Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=42


__ADS_3

Begitu makan malam selesai Nanda dan Jessie membersihkan badan mereka setelah itu membawa Dira ke dalam kamar


Karena Dira sudah bersama dengan Jessie dan Nanda Jasmin menuju ke meja makan dan Mulai melahap makan malamnya sendirian


Selesai makan malam Jasmin mencuci semua piring dan gelas yang kotor di dapur setelah semua bersih dan rapi Jasmin masuk ke dalam kamar


Jasmin merebahkan badannya setelah seharian ini dia sibuk dengan cucunya...


" Apa Jaafar sudah makan malam ?" gumam Jasmin menatap langit langit kamarnya..


Nathan bersama anggota keluarga yang lain tengah menikmati makan malam


" Nathan apa kamu sudah membelikan bapak pulsa ?" tanya Jaafar


" Aku lupa pak, besok aku akan membelikanya" Kata Nathan kembali melahap makannya


Jaafar diam dan menunduk


" Lalu bagaimana aku bisa menghubungi Jasmin malam ini ?" kata Jaafar dalam hatinya


" Kek kakek kenapa ?" tanya Daniel


Jaafar mencoba tersenyum menatap Daniel


" Tidak nak kakek tidak apa apa lanjutkan saja makannya " kata Jaafar


Mereka kembali melanjutkan makan malam dengan tenang..


Begitu selesai makan malam Nathan duduk dan menonton tv disusul oleh Hana


Jaafar memilih masuk ke dalam kamar bersama dengan Daniel


" Daniel apa kakek boleh bertanya ?" ucap Jaafar


Menatap kakeknya


" Apa kek tanya saja ?" kata Daniel


" Apa di sekitar sini ada yang berjualan pulsa ? kakek sangat membutuhkanya " kata Jaafar


" Tidak ada kek, ada juga jauh kek " kata Daniel


" Lalu apa ada telfon umum atau semacamnya ?" tanya Jaafar


Daniel memberikan ponselnya


" Pakailah ponsel Daniel kek aku rasa masih cukup untuk menelfon " kata Daniel tersenyum tulus menatap Jaafar


" Tidak nak tidak " Kata Jaafar


" Tidak apa kek pakai saja, kakek mau menelfon siapa ? nenek ?" tanya Daniel


" Hmm kakek ingin menelfon nenekmu " kata Jaafar


Daniel menatap ponselnya dan menekan nomor Jasmin


" Kek ini sebentar lagi akan terhubung dengan nenek " kata Daniel Jaafar bergegas menerimanya


Jasmin yang tengah memikirkan Jaafar dengan cepat menatap ponselnya dan mengangkat telfon


πŸ“ž " Jas ?" panggil Jaafar


πŸ“ž " Jaafar apa ini kamu ?" tanya Jasmin

__ADS_1


πŸ“ž " Benar Jas, aku meminjam ponsel Daniel " kata Jaafar


πŸ“ž " Afar aku sangat sedih hari ini " kata Jasmin


πŸ“ž " Ada apa ? apakah terjadi sesuatu ?" tanya Jaafar


πŸ“ž " Dira demam hari ini Afar, aku rasa aku sudah gagal menjaga Dira " kata Jasmin


Jaafar mengerutkan keningnya dan berjalan menjauh sedikit dari Daniel yang sudah berbaring di atas Ranjang


πŸ“ž " Apa maksudmu gagal Jas ? " tanya Jaafar


πŸ“ž " Aku menjaga Dira beberapa hari ini Selama Jessie dan Nanda bekerja " kata Jasmin


πŸ“ž" Apa baby sisternya juga ada ?" tanya Jaafar


πŸ“ž" Tidak Afar aku menjaga Dira sendiri " kata Jasmin


πŸ“ž " Astaga Jasmin " Jaafar mengacak rambut yang sudah memiliki dua warna itu secara kasar


πŸ“ž " Menjaga anak kecil bukan perkara mudah untuk orang seusia kita Jas, sangat melelahkan " kata Jaafar


πŸ“ž " Tidak Jas aku sangat senang menjaga Dira dia anak yang baik " kata Jasmin


πŸ“ž " Kamu akan sangat kelelahan Jas" kata Jaafar


πŸ“ž " Tidak Afar aku tidak apa apa , Bagaimana harimu Afar ?" tanya Jasmin


πŸ“ž " Aku akan bekerja mulai besok Jas untuk mengisi waktu luangku " kata Jaafar


πŸ“ž " Bekerja ? tapi pekerjaan apa Afar ?"tanya Jasmin


πŸ“ž " Aku bekerja di perpustakaan Jas, aku sangat kesepian jadi aku memilih bekerja untuk mengisi waktu begitu aku pulang aku akan segera menelfonmu " kata Jaafar


πŸ“ž " Entahlah aku belum meminta pendapat Nathan, " kata Jaafar


πŸ“ž " Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu Afar" kata Jasmin


πŸ“ž " Apa kamu sudah makan malam Jas ?" tanya Jaafar


πŸ“ž" Sudah Afar bagaimana denganmu ?" tanya Jasmin


πŸ“ž" Aku juga sudah Jas, aku sangat merindukanmu Jas kapan kita akan bertemu lagi ?" tanya Jaafar


πŸ“ž " Aku juga sangat merindukanmu Afar , Bisakah kamu menemaniku sampai aku tidur ?" tanya Jasmin


πŸ“ž " Tentu aku akan menemanimu Jas " kata Jaafar kemudian perlahan berjalan keluar dari kamar Daniel dan ternyata Nathan dan Hana sudah berada di dalam kamar Namun langkah kaki Jaafar tetap berjalan keluar dari rumah dan memilih duduk disana


perlahan Jaafar bersendung


πŸ“žTak perlu kata maaf dan air mata


Aku rela, dirimu pergi


Aku bisa tahu apa yang kau mau


Dengan pilihanmu


Hancur-hancur cintaku


Sakit-sakit hatiku


Tapi tak bisa aku menyalahkanmu

__ADS_1


Inilah jalanmu, Inilah nasibku


Yang tak 'ku suka


Asal kau tahu seumur hidupku


Aku tetap cinta


Tak perlu kata maaf dan air mata


Aku rela, dirimu pergi


Aku bisa tahu apa yang kau mau


Dengan pilihanmu


Hancur-hancur cintaku


Sakit-sakit hatiku


Tapi tak bisa aku menyalahkanmu


Inilah jalanmu, Inilah nasibku


Yang tak 'ku suka


Asal kau tahu seumur hidupku


Aku tetap cinta


Hancur-hancur cintaku


Sakit-sakit hatiku


Tapi tak bisa aku menyalahkanmu


Inilah jalanmu, Inilah nasibku


Yang tak 'ku suka, ah


Asal kau tahu seumur hidupku


Aku tetap cinta


Asal kau harus tahu seumur hidupku


Aku tetap cinta


Jasmin menitikan air mata mendengar Jaafar bersenandung semakin besar saja rasa rindu Jasmin pada Jaafar begitu juga sebaliknya Jaafarpun amat sangat merindukan istrinya


πŸ“ž " Selamat malam istriku, mimpilah indah panjanglah umur dan semoga sellau diberi kebahagiaan" Ucap Jaafar


πŸ“ž " Aku selalu mendoakan hal yang sama untukmu suamiku " kata Jasmin kemudian menutup ponselnya


Jasmin memeluk erat ponselnya dengan air mata yang sudah membasahi bantal miliknya


" Aku mencintamu Afar sangat sangat mencintaimu " kata Jasmin


Begitu juga dengan Jaafar air mata Jaafar lolos begitu saja saat memikirkan Jasmin


Jaafar masuk ke dalam rumah menuju ke kamar Daniel dan meletakan ponsel Daniel diatas meja lalu kembali keluar dan meringkuk diatas sofa memaksakan kedua bola matanya untuk tidur


*****Bersabar dalam kemudahan, kesuksesan, dan pujian itu lebih berat dibandingkan sabar dalam kesempitan*****

__ADS_1


__ADS_2