
Suasana pagi ini sangat berbeda sedari malam hujan turun sampai saat ini Jasmin yang biasanya sudah bangun kini dia masih meringkuk di atas ranjang dengan berbalut selimut bukan karena dia malas namun dia merasa tidak enak badan
Jessie bangun dari tidurnya membersihkan badannya lalu keluar dari kamar
" Apa ibu tidak masak ?" tanya Jeasie pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke dapur dia tiak melihat ibunya lalu melihat ke kamar Jasmin
" Hmm masih tidur mungkin ibu malas karena cuacanya yang seperti ini " gumam Jessie lalu kembali ke dapur membuat sarapan
Jasmin mendengar suara Jessie memasak lalu berusaha bangun jasmin berjalan perlahan menghampiri Jessie
" Nak " Panggil Jasmin
" Hmm ada apa bu "jawab Jessie
" Nak ibu tidak enak badan bisakah kamu libur hari ini untuk menjaga Dira ?" tanya Jasmin
Jessie membalik badannya
" Ibu sakit ? sakit apa ?" tanya Jessie
" Ibu hanya masuk angin biasa saja hanya butuh sedikit istirahat " kata Jasmin
" Yasudah ibu ke kamar nanti aku akan bawakan makanan untuk ibu, aku akan ijin hari ini " kata Jessie Jasmin lalu kembali berjalan ke kamarnya
Jessie menuju ke kamarnya dan mengambil ponsel untuk minta ijin kerja lalu membangunkan Nanda
" Sayang bangun " Kata Jessie
" Iya "
" Aku hari ini tidak kerja , Ibu sakit jadi aku harus menjaga Dira " Ujar Jessie
" Sakit ? sakit apa ?" tanya Nanda
" Entah tapi ibu bilang hanya masuk angin saja , bangunlah dan mandi lalu sarapan biarkan Dira tidur" kata Jessie Nanda mengangguk lalu perlahan bangkit dari ranjang
Jessie kembali ke dapur mengambil makanan dan minuman hangat untuk Jasmin
__ADS_1
" Bu ini makan lalu istirahatlah " kata Jessie meletakan nampan berisi makanan dan minuman
" Terima kasih Jes " kata Jasmin
" Iya bu aku keluar dulu " kata Jessie
" Tunggu Jes " kata Jasmin dan Jessie menghentikan Langkahnya
" Ada apa bu ?" tanya Jessie
" Nak apa kalian masih sangat sibuk ibu sangat ingin bertemu bapak "kata Jasmin
" Sabar bu , nanti kalau kami sudah ada waktu juga bertemu ibu istirahat saja " kata Jessie lalu berjalan meninggalkan Jasmin
" Aku sangat merindukanmu Afar " kata Jasmin dalam hatinya
" Setidaknya Jessie masih sedikit peduli denganku " gumam Jasmin lalu dengan pelan mulai melahap makanan yang di antar oleh Jessie
Diruang makan Nanda bersama dengan Jessie menikmati makanan mereka
" Seharusnya kita membawa bapak dulu " kata Nanda
" Bapak kan jarang sakit gak kayak ibu " kata Nanda
" Astaga sayang, jangan berkata seperti itu " kata Jessie
" Maaf maaf " kata Nanda cengengesan
" Jangan berbicara seperti itu lagi kalau ibu mendengarnya dia bisa sakit hati " kata Jessie
Nanda mengangguk cepat
" Hmm aku tau " kata Nanda
Mereka kembali menikmati makanan dengan tenang
Begitu selesai Nanda berangkat sendirian meninggalkan Jessie
__ADS_1
Jessie masuk kembali ke rumah setelah Nanda berangkat
Ponsel Jessie berdering dan Jessie segera menerima panggilannya
📞 " Hmm ada apa ?" tanya Jessie
📞" Astaga kakk di telfon adeknya kayak gtu tanya kabar kek apa kek " kata Jaabier
Jessie memutar bola matanya dan tersenyum usil
📞 " Halo adikku sayang " kata Jessie dengan Nada yang di buat buat
📞 " Idih lupain aja kak, Ibu mana ?" tanya Jaabier
📞 " Ibu lagi istirahat lagi gak enak badan " kata Jessie
📞" Ibu sakit kak ?sakit apa ?" tanya Jaabier
📞" Cuma masuk angin biasa sekarang kan sudah masuk musim hujan " kata Jessie
📞 " Oh begitu yasudah kak titip salam saja kalau begitu buat ibu " Ujar Jaabier
📞 " Hmm " kata Jessie lalu menutup ponselnya
" Astaga kak Jessie" kata Jaabier menggeleng gelengkan kepalanya sedangkan Jessie begitu mematikan ponsel dia naik ke ranjang dan memeluk Dira
" Aku ikut tidur ah mumpung Dira masih tidur" kata Jessie dalam hatinya lalu memejamkan mata dengan Dira dalam dekapannya
Di rumah Nathan semua anggota keluarga sudah pergi menjalankan aktifitas mereka hanya tersisa Jaafar yang ada di rumah dan kebetulan hari ini Jaafar tengah libur bekerja
Jaafar duduk di teras rumah Nathan memandangi air yang terun dari langit menjatuhi bumi
" Aku sangat sangat merindukanmu Jas kapan kita akan bisa bertemu lagi " Gumam Jaafar tanpa dia sadari air matanya menetes
Dengan cepat Jaafar menghapusnya Lalu bangkit dari tempat dia duduk dan masuk ke dalam rumah
Jaafar membawa buku yang sudah mulai dia isi dengan keluh kesahnya kini Jaafar duduk di kursi belajar milik Daniel dan mulai menulis
__ADS_1
Jaafar menulis setiap katanya dengan penuh perasaan bahkan sesekali Jaafar meneteskan air mata kala dia mengingat wajah Jasmin
****C I N T A ****