Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T = 16


__ADS_3

Jessie kini tengah duduk setelah selesai makan malam bersama suami dan anaknya


" Sayang ibuku sakit ?" kata Jessie memulai pembicaraan


" Sakit ? sakit apa ?" tanya Nanda


" Entah aku belum tahu, tapi ibu di rawat di rumah sakit " kata Jessie dan Nanda hanya mengangguk


" Apa sebaiknya kita pulang menjenguk ibu mas ?" tanya Jessie


" Aku tidak bisa , sudah dari minggu kemarin bukan aku bekerja lembur , lalu kalau aku ijin juga pasti kantor akan memecatku juga " terang Nanda


" Lalu bagaimana sayang ?" tanya Jessie


" Aku tidak melarangmu pulang, tapi jika kamu pulang bagaimana dengan Dira ? lalu apa kantormu akan mengijinkan ? dan bagaimana jika biaya rumah sakit ibu kamu yang bertanggung jawab nantinya karena kamu pulang ? bukankah masih ada Kak Nathan atau Jaabier, sudah terserah kamu saja " kata Nanda berdiri dan meninggalkan Jessie


Jessie membuang nafasnya kasar dengan mata menatap kepergian Nanda


tangan Jessie meraih ponsel dan menghubungi Jaafar


Sesaat setelah selesai makan Jasmin kemudian tertidur kemudian Jaafar keluar dari ruangan dan duduk di depan ruangan


ponsel Jaafar bergetar


📞" Halo bapak "


📞" Akh Jessie,ada apa nak ?"tanya Jaafar


📞" Bagaimana keadaan ibu pak ?, ibu sakit apa ?" tanya Jessie


📞 " Keadaan ibumu belum membaik, ibu terkena usus buntu dan harus di operasi " terang Jaafar


📞 " Astaga , lalu sekarang ibu di mana pak ? apa boleh aku bicara dengan ibu ?" tanya Jessie


📞 " Ibu baru saja tidur, akh apa kamu tidak pulang nak ?" tanya Jaafar


📞" Aku ingin pak, tapi aku tidak mendapat ijin dari kantor " kata Jessie memberi alasan


📞 " Benarkah ??,pelik sekali perusahaan tempatmu bekerja nak ?" kata Jaafar


📞" Lalu bagaimana tentang ibu pak ? kapan ibu akan di operasi ?" tanya Jessie mengalihkan pembicaraan


📞" Bapak juga belum tahu, mungkin dalam waktu dekat ini , nak bapak akan istirahat juga besok saja kita sambung lagi " kata Jaafar


📞" Oh iya pak, maaf sudah menganggu bapak, jaga kesehatan ya pak salam untuk ibu " kata Jessie dan Jaafar hanya berdehem sebelum mematikan ponselnya


Setelah pembicaraannya dengan putrinya berakhir Jaafar masih terdiam memandang ponselnya


mengambil nafas panjang dan perlahan membuangnya..


Begitu hati Jaafar merasa tenang dia kembali masuk dan duduk di samping istrinya yang terlelap


membelai lembut kepala Jasmin


" Mimpilah indah, semoga di beri kekuatan dan juga kesembuhan untukmu " kata Jaafar lirih lalu mencium kening Jasmin

__ADS_1


Jaafar membuka selimut yang dia bawa dari rumah dan meletakannya di lantai rumah sakit lalu Jaafar berbaring di sana dan dengan cepat Jaafar tertidur..


Jessie membuang nafas kasar lalu mencoba menghubungi Jonathan


📞" Kak " kata Jessie


📞 " Hmm "


📞" Aku tidak bisa pulang kak, tadi aku menghubungi bapak ibu harus menjalani operasi " kata Jessie


📞 " Hah operasi ?? sakit apa sampai ibu harus di operasi ??" tanya Jonathan


📞 " Usus buntu kak, jadi ibu harus di operasi , kakak bagaimana apa kakak bisa pulang ?" tanya Jessie


📞 " Tidak bisa , aku harus berangkat ke luar kota besok pagi ada urusan kantor " kata Jonathan


📞 " Lalu bagaimana dengan Jaabier ?" tanya Jessie


📞 " Anak itu tidak bisa , sekarang dia ada kegiatan di kampusnya dia ada di puncak " kata Jonathan


📞 " Astaga lalu bagaimana kak ?" tanya Jessie


📞 " Sudahlah, ibu akan mengerti" kata Jonathan


📞 " Tapi kak ?? "


📞 " Sudahlah Jess, lagi pula kita sudah berkeluarga masing masing bukan, dan kita juga sama sama sibuk bekerja dan untuk pulang kita juga membutuhkan biaya ibu akan mengerti aku yakin, sudahlah aku ingin istirahat sekarang ini " kata Jonathan


📞" Hmm yasudah , maaf sudah menganggumu kak " kata Jessie seraya menutup ponselnya


*


*


Mata Jaafar terbuka perlahan kemudian bergegas bangun dan melihat Jasmin


" Masih tidur " gumam Jaafar sedikit tersenyum kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan


begitu selesai Jaafar langsung menuju ke istrinya yang ternyata sudah bangun


" Jasmin, kamu sudah bangun ?" tanya Jaafar


" Hmm , " kata Jasmin


" Apa kamu mau ke kamar mandi ?" tanya Jaafar


" Hmm aku rasa begitu " kata Jasmin kemudian Jaafar membantu Jasmin untuk sampai ke kamar mandi


setelah 15 menit Jasmin dan Jaafar sudah kembali dan Jasmin sudah kembali berbaring di atas ranjangnya


sama seperti pagi sebelumnya Jaafar juga menyuapi Jasmin dengan perlahan, sepasang suami istri yang sudah tua hanya berdua tanpa ada orang lain yang menunggu mereka


Jasmin telah menyelesaikan sarapannya kini giliran Jaafar , Jaafar keluar dari ruangan menuju ke kantin rumah sakit membeli makanan, Jaafar membungkus makannya karena tidak ingin berlama lama meninggalkan Jasmin sendirian


" Afar ? apa anak anak tidak pulang ?" tanya Jasmin Jaafar menghentikan makannya dan menatap Jasmin

__ADS_1


" Qpa kamu sedih jika anak anak tidak pulang Jas ?" tanya Jaafar


" Wntahlah, " kata Jasmin Jaafar hanya diam dan kembali melanjutkan makannya


Jaafar menyelesaikan makan dengan cepat


" Aku juga tidak tahu mereka akan pulang atau tidak, aku harap kamu tidak akan sedih " kata Jaafar


" Tidak aku tidak sedih " kata Jasmin meski terdengar meyakinkan namun siapa yang tahu isi hati Jasmin


dia terbaring di rumah sakit mempunyai banyak anak namun satu saja diantara mereka tidak menemaninya..


" Aku tahu kamu pasti bohong, untuk sekarang kamu harus fokus dengan kesehatanmu saja " kata Jaafar mengusap punggung tangan Jasmin


" Selamat pagi ibu Jasmin " sapa dokter


Jasmin memberi senyumnya


" Bagaimana keadaan ibu apa sudah ada perubahan ?" tanya Dokter sambil memeriksa keadaan Jasmin


" Masih sedikit sakit dok " kata Jasmin doker hanya tersenyum melanjutkan pekerjaannya


" Bapak bisakah ikut saya ke ruangan sebentar ?"kata dokter


" Ah iya dok tentu " kata Jaafar kemudian dokter berjalan terlebih dahulu


" Tunggu sebentar " kata Jaafar kepada Jasmin dan Jasmin mengangguk


Jaafar berjalan menuju ke ruangan dokter


begitu di persilakan masuk dan duduk kini Jaafar tengah berhadapan dengan dokter


Dokter mengatakan keadaan Jasmin tidak sedang baik , dan besok pagi Jasmin akan dioperasi dan juga harus berpuasa untuk persiapan operasi


begitu Jaafar mengerti dia keluar dari ruangan dokter menuju kembali ke ruang dimana istrinya di rawat


" Afar apa yang dikatakan dokter ?" tanya Jasmin


" Tidak banyak, besok pagi kamu akan di operasi dan nanti malam harus berpuasa " kata Jaafar


wajah Jasmin berubah murung


" Kenapa Jasmin ada apa ?" tanya Jaafar


" Aku aku sedikit takut " kata Jasmin


" Tidak, kamu tidak boleh takut Jasmin kamu wanita yang kuat setelah ini kamu akan kembali sehat jadi buang jauh rasa takutmu " kata Jaafar dengan penuh keyakinan


Jasmin tersenyum menatap Jaafar


" Tentu aku akan kuat itu karena kamu ada di sampingku " kata Jasmin


Jaafar memeluk Jasmin


" Aku akan selalu ada di sampingmu Jasmin, selalu "

__ADS_1


*** Banyak yang sibuk mengejar harta hingga melupakan keluarga. Padahal tanpa kita sadari keluarha ialah harta yang tak ternilai, indahnya kebersamaan. ***


__ADS_2