Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T = 20


__ADS_3

Sinar bulan sudah berangsur berganti dengan cahaya matahari yang cerah


Jaafar meregangkan badannya dan menatap Jasmin yang masih terlelap


Jaafar memiringkan tubuhnya dan kembali menatap Jasmin lebih dalam dengan senyum di wajah tua Jaafar


" Kamu masih sama seperti dulu Jasmin " kata Jaafar dalam hatinya dengan mata menatap Jasmin


Jasmin bergerak kecil kemudian membuka mata


" Kamu sudah bangun ?" kata Jaafar Jasmin menoleh ke arah Jaafar yang berada di sampingnya


" Afar " kata Jasmin tersenyum


" Jasmin bagaimana tidurmu ?" tanya Jaafar


" Tidurku jauh lebih nyenyak dari sebelumnya " kata Jasmin


" Syukurlah, aku senang mendengarnya " ujar Jaafar lalu bangun dari tidurnya dan duduk


" Akan aku siapkan sarapan untukmu Jasmin " kata Jaafar


" Aku rasa aku sudah bisa melakukanya Afar " kata Jasmin


" Tidak, kamu masih perlu lebih banyak istirahat biar aku saja yang memasak untukmu " kata Jaafar


" Hmm baiklah " kata Jasmin


Jaafar tersenyum lalu berjalan keluar dari kamar menuju ke dapur dan menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri dan juga istrinya


Jasmin berjalan perlahan menuju ke kamar mandi mencuci wajahnya setelahnya Jasmin memutuskan keluar dan duduk di teras di depan rumahnya


" Akh aku rasa sudah lama sekali tidak duduk di sini " kata Jasmin tersenyum menikmati pagi di depan rumahnya


"Aku harus lekas pulih, kasihan Jaafar harus mengerjakan pekerjaan rumah " gumam Jasmin


Jasmin menyenderkan badannya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan


" Udara di sini memang sangat baik, kemarin saat masih di rumah sakit seakan aku sesak sekali untuk bernafas " kata Jasmin


" Tentu saja Jasmin " kata Jaafar tiba tiba Jasmin menoleh ke asal suara


" Afar " kata Jasmin


Jaafar duduk di samping Jasmin membawa sarapan untuk Jasmin


" Aku mencarimu di kamar " kata Jaafar


" Maafkan aku," kata Jasmin


" Tidak masalah, ini ambil dan makanlah setelah ini kamu harus segera minum obat " kata Jaafar


Jasmin mengangguk dan menerima piring dari Jaafar dan mulai melahapnya


" Jasmin setelah ini aku akan pergi sebentar " kata Jaafar


Jasmin menghentikan makan

__ADS_1


" Kemana ?" tanya Jasmin dengan menatap Jaafar


" Aku hanya akan ke rumah sakit untuk mengambil sepeda motor " kata Jaafar


Jasmin mengangguk


" Hmm baiklah, " Jasmin melanjutkan makan..


Jaafar menunggu sampai Jasmin selesai makan setelah itu Jaafar memberikan obat untuk Jasmin


begitu selesai Jaafar bersiap siap untuk kembali ke rumah sakit


" Afar kamu kesana naik apa ?" tanya Jasmin


" Akh, aku akan menumpang dengan Alex , anaknya pak Burhan" kata Jaafar sambil memakai jaketnya


" Yasudah, aku pergi dulu Jasmin " kata Jaafar


" Hati hatilah " kata Jasmin


Jaafar mencium kening Jasmin singkat kemudian berjalan keluar dari rumah..


Begitu Jaafar pergi Jasmin meraih ponsel dan menghidupkanya..


"Apa aku harus hubungi anak anak ?" kata Jasmin


" Tidak tidak ini masih pagi mereka akan terganggu " kata Jasmin menggelengkan kepala lalu meletakan kembali ponselnya di atas meja


Baru saja ponsel itu di letakan ponsel sudah berdering menandakan seseorang tengah menghubunginya


Jasmin kembali mengambil ponsel dan menatap layar ponsel


📞 " Halo nak " kata Jasmin


📞" Ibuu, bagaimaana keadaan ibu ?, kenapa sulit sekali menghubungi kalian?, aku sangat khawatir dengan keadaan ibu " kata Jaabier dengan suara yang mulai rendah


📞" Ibu baik baik saja, mungkin karena ponsel ini habis baterai nak " kata Jasmin lembut


📞" Benarkah ibu baik baik saja? kata kak Nathan ibu harus di operasi ?"


📞" Iya nak, ibu sekarang sudah baik baik saja bahkan ibu sekarang ini sudah ada di rumah " terang Jasmin


📞" Apa ibu benar benar sudah baik baik saja ?"


📞" Iya ibu sudah lebih baik sekarang ini "


📞" Ibu aku akan usahakan kita akan bisa pulang dalam waktu dekat ini karena saat ibu sakit salah satu di antara kita semua tidak bisa pulang sama sekali "


tersenyum


📞" Benarkah kalian akan pulang ?" tanya Jasmin


📞" Akan Jaabier usahakan bu,"


📞" Iya nak, bapak dan ibu akan menunggu kedatangan kalian semua dengan suka cita " kata Jasmin


📞" Baiklah bu, karena ibu sekarang sudah lebih baik ibu jaga kesehatan aku akan segera beri tahu kakak kalau ibu sudah sembuh mereka akan menelfon ibu " kata Jaabier

__ADS_1


📞" Iya nak,ibu akan tunggu "


📞" Jaabier matikan ya bu " kata Jaabier


📞" Iya nak " kata Jasmin dan Jaabier menutup ponselnya


Jaabier dengan gerakan cepat mengirim pesan ke pada Jonathan dan Jessie bahwa ibu mereka sudah bisa di hubungi


Jasmin tersenyum menatap ponselnya menunggu anaknya kembali menelfon dirinya


hanya beberapa menit ponsel Jasmin berdering panggilan masuk kembali dari anak laki lakinya yaitu Jonathan


Jasmin berbincang dengan Jonathan dan juga Hana serta kedua cucunya


senyum Jasmin merekah bisa berbincang dengan anak dan juga cucunya..


setelah percakapannya dengan Jonathan selesai ponsel Jasmin kembali berdering panggilan dari anak perempuanya..


bukan hanya dengan Jessie Jasmin berbincang melainkan dengan menantunya juga yaitu nanda


dan sesekali terdengar ocehan dira yang masih belum bisa berbicara


Semua anak anak dan menantu Jasmin terdengar begitu senang dan ramah melalui ponsel


itu membuat hati Jasmin yakin bahwa semua anak anaknya mencintai dirinya..


bahkan setelah perbincangan mereka selesai senyum Jasmin masih tergambar jelas di wajah Jasmin


" Aku tahu mereka menyayangi orang tuanya, mereka tidak pulang karena mereka punya alasan sendiri,meski mereka ingin mereka tidak bisa karena mereka semua masih bekerja..


Jaafar aku rasa kita berhasil mendidik mereka semua dengan baik " kata Jasmin dengan senyum di wajahnya..


Jasmin yang mendengar sendiri anak anaknya merasa khawatir merasa sangat senang , meski saat Jasmin tengah sakit tidak satupun dari mereka pulang untuk merawatnya namun Jasmin tetap merasa senang karena dia tahu bahwa anak anaknya sangat mencintai orang tuanya


Jasmin merasa berhasil mendidik semua anaknya di usia yang sekarang ini Dia hanya bisa berharap bisa memetik hasilnya dengan baik seperti apa yang sudah dia harapkan..


Jasmin merasa tidak sabar untuk segera bertemu Jaafar dan mengatakan bahwa anak anaknya sudah menghubunginya


Jasmin memutuskan untuk menunggu Jaafar duduk di teras di depan rumahnya...


senyumnya tidak pudar dengan mata melihat ke arah jalanan menunggu Jaafar kembali


" Afar " gumam Jasmin ketika terdengar suara sepeda motor Jaafar


Jasmin berdiri dan tersenyum karena orang yang sudah dia tunggu sedari tadi akhirnya datang


" Afar " panggil Jasmin dengan wajah berseri


Jaafar hanya tersenyum dan berjalan menghampiri Jasmin


" Ada apa Jasmin ? sepertinya kamu sangat bahagia , apa yang membuatmu sebahagia ini ?" tanya Jaafar perlahan duduk diikuti oleh Jasmin yang turut duduk


" Tebaklah apa yang membuatku sennag ?" kata Jasmin


Jaafar tersenyum


" Aku tidaak bisa menebaknya "

__ADS_1


**** "Sebesar apapun uang yang kamu miliki dari bekerja. Tetap saja harta terbesar yang kau jaga adalah keluarga." *******


__ADS_2