ?" Jaabier mengagaruk kepalanya yang tidak gatal


" Dia baru saja bangun , mungkin masih mengumpulkan rohnya " kata Daniel membuat semua mata menatapnya lalu tertawa


" Apa yang salah ?" Daniel terlihat binggung tidak ada yang menjawab hanya tangan Jaafar mengusap lembut kepala Daniel


Sedangkan di dapur sudah sangat ramai karena Jessie Hana dan Arin sudah berada di sana untuk membantu Jasmin


karena banyak yang membantu pekerjaan Jasmin 2 kali lebih cepat selesai


Hana dan Jessie sudah menyiapkan makanan di atas tikar yang sudah siap


" Apa sudah semua nak ?" tanya Jasmin


" Sudah bu " jawab Jessie


" Kalau begitu panggil bapak dan semuanya untuk sarapan " kata Jasmin Jessie mengangguk dan berjalan keluar memanggil bapak , suami , adik dan juga keponakannya


" Kak Hana, kak Nathan tidak ada di depan " kata Jessie


" Mungkin dia masih tidur, biar aku bangunkan " kata Hana kakinya sudah bersiap melangkah menuju kamar namun terhenti


" Apa semalam suamimu tidur larut nak ? " tanya Jasmin


" Iya bu " kata Hana kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar


Semua anggota keluarga sudah berkumpul hanya menunggu Jonathan dan Hana


" Sudah siang kak " celetuk Jaabier


" Hmm " jawabnya langsung duduk di samping Jaabier


" Astaga kak, kakak mau langsung makan ?" tanya Jaabier


" Nak cucilah muka terlebih dahulu " kata Jasmin lembut


" Hmm baik bu " kata Jonathan kemudian berdiri


" Tau jorok banget " kata Jaabier Jonathan hanya diam namun matanya melotot ke Jaabier


Semua orang yang melihat kejadian itu hanya tersenyum


" Ayo makan duluan saja " kata Yasmin lembut


" Baik bu " ujar mereka


Setelah selesai mencuci muka Jonathan langsung duduk dan mulai melahap makanan yang sudah di ambilkan oleh istrinya..


Keluarga Jaafar tengah berkumpul dan menikmati sarapan bersama sama tanpa obrolan yang berarti..


Begitu selesai Jasmin di bantu oleh Hana dan juga Jessie merapikan bekas makan mereka semua dan membawanya ke dapur..


Daniel membawa Ara dalam pelukannya dan berjalan keluar rumah di ikuti oleh Arin


" Apa kalian libur lama nak ?" tanya Jaafar

__ADS_1


" Tidak pak, kemungkinan besok kita sudah kembali ke kota dan Lusa langsung masuk kerja " jawab Jonathan


" Oh begitu , Bapak kira kalian akan lama " kata Jaafar


" Mungkin lain waktu pak "kata Jaabier


" Ada apa pak ?" tanya Jasmin yang baru keluar dari dapur di ikuti Jessie dan Hana


" Ah tidak ada apa apa bu " Jawab Jaafar Jasmin lalu duduk di samping Jaafar


" Oh iya nak , Bagaimana keputusannya ?" Tanya Jasmin


" Ibu dan bapak tahu bukan kami sangat menyayangi kalian ?" tanya Jonathan


" Hmm iya nak " jawab Jasmin tersenyum


Semua mata menatap Jonathan


Jessie , Nanda , Dan juga Jaabier terlihat binggung karena mereka tidak tahu keputusan yang akan mereka ambil


" Kami semua sulit untuk memutuskan ibu dan bapak harus tinggal dengan siapa , karena kami semua ingin ibu dan bapak tinggal bersama dengan kami , benar kan ? " kata Jonathan mata Jonathan menatap ke arah adik adiknya


" Eh i iya " jawab Mereka terbata


Jaafar dan Jasmin saling menatap dengan wajah yang sangat gembira Tangan mereka saling berpegangan


" Ibu sangat senang mendengarnya nak " kata Jasmin


" Lalu bagaimana nak ?" tanya Jaafar


" Jadi kami semua memutuskan untuk membawa antara ibu dan bapak bersama dengan kami " kata Jonathan


Jaafar dan Jasmin saling tatap dengan binggung


" Maksudnya bagaimana nak ?" tanya Jaafar


" Begini pak bu, ibu akan ikut bersama dengan kami dan bapak akan tinggal bersama dengan jessie dan selama bersama dengan Jessie jika ingin bertemu dengan Jaabier cukup mudah karena lebih dekat" terang Jonathan


" A apa maksudmu ?" wajah Jaafar memerah


" Itu adalah cara kami agar kami tidak kehilangan kasih sayang kalian pak bu " Jawab Jonathan


" Lalu kalian akan memisahkan kami berdua iya " kata Jaafar meninggi


" Tidak pak bukan itu maksud kami " kata Jonathan


Jaafar berdiri dan berjalan meninggalkan semua anak anaknya dan masuk ke dalam kamar


Jasmin masih terdiam duduk namun pandangannya sudah jatuh ke lantai


" Ibu " Tangan Jessie meraih tangan Jasmin namun langsung di tolak oleh Jasmin


Jasmin berdiri tanpa menatap anak anaknya dan ikut masuk ke dalam kamar menyusul suaminya yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar


" Kak apa maksud semua ini ?" tanya Jessie pelan


" Apa ? memang kamu punya ide apa ? Jonathan bertanya balik


" Mereka marah kak " kata Jessie


" Benar kak, baru kali ini aku melihat ibu dan bapak semarah ini " kata Jaabier menundukan kepalanya menatap ke lantai

__ADS_1


***** Untuk apa memiliki keluarga banyak kalau hanya yang dicari itu harta tahta, bukan kebersamaan bersama ****


__ADS_2