Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =17


__ADS_3

Malam sudah larut Jasmin masih terjaga begitu juga dengan Jaafar


" Afar tidurlah, kamu pasti lelah bukan ?" kata Jasmin pelan karena tidak ingin menganggu pasien yang lain


" Bagaimana aku akan tidur kalau kamu sendiri tidak tidur Jasmin " kata Jaafar dengan mengenggam tangan Jasmin


" Aku tidak bisa tidur" kata Jasmin


" Apa yang kamu pikirkan ? apa tentang operasi besok ?" tanya Jaafar dan mendapat anggukan dari Jasmin


" Sudah jangan kamu pikirkan sekarang tidur dan istirahatlah " kata Jaafar


" Aku masih belum bisa tidur Afar, aku merasa jam tidak berputar lama sekali tidak juga kunjung pagi " kata Jasmin


Jaafar mengusap lembut kepala Jasmin


" Saat kita menunggu waktu memang akan terasa sangat lama Jasmin , sekarang kamu harus bisa beristirahat jika tidak kamu besok akan merasa lemas apalagi sekarang kamu sudah mulai berpuasa " kata Jaafar


" Afar , kenapa aku tidak melihatmu makan? " tanya Jaasmin


mencium kening Jasmin dan menatapnya


" Bagaimana mungkin aku bisa makan dengan enak jika kamu tidak makan Jasmin, aku tidak akan membiarkanmu melalui ini sendirian " kata Jaafar


Air mata Jasmin mengalir melalu kedua pelupuk matanya


" Aku mencintaimu Afar , sangat sangat mencintaimu " kata Jasmin memeluk Jaafar dan terisak


" Aku lebih mencintaimu Jasmin" mengusap usap punggung Jasmin


Jaafar membiarkan Jasmin dalam pelukannya setelah Jaafar merasa Jasmin lebih tenang Jaafar melepaskan pelukannya


" Sekarang istirahatlah " kata Jaafar Jasmin mengangguk kemudian berbaring


" Mimpilah indah dan semoga kita bisa melewati ini semua " kata Jaafar mencium punggung tangan Jasmin


Jasmin tersenyum Jaafar duduk di samping Jasmin dengan tangan yang masih setia saling mengenggam


Jaafar memandangi istrinya


" Aku selalu berdoa untuk kesembuhanmu Jasmin, aku tidak sampai hati melihatmu sakit seperti ini lekaslah sembuh lagi Jasmin " kata Jaafar dalam hatinya


Nafas teratur dari Jasmin menandakan dia sudah terlelap begitu Jasmin tidur Jaafar menopangkan kepalanya di ranjang Jasmin dan memejamkan matanya..


*


*


*

__ADS_1


Jaafar terbangun ketika seseeorang mengoyang goyangkan pelan bahunya


" Sudah bangun pak ?"


" Ah iya maaf " kata Jaafar


" Tidak perlu minta maaf pak," kata Suster Jaafar berdiri lalu menjauh dari tempat tidur Jasmin


Suster mulai memeriksa keadaan Jasmin yang masih tertidur lelap


" Pak nanti ibu Jasmin akan di operasi 1 jam lagi, jadi sekarang harus saya pindahkan terlebih dahulu " kata Suster


" Maaf sus, bisakah saya bangunkan dulu istri saya ?" tanya Jaafar


" Tentu silahkan, saya akan kesini 15 menit lagi" kata Suster kemudian beranjak pergi


" Jasmin " menyentuh pelan lengan Jasmin


mata Jasmin terbuka perlahan


" Afar kamu sudah bangun ?" tanya Jasmin


" Hmm, Jasmin sebentar lagi suster akan datang dan membawamu " kata Jaafar


" Benarkah Afar ?" tanya Jasmin terkejut


" Benar Jasmin tenanglah tidak akan terjadi apa apa " kata Jaafar


" Sus apa boleh saya ikut ?" tanya Jaafar


" Maaf pak, bapak bisa menunggu di depan ruang operasi kami akan menyiapkan ibu Jasmin sebelum masuk ke dalam ruang operasi " kata Suster


Jaafar mendekati Jasmin


"Jasmin jangan takut , aku akan menunggumu kamu akan baik baik saja " kata Jaafar Jasmin hanya mengangguk kemudian dua suster membawa Jasmin keluar dari ruang rawat


setelah Jasmin keluar Jaafar membawa tas ranselnya dan berjalan cepat menuju ke ruang operasi lalu menunggunya di sana


Jaafar berjalan kesana kemari karena Jasmin belum masuk ke dalam ruang operasi


" Jasmin " kata Jaafar melihat ranjang yang berisi istrinya namun Jasmin sudah dalam posisi tidak sadar


Mata Jaafar masih memandangi Jasmin sampai Jasmin tidak terlihat


Jaafar duduk di depan ruang operasi


kedua tanganya dingin dan sesekali melihat ke arah jam dinding besar yang ada di sana


" Seandainya anak anak pulang setidaknya aku akan sedikit merasa tenang " gumam Jaafar ketika matanya menangkap beberapa orang yang menunggu sama sepertinya namun yang membedakan Jaafar seorang diri sedangkan yang lainya tidak , mereka sekeluarga berkumpul saling memberi semangat dan tentunya lebih menguatkan

__ADS_1


satu sama lain


Jaafar menggeleng membuang lamunanya


" Apa yang aku pikirkan, " kata Jaafar kembali tersenyum kecut melihat sekelilingnya yang ramai sedangkan dia sendirian


Jaafar berdiri dan berjalan mondar mandir


tangannya mengacak rambut yang sudah berwarna putih dan mengusap kasar wajahnya


" Astaga kenapa aku tidak bisa tenang " gumam Jaafar


Jaafar menunggu Jasmin dengan rasa khawatir


setelah kurang lebih 4 jam operasi telah selesai di lakukan


" Bagaimana keadaan istri saya ?" tanya Jaafar


" Operasi berjalan lancar pak anda tenang saja "


" Syukurlah " kata Jaafar bersamaan dengan membuang nafas panjang


" Lalu apa saya bisa bertemu dengannya ?" tanya Jaafar


" Nanti setelah istri anda kami pindahkan untuk saat ini istri anda belum sadar karena obat bius " kata dokter


" Baiklah dok terima kasih " kata Jaafar dokter tersenyum dan berlalu menunggalkan Jaafar


Jaafar masih menunggu di depan ruang operasi,setelah kepergian dokter beberapa menit kemudian beberapa suster keluar dengan mendorong ranjang berisikan Jasmin yang terbaring dengan mata terpejam


Jaafar mengikuti ke mana suster akan membawa istrinya dan ternyata Jasmim di bawa menuju ke ruang pemulihan pasca operasi


Jaafar ikut masuk ke dalam ruangan dan melihat dari jauh suster yang tengah bekerja


" Terima kasih sus " kata Jaafar begitu suster akan keluar


" Sama sama pak " kkata suster dengan senyum lalu berjalan keluar


Jaafar menghampiri istrinya mencium singkat kening Jasmin dan beralih meraih tangan Jasmin dan kembali mencium punggung tangan Jasmin


" Cepatlah pulih sayang, aku akan selalu menunggumu dan selalu ada di sampingmu " kata Jaafar mengusap kepala Jasmin dengan lembut


" Kenapa anak anaku tidak ada satupun yang pulang, apa mereka tidak ingin melihat kondisi ibu mereka, mendengar kabar tentang ibunya yang sakit setidaknya salah satu di antara mereka haruslah bisa pulang, tapi kenapa mereka tidak ? bagaimana perasaan hatimu Jasmin kamu pasti sangat sedih , meski kamu berpura pura tidak sedih tapi aku tahu betul apa isi hatimu, dan apa anak anak tidak menyayangi kita ?Jaafar bertanya pada dirinya sendiri


" Astaga apa yang aku pikirkan, Jasmin akan marah jika tahu aku memikirkan hal buruk tentang anak anak " Jaafar menggeleng cepat menepis apa yang barusan dia pikirkan


" Aku tidak seharusnya memikirkan hal yang tidak ada artinya, aku lebih baik memikirkan kesehatan Jasmin, ya benar aku harus fokus pada Jasmin " Jaafar lagi lagi berbicara dengan dirinya sendiri


Jaafar masih setia berada di samping Jasmin dengan tangan mengenggam seakan memberi tenaga untuk Jasmin agar dia lebih lebih kuat..

__ADS_1


Diusia yang sudah tua Jaafar harus kesana kemari sendirian tanpa bantuan anak anaknya untuk merawat istrinya yang sakit..


*** Keluarga ialah sahabat yang selalu ada di samping untuk kita pada keadaan yang paling amat sangat buruk sekali pun **


__ADS_2