
Begitu makan malam selesai Nanda dan Jessie membersihkan badan mereka setelah itu membawa Dira ke dalam kamar
Karena Dira sudah bersama dengan Jessie dan Nanda Jasmin menuju ke meja makan dan Mulai melahap makan malamnya sendirian
Selesai makan malam Jasmin mencuci semua piring dan gelas yang kotor di dapur setelah semua bersih dan rapi Jasmin masuk ke dalam kamar
Jasmin merebahkan badannya setelah seharian ini dia sibuk dengan cucunya...
" Apa Jaafar sudah makan malam ?" gumam Jasmin menatap langit langit kamarnya..
Nathan bersama anggota keluarga yang lain tengah menikmati makan malam
" Nathan apa kamu sudah membelikan bapak pulsa ?" tanya Jaafar
" Aku lupa pak, besok aku akan membelikanya" Kata Nathan kembali melahap makannya
Jaafar diam dan menunduk
" Lalu bagaimana aku bisa menghubungi Jasmin malam ini ?" kata Jaafar dalam hatinya
" Kek kakek kenapa ?" tanya Daniel
Jaafar mencoba tersenyum menatap Daniel
" Tidak nak kakek tidak apa apa lanjutkan saja makannya " kata Jaafar
Mereka kembali melanjutkan makan malam dengan tenang..
Begitu selesai makan malam Nathan duduk dan menonton tv disusul oleh Hana
Jaafar memilih masuk ke dalam kamar bersama dengan Daniel
" Daniel apa kakek boleh bertanya ?" ucap Jaafar
Menatap kakeknya
" Apa kek tanya saja ?" kata Daniel
" Apa di sekitar sini ada yang berjualan pulsa ? kakek sangat membutuhkanya " kata Jaafar
" Tidak ada kek, ada juga jauh kek " kata Daniel
" Lalu apa ada telfon umum atau semacamnya ?" tanya Jaafar
Daniel memberikan ponselnya
" Pakailah ponsel Daniel kek aku rasa masih cukup untuk menelfon " kata Daniel tersenyum tulus menatap Jaafar
" Tidak nak tidak " Kata Jaafar
" Tidak apa kek pakai saja, kakek mau menelfon siapa ? nenek ?" tanya Daniel
" Hmm kakek ingin menelfon nenekmu " kata Jaafar
Daniel menatap ponselnya dan menekan nomor Jasmin
" Kek ini sebentar lagi akan terhubung dengan nenek " kata Daniel Jaafar bergegas menerimanya
Jasmin yang tengah memikirkan Jaafar dengan cepat menatap ponselnya dan mengangkat telfon
π " Jas ?" panggil Jaafar
π " Jaafar apa ini kamu ?" tanya Jasmin
__ADS_1
π " Benar Jas, aku meminjam ponsel Daniel " kata Jaafar
π " Afar aku sangat sedih hari ini " kata Jasmin
π " Ada apa ? apakah terjadi sesuatu ?" tanya Jaafar
π " Dira demam hari ini Afar, aku rasa aku sudah gagal menjaga Dira " kata Jasmin
Jaafar mengerutkan keningnya dan berjalan menjauh sedikit dari Daniel yang sudah berbaring di atas Ranjang
π " Apa maksudmu gagal Jas ? " tanya Jaafar
π " Aku menjaga Dira beberapa hari ini Selama Jessie dan Nanda bekerja " kata Jasmin
π" Apa baby sisternya juga ada ?" tanya Jaafar
π" Tidak Afar aku menjaga Dira sendiri " kata Jasmin
π " Astaga Jasmin " Jaafar mengacak rambut yang sudah memiliki dua warna itu secara kasar
π " Menjaga anak kecil bukan perkara mudah untuk orang seusia kita Jas, sangat melelahkan " kata Jaafar
π " Tidak Jas aku sangat senang menjaga Dira dia anak yang baik " kata Jasmin
π " Kamu akan sangat kelelahan Jas" kata Jaafar
π " Tidak Afar aku tidak apa apa , Bagaimana harimu Afar ?" tanya Jasmin
π " Aku akan bekerja mulai besok Jas untuk mengisi waktu luangku " kata Jaafar
π " Bekerja ? tapi pekerjaan apa Afar ?"tanya Jasmin
π " Aku bekerja di perpustakaan Jas, aku sangat kesepian jadi aku memilih bekerja untuk mengisi waktu begitu aku pulang aku akan segera menelfonmu " kata Jaafar
π " Entahlah aku belum meminta pendapat Nathan, " kata Jaafar
π " Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu Afar" kata Jasmin
π " Apa kamu sudah makan malam Jas ?" tanya Jaafar
π" Sudah Afar bagaimana denganmu ?" tanya Jasmin
π" Aku juga sudah Jas, aku sangat merindukanmu Jas kapan kita akan bertemu lagi ?" tanya Jaafar
π " Aku juga sangat merindukanmu Afar , Bisakah kamu menemaniku sampai aku tidur ?" tanya Jasmin
π " Tentu aku akan menemanimu Jas " kata Jaafar kemudian perlahan berjalan keluar dari kamar Daniel dan ternyata Nathan dan Hana sudah berada di dalam kamar Namun langkah kaki Jaafar tetap berjalan keluar dari rumah dan memilih duduk disana
perlahan Jaafar bersendung
πTak perlu kata maaf dan air mata
Aku rela, dirimu pergi
Aku bisa tahu apa yang kau mau
Dengan pilihanmu
Hancur-hancur cintaku
Sakit-sakit hatiku
Tapi tak bisa aku menyalahkanmu
__ADS_1
Inilah jalanmu, Inilah nasibku
Yang tak 'ku suka
Asal kau tahu seumur hidupku
Aku tetap cinta
Tak perlu kata maaf dan air mata
Aku rela, dirimu pergi
Aku bisa tahu apa yang kau mau
Dengan pilihanmu
Hancur-hancur cintaku
Sakit-sakit hatiku
Tapi tak bisa aku menyalahkanmu
Inilah jalanmu, Inilah nasibku
Yang tak 'ku suka
Asal kau tahu seumur hidupku
Aku tetap cinta
Hancur-hancur cintaku
Sakit-sakit hatiku
Tapi tak bisa aku menyalahkanmu
Inilah jalanmu, Inilah nasibku
Yang tak 'ku suka, ah
Asal kau tahu seumur hidupku
Aku tetap cinta
Asal kau harus tahu seumur hidupku
Aku tetap cinta
Jasmin menitikan air mata mendengar Jaafar bersenandung semakin besar saja rasa rindu Jasmin pada Jaafar begitu juga sebaliknya Jaafarpun amat sangat merindukan istrinya
π " Selamat malam istriku, mimpilah indah panjanglah umur dan semoga sellau diberi kebahagiaan" Ucap Jaafar
π " Aku selalu mendoakan hal yang sama untukmu suamiku " kata Jasmin kemudian menutup ponselnya
Jasmin memeluk erat ponselnya dengan air mata yang sudah membasahi bantal miliknya
" Aku mencintamu Afar sangat sangat mencintaimu " kata Jasmin
Begitu juga dengan Jaafar air mata Jaafar lolos begitu saja saat memikirkan Jasmin
Jaafar masuk ke dalam rumah menuju ke kamar Daniel dan meletakan ponsel Daniel diatas meja lalu kembali keluar dan meringkuk diatas sofa memaksakan kedua bola matanya untuk tidur
*****Bersabar dalam kemudahan, kesuksesan, dan pujian itu lebih berat dibandingkan sabar dalam kesempitan*****
__ADS_1