
Jonathan yang lebih dahulu di beri kabar oleh bapaknya bahwa ibunya tengah sakit setelah percakapanya dengan Jaafar selesai Jonathan langsung menelfon Jessie
📞 " Halo kak , ada apa tumben telfon ?" tanya Jessie
📞 " Tadi bapak menelfonku , ibu sekarang sakit dan di rawat di rumah sakit " kata Jonathan tanpa basa basi
📞 " Apa kak? ibu sakit ? sakit apa ? kenapa sampai di rawat ?" tanya Jessie
📞 " Entahlah, bapak belum mengatakan apa apa, tapi bapak ingin kita pulang menjenguk ibu " kata Jonathan
📞 " Lalu apa kakak akan pulang ?" tanya Jessie
📞 " Entahlah, bagaimana denganmu ?" tanya Jonathan
📞 " Aku harus bertanya dulu dengan suamiku dan juga harus ijin kantor juga , aku belum tahu kak " kata Jessie
📞 " Lalu bagaimana ?" tanya Jonathan
📞" Hmm bagaimana kalau kita suruh Jaabier saja untuk pulang , setidaknya salah satu di antara kita ada yang pulang itu sama saja kan " kata Jessie
📞 " Baiklah aku akan coba hubungi Jaabier dulu, semoga saja dia bisa pulang " kata Jonathan
📞 " Oke kak,kabari aku lagi kalau ada apa apa " kata Jessie
📞" Hmm " Jonathan berdehem seraya mematikan ponselnya lalu menghubungi Jaabier
" Kemana Jaabier kenapa tidak diangkat " Jonathan berbicara sendiri
" Kemana sih ini anak " Jonathan bergumam kesal karena sudah ke tiga kalinya dia menghubungi Jaabier namun tidak kunjung di angkat
📞" Halo kak " suara Jaabier
📞 " Kemana saja kamu, aku sudah berkali kali menelfonmu " bentak Jonathan
📞 " Maaf kak, aku tidak mendengarnya karena ponsel aku tinggal di tenda dan lagi pula di sini tidak ada sinyal " kata Jaabier
📞 " Tenda ? memangnya kamu di mana ?" tanya Jonathan
📞 " Aku sedang ada kegiatan kak, ada apa kak ?" tanya jabier
📞" Ibu sakit dan di rawat di rumah sakit, apa kamu bisa pulang ??" tanya Jonathan
📞 " Apa kak ? ibu sakit ? sakit apa ?" tanya Jaabier
📞 " Aku juga tidak tahu, sekarang yang penting kamu bisa pulang atau tidak ?" tanyaa Jonathan
📞 " Tidak bisa kak, aku baru saja sampai pagi tadi dan kapal tidak datang lagi kesini sampai lusa " kata Jaabier
📞 " Yasudah " kata Jonathan seraya mematikan ponselnya
" Bagai mana ini ?" gumam Jonathan..
*
*
*
*
*
Jaafar kini tengah berdiri di depan pintu ruangan dokter
__ADS_1
Jaafar menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam
" Silakan duduk pak " kata dokter dengan ramah
Jaafar mengangguk lalu duduk begitu juga dokter tersebut
" Sari hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ibu Jasmin mengalami usus buntu dan secepatnya harus segera di operasi " kata Jaafar
Jaafar menunduk
" Operasi , Jasmin pasti akan menolak karena dia sangat takut " pikir Jaafar
Jaafar mengangkat kepalanya dan menatap dokter
" Maaf dok apakah ada cara lain ?" tanya Jaafar
" Tidak ada pak , ini jalan satu satunya untuk kesembuhan istri bapak, " kata dokter
" Kira kira berapa biaya operasi dok ?"tanya Jaafar
" Bapak bisa langsung tanyakan pada bagian administrasi saja, setelah bapak menyetujui tindakan operasi bapak bisa temui saya kembali , saya harap bapak membuat keputusan dengan cepat dan tepat " kata Dokter
Jaafar kembali mengangguk
" Na baik dok , kalau begitu saya permisi dulu " kata Jaafar
" Silakan " kata dokter kemudian Jaafar keluar dari ruangan dokter
langkah kaki Jaafar kembali melangkah menuju ke bagian administrasi
begitu sampai di sana Jaafar berhenti dan diam
" Aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri, aku akan bertukar pikiran dengan Jasmin " Jaafar berkata pada dirinya sendiri
" Eh iya saya mau tanya " kata Jaafar
petugas tersebut tersenyum
" Silakan apa yang ingin bapak tanyakan ?"
" Berapa biaya untuk operasi usus buntu sus ?" tanya Jaafar
" Tunggu sebentar pak " tangan petugas tersebut mulai menyentuh komputer di depannya
" Biayanya 50 juta , belum termasuk biaya kamar dan juga keperluan lainya "
" 50 juta ??" kata Jaafar tercengang
" Benar pak " tersenyum ramah
" kalau begitu terima kasih ," kata Jaafar kemudian kembali berjalan menuju ke ruang perawatan
Jaafar sudah sampai di ruang perawatan
" Terima kasih sudah membantu " kata Jaafar
" Sama sama pak ,jangan sungkan "
Jaafar lalu duduk di samping Jasmin yang terlelap
mata Jaafar melihat ke sekelilingnya
satu pasien di tunggu oleh beberapa orang yang Jaafar yakini ada anak anak dan juga keluarga mereka masing masing
__ADS_1
Jaafar yang tanpa persiapan sebelumnya harus menginap di rumah sakit tanpa membawa baju ganti dan peralatan lainya hanya baju yang melekat di tubuh Jaafar saja
Jaafar meraih tanga Jasmin mengenggamnya erat dan menundukan kepalanya mencoba untuk tidur
bahkan Jaafar sampai lupa dia belum makan malam namun rasa lelah dan mengantuk membuatnya langsung bisa tertidur
Dini hari Jasmin terbangun
" Afar " Kata Jasmin pelan
Jaafar mendongak
" Jasmin , ada apa ? apa yang kamu perlukan ?" tanya Jaafar
" Aku ingin ke kamar mandi " kata Jasmin
" Ayo aku bantu "
Jaafar berdiri dan membantu Jasmin
Satu tangan Jaafar memegang tubuh Jasmin dan satu tangan lainya memegang infus mereka berjalan dengan sangat pelan
Setelah selesai mereka berdua kembali
" Jasmin bagaimana dengan perutmu ?" tanya Jaafar
" Masih sama , aku sakit apa Afar ?" tanya Jasmin
" Usus buntu Jasmin, dan kata dokter kamu harus di operasi agar bisa sembuh " kata Jaafar mengengam tangan Jasmin
" Tidak, aku takut Afar aku tidak mau di operasi " Jasmin menggeleng kedua pelupuk mata Jasmin sudah penuh dengan air mata yang siap terjatuh kapan saja
" Tapi Jasmin, kamu akan terus merasa sakit jika tidak di operasi " kata Jaafar
Jasmin hanya diam dengan air mata yang sudah mengalir
" Entahlah, aku sangat takut Afar dan operasi akan membutuhkan biaya yang sangat mahal dari mana kamu akan dapatkan uang ?" tanya Jasmin
" Kamu tidak perlu memikirkan itu semua yang utama adalah kesembuhanmu " kata Jaafar
" Apa kamu memberi tahu anak anak ?" tanya Jasmin
" Hmm aku sudah menelfon mereka siang tadi " kata Jaafar
" Lalu apa mereka akan pulang ?" tanya Jasmin
" Entahlah, aku berharap mereka bisa pulang dan menunggumu di sini "kata Jaafar
Jasmin tersenyum
" Aku yakin mereka akan pulang, mereka sangat menyayangi kita jadi mana mungkin mereka tidak pulang mendengar kabar aku sakit " kata Jasmin
" Benar, aku juga berfikir hal yang sama " kata Jaafar
" Sekarang kembali lah istirahat " kata Jaafar lagi
" Baiklah, tidurlah suamiku terima kasih sudah mau menjagaku " kata Jasmin
Jaafar tersenyum kemudian mencium kening Jasmin
" Cepatlah sembuh,aku mencintaimu " kata Jaafar
Jasmin mengangguk kemudian memejamkan matanya setelah Jasmin tidur Jaafar meletakan kepalanya di samping Jasmin kemudian kembali tidur
__ADS_1
*** Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup. **