
Suasana rumah Nanda sangat sepi hanya ada Jasmin seorang di dalam rumah
Jasmin memilih duduk di kamar dan kini tanganya meraih ponsel dan Foto bergambar Jaafar berharap Jaafar menghubunginya
" Afar aku sangat merindukanmu " Gumam Jasmin memeluk erat Foto bergambar suaminya
Pucuk di cinta ulam tiba seakan Jaafar mendengar perkataan Jasmin ponsel di tangan Jasmin berbunyi dengan cepat Jasmin menekan ponselnya
📞 " Halo Jas " Ujar Jaafar
📞" Halo Afar " Kata Jasmin
📞 " Jas apa kamu sibuk ? apa aku mengganggumu ?" tanya Jaafar
📞" Sama sekali tidak Afar " kata Jasmin cepat
📞 " Syukurlah jika aku tidak mengganggumu ? dimana Dira ?" tanya Jaafar
📞 " Dira sedang jalan jalan bersama mama dan ayahnya " jawab Jasmin
📞 " Hmm apa mereka libur ?" tanya Jaafar
📞 " Iya Afar mereka libur , Afar aku sangat senang kamu menghubungiku " kata Jasmin
📞 " Aku jauh lebih senang bisa mendengar suaramu Jas, aku merindukanmu " kata Jaafar
📞" Rinduku lebih dalam Afar," Kata Jasmin dengan suara sangat rendah karena menangis
📞 " Jas jangan menangis itu akan membuatku sedih " kata Jaafar
📞 " Hmm aku tidak akan menangis Afar " Ujar Jasmin menghapus air matanya
📞 " Afar apa kamu sudah makan? bagaimana kabar Nathan Hana serta Daniel dan juga Arin ?" tanya Jasmin
📞 " Mereka baik baik saja Jas, Aku sudah makan pagi tadi bagaimana denganmu ?" tanya Jaafar
📞 " Aku juga sudah Afar, Afar apakah belum ada kabar dari Jihan ? " tanya Jasmin
📞 " Aku belum mendengar kabar apapun dari Jihan Jas, kita berdoa saja semoga Jihan baik baik saja di luar sana " kata Jaafar
📞 " Aku sangat berharap dia akan baik baik saja " kata Jasmin
📞 " Jas apa kamu baik baik saja ?" tanya Jaafar
📞" Tentu saja aku baik Afar, " Jawab Jasmin dengan senyum pahit
📞 " Akh bagaimana lukamu ? apa Jessie membawamu ke dokter ?" tanya Jaafar.
Jasmin menatap luka di tangannya dengan senyum getir
📞" Tanganku sudah lebih baik Afar jauh lebih baik " Jawab Jasmin bohong
Jaafar menyatukan alisnya
📞 " Aku merasa kamu sedang tidak jujur Jas " kata Jaafar
📞 " Sungguh Afar aku tidak berbohong aku sudah lebih baik " Kata Jasmin
" Maafkan aku Afar aku membohongimu aku tidak ingin membuatmu khawatir " Kata Jasmin dalam hatinya
__ADS_1
📞 " Jas aku sangat ingin berjumpa denganmu " kata Jaafar
📞" Aku juga merasakan hal yang sama Afar, padahal kita baru berpisah beberapa hari tapi entah kenapa rasanya seperti sudah sangat lama " kata Jasmin
📞" Nanti aku akan coba bicara dengan Nathan siapa tahu kita bisa bertemu nanti " kata Jaafar tersenyum
📞 " Aku berharap itu akan menjadi kenyataan Afar " kata Jasmin
📞 " Jas kamu istirahatlah, aku juga akan beristirahat " kata Jaafar
📞 " Baiklah jaga kesehatanmu Afar selalu hubungi aku begitu kamu tidak sedang sibuk aku akan menunggu telfon darimu malam ini " kata Jasmin
📞" Aku mencintaimu " ujar jaafar
📞 " Aku juga mencintaimu Afar " kata Jasmin sebelum telefon mereka terputus
Jaafar bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar Daniel
" Daniel apa kakek mengganggu ?" tanya Jaafar pada Daniel yang tengah main game di atas ranjang
Daniel menatap Jaafar lalu duduk menatap Jaafar
"Ada apa kek ?" tanya Daniel
" Kakek merasa lelah bisakah kita berbagi tempat tidur ?" tanya Jaafar
Daniel tertawa
" Kakek kenapa harus bertanya bukankah kita setiap malam berbagi tempat tidur , Kakek tidurlah aku akan main game di luar saja kakek tidur dengan nyaman " Kata Daniel seraya berjalan keluar dari kamar
Jaafar tersenyum Daniel anak yang baik dia tidak tahu jika sudah lebih dari satu minggu Jaafar selalu tidur di sofa
" Selamat pagi anak bunda " kata Hana pada Daniel yang tengah bermain Game di sofa
" Siang bun " jawab Daniel yang memang sekarang sudah siang hampir jam 11 siang
Hana tersenyum dan mengusap rambut Daniel
" Kamu sudah sarapan kan sayang ? " tanya Hana
" Sudah bun bersama dengan Arin sama kakek juga " Jawab Daniel
Hana mengangguk tanda mengerti tidak beberapa lama Nathan juga keluar dari kamar lalu duduk di samping Daniel
" Bun lapar " kata Nathan pada Hana
" Aku akan ambilkan roti untukmu setelah itu aku akan masak untuk makan siang tunggu " kata Hana seraya berjalan ke dapur
5 menit Hana kembali dan membawa roti serta susu untuk Nathan
" Habiskan dengan cepat " kata Hana
Nathan menatap Hana heran
" Kenapa ?" tanya Nathan
" Bahan bahan dapur sudah habis kita pergi belanja dulu " kata Hana
" Yah lama ini urusannya " kata Daniel dalam hatinya sambil menggeleng karena Daniel tahu waktu berbelanja bundanya tidak akan sebentar dan pasti jam makan siang akan terlewat hari ini
__ADS_1
" Kita ?" tanya Nathan
" Tentu saja AKU DAN KAMU SAYANG" kata Hana penuh penekanan
Nathan tidak lagi bertanya dan langsung memakan makanan yang ada di depannya sedangkan Hana kembali ke kamar dan berganti pakaian
Setelah Nathan selesai Hana bersama Nathan keluar rumah untuk pergi belanja menggunakan sepeda motor
" Kak bunda mana ?" tanya Arin
" Pergi "Jawab Daniel
" Ayah ?" kata Arin lagi
" Pergi "Jawab Daniel lagi
" Hmm kalau Kakek dimana ?"tanya Arin
" Tidur " kata Daniel
Arin tersenyum
" Aku bangunin kakek ah " kata Arin memutar badannya dan hendak melangkah namun terhenti karena Daniel sudah menarik kaos Arin
" Apasih kak " kata Arin kesal
" Kakek capek biarin istirahat gak usah di ganggu "kata Daniel
" Aku gak ganggu kak aku cuma mau ajak kakek main aja kok " kata Arin
" Gak boleh " kata Daniel
" Dih kak Daniel.kenapa sih " ujar Arin
" Gak usah ganggu kakek sana main sendiri " kata Daniel
" Dari tadi juga Arin main sendirian kak udah bosen " kata Arin melipat kedua tangannya di dada
Daniel menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan
" Yasudah mau main apa biar kakak temenin "kata Daniel
" Yes " kata Arin senang
Akhirnya Daniel tidak main Game melainkan memilih menemani Arin main karena tidak ingin Arin menganggu Kakeknya yang tengah terlelap
Sudah lewat tengah hari Hana dan Nathan belum juga pulang Jaafar terbangun dan langsung mencari keberadaan Arin dan Daniel
" Nak kalian sudah makan ?" tanya Jaafar
" Belum kek bunda belum masak masih pergi belanja dan belum pulang sampai sekarang" kata Daniel
" Apa kalian sudah lapar ? bagaimana kalau makan di luar saja ?" tanya Jaafar sambil duduk di samping Daniel
Daniel tersenyum
" Tidak perlu kek bunda dan ayah nanti akan pulang dan pasti membawa makanan dari luar kakek tenang saja " kata Daniel
Jaafar hanya mengangguk tanda mengerti
__ADS_1
***** Rindu *****