
" Tapi bu "
" Sudahlah tidak perlu kamu pikirkan , bersiaplah sebentar lagi kita bukankah harus segera berangkat ?" ujar Jasmin
Jaabier mengangguk dan masuk ke dalam kamar mengikuti perkataan ibunya..
Lalu Jasmin masuk ke dalam kamar mengikuti Jaafar
Jonathan bersama dengan istri dan anaknya keluar dari kamar disusul oleh Jessie dan suaminya dan terakhir Jaabier mereka kini sudah rapi dan barang barang mereka sudah mereka bawa keluar rumah
Semua anak anak Jaafar dan Jasmin sudah berada di luar rumah menunggu Jaafar dan Jasmin
sedangkan di dalam kamar Jaafar dan Jasmin
tengah berpelukan dan meluapkan semua emosinya
" Apakah harus seperti ini Jas, semuanya belum terlambat kita batalkan saja semua ini aku ingin selalu dekat denganmu Jas " suara Jaafar lirih bercampur tangis
" Tidak Afar, bagaimana mungkin kita akan mengecewakan anak anak " Suara Jasmin tidak kalah lirih dari Jaafar
Jaafar kembali meraih Jasmin ke dalam pelukannya lebih erat
" Aku sungguh sungguh tidak ingin berpisah denganmu Jas, aku tidak ingin berpisah denganmu "
" Aku juga tidak ingin seperti ini Afar, tapi ini semua sudah takdir kita , kita tidak boleh mengecewakan anak anak kita Afar " Jasmin terisak
" Aku mencintaimu Afar sangat mencintaimu dari dulu dan sampai kapanpun " jasmin menenggelamkan wajahnya di pelukan suaminya
" Aku lebih mencintaimu Jasmin, sangat " kata Jaafar mereka masih berpelukan dengan isak tangis setelah merasa lebih tenang Jaafar melepaskan pelukanya lalu menghapus air mata di wajah Jasmin
" Afar sepertinya sudah saatnya kita berangkat, anak anak pasti sudah menunggu " kata Jasmin
" Baiklah " kata Jaafar
Jasmin dan jaafar beranjak dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar dengan tangan saling mengenggam lalu berjalan keluar dari rumah dan benar saja anak anak mereka sudah menunggu
" Apa kalian sudah lama menunggu ?" tanya Jasmin dengan suara serak karena baru saja menangis
" Ti tidak bu " Jawab Jonathan terbata
Jaafar mengunci pintu dan memberikanya pada seseorang
" Aku titip rumah ini kuncinya " kata Jaafar
" Kamu tenang saja aku akan merawatnya sampai pemiliknya datang " kata Syarif orang yang di percaya oleh Jaafar
" Maaf merepotkanmu " kata Jaafar
__ADS_1
Syarif memeluk Jaafar
" Jangan sungkan, jaga kesehatan sampai bertemu lagi " kata Syarif
" Terima kasih rif " kata Jaafar
Mobil yang di sewa mereka sudah tiba di depan rumah
" Sepertinya aku harus pergi sekarang " kata Jaafar kepada Syarif
" Iya hati hati jaga diri baik baik "kata Syarif
" bu masuklah terlebih dahulu " ujar Jaabier
" Iya nak" kata Jasmin
" Afar mari kita masuk " kata Jasmin
" Hmm" ujar Jaafar masuk ke dalam mobil
Mereka menyewa dua mobil yang mereka sewa untuk membawa mereka ke terminal
Jaafar , Jasmin maupun anak anaknya tidak banyak berbicara di dalam mobil hanya terdengar suara Daniel dan Arin
selama di dalam mobil Jaafar tidak melepaskan pelukannya dari Jasmin seakan akan dia tidak akan melepaskan pelukanya walaupun hanya sekejab
Setelah menempuh perjalan kurang lebih 2jam mereka sampai di terminal mereka semua sudah turun dari mobil
" Pak kita akan naik bus yang itu" tunjuk Jonathan Jaafar hanya berdehem
" Dan ibu akan naik bus yang satunya " tunjuk Jonathan lagi
" Iya nak" jawab jasmin
" Bu bus kita sudah mau berangkat lebih baik kita bergegas " kata Nanda kepada Jasmin
" Lalu bagaimana denganmu Afar ?" tanya Jasmin
" Ibu tenanglah, sebentar lagi bus kita juga akan berangkat " jawab Hani
" Benar Jas, naiklah " kata Jaafar
" Ayo bu" ajak Jessie Jasmin mengangguk dan berjalan mengikuti Jessie begitu juga dengan Jaafar gengaman tangannya belum terlepas sedikitpun
Kini Jasmin sudah ada di bus namun belum benar benar naik
" Jas jaga dirimu baik baik selalu telfon aku dan juga telfon aku begitu kamu sampai " kata Jaafar
__ADS_1
" Tentu Afar, kamu juga jagalah diri baik baik " kata Jasmin
" Pak bus kita juga akan berangkat " kata Jonathan yang tiba tiba sudah ada di belakang Jaafar
" Iya Nathan tunggu sebentar"jawab Jaafar
Jaafar memeluk Jasmin
" Aku akan sangat merindukanmu " bisik Jaafar dan Jasmin mengangguk
" Bu cepat masuk " kata Jessie
" I iya nak" kata Jasmin dengan berat Jaafar melepaskan pelukannya
Jasmin perlahan masuk ke dalam bus dengan satu tangan masih di genggam erat oleh Jaafar
" Jas hubungi aku begitu kamu sampai " kata Jaafar begitu tangannya terlepas Jasmin hanya mengangguk dengan air mata yang membasahi pipinya
" Pak ayo pak " ujar Jonathan Jaafar hanya mengangguk dan kembali melihat Jasmin yang sudah duduk dan melambaikan tangannya ke arah Jaafar dengan berat tangan Jaafar turut melambai sampai Jasmin sudah tidak terlihat lagi
Langkah kaki Jaafar yang begitu berat mengikuti Jonathan menuju ke bus
Begitu Jaafar dan Jonathan masuk bus langsung berjalan
" Hati hati kek " kata Daniel sembari menolong Jaafar yang hampir terjatuh karena bus yang tiba tiba berjalan karena Bus itu hanya menunggu Jaafar dan Jonathan saja jadi begitu Jaafar dan Jonathan masuk bus langsung berjalan
" Iya Nak" jawab Jaafar menerima uluran tangan Daniel
" Bapak terlalu lama tadi jadinya bus kita terlambat untuk jalan " ujar Hana
" Iya nak tadi Bapak masih menunggu ibumu " jawab Jaafar sembari duduk di samping Daniel
Hana hanya membuang muka tanpa melihat Jaafar
Jaafar duduk dengan menatap ke arah jalanan air matanya bahkan masih terus menetes..
pandangan mata Jaafar dipenuhi oleh wajah Jasmin mengingat itu semua air mata Jaafar semakin deras
" Jas, bahkan baru beberapa menit kita berpisah rasanya sesak sekali dadaku " kata Jaafar dalam hatinya sambil mengusap air matanya..
Daniel hanya diam melihat kakeknya dan mengusap punggung kakeknya dan tersenyum seakan memberi kekuatan untuk Jaafar
Begitu juga dengan keadaan Jasmin
Air mata yang sedari tadi mengalir seakan tidak habis meski sudah berkali kali dia hapus namun tetap saja pipi Jasmin tidak mengering karena air matanya masih saja mengalir
" Aku akan merindukanmu Afar, sangat sangat merindukanmu " Gumam Jasmin
__ADS_1
**** Pergi untuk kembali Bertemu untuk Berpisah ****