Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =31


__ADS_3

" Entahlah aku merasa tidak siap jika harus berpisah denganmu " kata Jaafar kepalanya menunduk


" Afar , aku mohon ini demi kebahagian semua anak anak kita " kata Jasmin


" Lalu bagaimana dengan kebahagian kita Jas ? " tanya Jaafar


Jasmin tersenyum getir


" Kita sudah tua Afar, bahagia apa lagi yang kita harapkan melihat anak anak bahagia itu akan jauh lebih baik " kata Jasmin


" Tidak adakah cara lain Jas ? " tanya Jaafar


" Bukankah ini sudah keputusan mereka bersama Afar , " kata Jasmin


" Apa mereka tidak tahu jika kita selalu bersama sama sedari dulu kenapa mereka tega memisahkan kita ?" kata Jaafar


" Tidak Afar, bukan itu maksud mereka aku yakin sekali " kata Jasmin


Jaafar hanya diam tidak ingin lagi menjawab Jasmin meskipun wajah Jasmin terlihat tersenyum namun Jaafar tahu betul apa yang tengah di rasakan istrinya karena dia juga merasakan hal yang sama


Jaafar dan Jasmin tidak keluar kamar sama sekali sedang anak anaknya kini tengah gelisah menanti keputusan Jaafar dan Jasmin ..


Jonathan bersama dengan yang lainya tengah berada di halaman di depan rumahnya


" Yah ada apa dengan kakek dan nenek ? kenapa mereka berada di dalam kemar apa mereka sakit ?" tanya Daniel


" Tidak" jawab Jonathan


" Lalu " tanya Daniel kembali


Jaabier mengusap pelan kepala keponakanya


" Kamu masih kecil tidak perlu tertarik dengan urusan orang dewasa , sana temani Arin kasihan dia main sendirian " Jawab Jaabier


" Hmm baiklah " kata Daniel kemudian bergegas


" Kak apa ibu dan bapak tidak keluar sama sekali ?" tanya Jaabier


" Hmm seperti yang kamu lihat bukan ?" jawab Jonathan


" Kira kira apa keputusan yang akan mereka ambil ya ?" tanya Jaabier entah pada siapa


" Tentu saja ibu dan bapak tidak setuju " kata Jonathan


" Kenapa kak Nathan begitu yakin " tanya Nanda yang kali ini ikut bersuara


" Kamu tidak tahu kan , ibu dan bapak tidak pernah tinggal terpisah dari awal mereka menikah sampai sekarang " kata Jonathan


" Lantas ?" tanya Nanda


" Astaga Nanda, tentu saja mereka akan keberatan dan membatalkan keinginan mereka untuk tinggal bersama dengan kita dan mereka akan tetap tinggal di rumah ini " kata Hana dan Nanda hhanya mengangguk


Hana dan Jessie tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk semua anggota keluarga karena Jasmin tidak kunjung keluar dari dapur

__ADS_1


Begitu makan malam siap Daniel lagi lagi yang bertugas memanggil nenek dan kakeknya


Suasana hening hanya terdengar suara sendok dan piring yang bersautan sampai mereka selesai makan malam


" Daniel , Arin istirahatlah dulu ke kamar " kata Jasmin lembut memecah keheningan


" Baik Nek " kata Daniel bergegas masuk ke dalam kamar begitu juga dengan Arin


" Nathan ?" panggil Jasmin


" I iya bu " kata Jonathan terbata


" Apa kalian menunggu jawaban kami ?" tanya Jasmin dan Jonathan hanya mengangguk


Semua mata menatap ke arah Jasmin


" Jawaban apa yang kalian inginkan dari kami berdua nak ?" tanya Jasmin


" Apalagi bu ,pasti kami sangat mengharapkan ibu dan bapak menyetujuinya " Jawab Hana


" Apa kalian yakin itu jawaban yang kalian inginkan ?" tanya Jasmin kembali


" Tentu bu " kata mereka hampir bersamaan


Jasmin tersenyum menatap ke arah Jaafar


kini sudut bibir Jaafar sedikit terlihat tersenyum


" Jika itu kemauan kalian kami setuju dengan keinginan kalian nak " kata Jasmin


" Benar apa ibu sudah yakin ?" tanya Jessie


" Tentu saja nak , kami berdua sudah memikirkan semuanya dengan sangat matang kenapa ? apa kalian tidak senang ?" tanya Jasmin


Semua anak dan menantu Jasmin tersenyum dengan terpaksa


" Haha ibu bicara apa tentu kita sangat senang benarkan kak " kata Jaabier memukul pundak Jonathan


" Akh iya bu kami sangat senang " kata Jonathan


" Ibu sudah berkemas kita akan berangkat besok pagi bukan ?" kata Jasmin


" I iya bu " jawab Jonathan


" Bu jika kalian pergi bagaimana dengan rumah ini ? " tanya Jaabier


" Kalian tidak perlu memikirkanya meski kami akan pergi namun rumah ini akan tetap ada yang merawat " kata Jasmin


" Baiklah karena kalian sudah tahu dengan keputusan kita , kita akan ke kamar untuk istirahat kalian juga segera istirahat " kata Jasmin kemudian berdiri di ikuti oleh Jaafar dan mereka berjalan kembali menuju ke dalam kamar


begitu pintu kamar Jaafar dan Jasmin tertutup mereka semua duduk lebih dekat


" Katakan apa rencana selanjutnya ?" tanya Jessie

__ADS_1


" Aku merasa tidak percaya kalau ibu dan bapak setuju dengan keinginan kita "kata Jonathan


" Ya tapi nyatanya mereka setuju bukan kak ?" kata Nanda


" Mau bagaimana lagi , kalian semua juga tidak punya ide kan sebelumnya !" kata Hana sedikit kesal


Mereka mendengus


" Lantas sekarang bagaimana ?" tanya Nanda


" Apa lagi ? mau tidak mau kita harus merawat mereka seperti keputusan awal bapak akan tinggal bersama denganku dan ibu akan bersama dengan kalian " kata Jonathan menatap Nanda


Nanda menyenderkan badannya


" Astaga semakin berat saja beban hidupku " kata Nanda


" Sayang jangan berbicara seperti itu, mereka kan juga sudah memberi kita uang yang jumlahnya tidak sedikit " kata Jessie


" Iya memang tapi uang itu juga akan habis untuk kebutuhan mereka nanti " kata Nanda


" Sudah kalian berdua hentikan jangan bertengkar, bukan hanya kalian yang terbebani tapi juga aku " kata Jonathan


" Aku ke kamar " kata Nanda berdiri dan berjalan menuju ke kamar


" Kak apa tidak ada cara lain ?" tanya Jessie


" Tidak ada, terima saja sekarang lebih baik kamu juga istirahat aku juga akan istirahat kita akan bangun lebih pagi besok " kata Jonathan kemudian mereka bergegas menuju ke kamar mereka sendiri sendiri


Jaafar dan jasmin di dalam kamar juga belum tidur


mereka hanya berbaring di atas ranjang tanpa berbicara sampai akhirnya Jasmin membuka suara


"Afar ada apa denganmu ?" tanya Jasmin


Jaafar memiringkan tubuhnya dan menatap Jasmin


" Jas , apa kamu merasa baik baik saja ?" tanya Jaafar


" Tentu saja Afar " jawab Jasmin


" Bohong" kata Jaafar dalam hatinya


" kamu yakin ?" tanya Jaafar


" Hmm aku yakin Afar, " jawab Jasmin


Jaafar meraih jari jemari Jasmin dan menciumnya berulang


" Aku merasa tidak baik baik saja Jas, hatiku sangat sakit saat ini " kata Jaafar lirih dengan air mata yang berlinang


Jasmin meraih wajah Jaafar dan menghapus air mata Jaafar


" Jangan seperti ini Afar, " Jasmin menggeleng

__ADS_1


****** senja mengajarkan kita menerima sebuah perpisahan dengan jaminan pertemuan yang hangat pada esok hari *******


__ADS_2