
Mereka sudah berkumpul di depan rumah..
Jessie memeluk erat ibunya dan mencium pipinya berulang dengan derai air mata..
" Buu Jessie pamit , jaga kesehatan ibu ya Jessie sayang banget sama ibu " Jessie memeluk ibunya
" Iya Nak, ibu juga sayang sama Jessie, hati hati dijalan ya nak, jadilah istri yang baik untuk suamimu dan jadilah ibu yang baik untuk anakmu " kata Jasmin pelan menahan air mata Jessie mengangguk dan berpindah ke Jaafar
" Bapak , Jessie berangkat ya pak, jaga kesehatan bapak juga " ujar Jessie mencium punggung tangan Jaafar , dan Jaafar mengusap kepala Jessie lembut
" Iya Nak, jaga kesehatanmu juga " ujar Jaafar
Jonathan memeluk Jasmin
" Bu, Nathan berangkat juga, ibu dan bapak jaga kesehatan "
Jasmin mengusap kepala Jonathan lembut
"Iya Nak, hati hatilah jaga kesehatanmu juga ya" kata Jasmin lembut
" Bapak , Nathan pergi dulu ya pak, kalau bapak perlu apa apa kabari Nathan , jaga kesehatan bapak " mencium punggung tangan Jaafar
" Iya nak ,hati hatilah jaga anak dan istrimu dengan baik" ujar Jaafar Jonathan mengangguk dan bergegas
Jaabier menangis dalam pelukan ibunya
" Ibu , maafkan Jaabier ya bu belum bisa bantu banyak buat ibu, Jaabier juga berangkat dulu ya bu, Jaabier sayang banget sama ibu, ibu jaga kesehatanya ya bu, jangan kerja keras keras " suara Jaabier terbata
" Iya nak , ibu juga sayang sama kamu jangan telat makan ya, makan yang baik belajarlah dengan benar, kalau kamu perlu apa apa bisa kabari ibu" kata Jasmin Jaabier hanya mengangguk dan berpindah ke Jaafar lalu memeluk Jaafar
" Pak Jaabier pergi maafkan Jaabier ya pak, belum bisa bantu dan buat bapak bangga dengan Jaabier" Jaabier terisak
" Sudah sudah, belajarlah yang giat, kalau perlu apa apa katakan sama bapak"kata Jaafar menepuk punggung Jaabier
Jasmin memeluk ke tiga cucunya menciuminya berulang dengan penuh air mata perpisahan adalah hal yang sungguh sangat menyedihkan..
berpisah dengan anak dan cucunya artinya kembali menahan sebuah Rindu
" Kami sayang sama Nenek dan kakek , " kata Daniel dan Arin bersamaan dan memeluk kakek dan neneknya bergantian
" Kami juga sayang sama kalian nak, jadilah anak yang baik ya, belajar yang rajin makan teratur ya sayang " kata Jasmin mencium kening mereka satu persatu
begitu mereka selesai berpamitan mereka masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ke salah satu terminal, dengan tujuan yang berbeda..
semua anak dan cucu Jasmin serta Jaafar melambaikan tangan masih dengan pipi yang di basahi oleh air mata..
Begitu juga dengan Jasmin dna Jaafar mereka berdua melambaikan tangannya sampai anak anaknya benar benar tidak terlihat
Jaafar memeluk erat Jasmin yang masih terisak mengusap punggungnya lembut
" Sudah bu , " kata Jaafar lirih
" Sedih sekali pak , aku merasa baru kemarin mereka datang dan kini mereka semua sudah pergi lagi meninggalkan kita pak " Jasmin terisak
__ADS_1
Jaafar hanya diam dia pun merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan istrinya..
" Iya bu, sudah jangan sedih lagi bu," kata Jaafar
jasmin mengangguk dan bersamaan masuk kedalam rumah
" Lihat pak , jadi sepi lagi rumah ini " kata Jasmin terisak
" Buu, sudah jangan sedih , nanti kamu bisa sakit kalau terlalu sedih " kata Jaafar menengkan Jasmin
" Aku juga maunya gak sedih pak, tapi air mataku keluar begitu saja jika mengingat mereka semua " Jasmin duduk di bangku dan kembali terisak
" akh juga sedih bu, tapi mau bagaimana lagi " kata Jaafar duduk di depan istrinya
Jasmin menghapus air matanya
" Bapak mau minum teh ?, biar aku buatkan " kata Jasmin
"Tentu saja , " kata Jaafar
Jasmin beranjak pergi kedapur dan membuat teh untuk Jaafar berulang kali Jasmin menghapus air matanya karena mengingat keramaian yang baru saja terjadi di rumahnya
" Ini pak " kata Jasmin
" Terima kasih " ujar Jaafar
Jasmin beranjak dan membersihkan rumah..
" Jasmin istiratlah, sudah hampir gelap" kata Jaafar yang melihat Jasmin masih sibuk beres beres
" Iya Afar, sebentar lagi selesai " kata Jasmin tanpa menatap Jaafar
" Berhentilah Jas,lakukan lagi besok kamu sudah cukup lelah sedari pagi " kata Jaafar
Jasmin menghentikan aktivitasnya
" Istirahatlah, jangan memaksakan dirimu, aku tahu kamu seperti ini karena masih sedih anak anak sudah kembali ke kota bukan ?" ujar Jaabier
Jasmin terisak
" Maafkan aku Afar " katanya lirih
Jaafar mendekati Jasmin dan memeluknya
" Tidak ada yang perlu dimaafkan sayang, untuk apa meminta maaf "
Jasmin melepaskan pelukanya
" Akan aku siapkan makan malam dulu " kata Jasmin
" Tidak perlu, duduklah biar aku yang siapkan , kamu sudah terlalu lelah sedari kemarin " kata Jaafar dengan senyum di wajahnya
" tapi Afar.."
__ADS_1
" Duduklah istriku " kata Jaafar ..
Jasmin tersenyum dan duduk sedangkan Jaafar berjalan menuju ke dapur ..
Jaafar menyiapkan makan malam dengan sangat hati hati,,
" Sudah lama sekali aku tidak melakukan ini " gumam Jaafar
Jaafar hanya memasak ringan karena sudah terlalu lama dia tidak memasak padahal dulu Jaafar sering sekali memasak untuk istrinya..
30 menit berlalu
" Akh akhirnya selesai " kata Jaafar lalu perlahan berjalan membawa hasil masakannya
" Sudah selesai suamiku ?" kata Jasmin dengan tersenyum melihat Jaafar
" Hmm maaf sudah lama menunggu " kata Jaafar tersenyum
" Kamu masih bisa masak ?" tanya Jasmin
" Lihatlah,meskipun hasilnya mungkin tidak seenak dulu tapi aku membuatnya masih dengan cinta sama seperti dulu " kata Jaafar
Jasmin tersenyum dan mulai mencicipi masakan Jaafar
" Bagaimana enak ?" tanya Jaafar dengan wajah penasaran
" Hmm ,masih enak suamiku " kata Jasmin tersenyum
"Akhirnya kamu tersenyum lagi " kata Jaafar dalam hatinya senang sekali rasanya melihat Senyum indah istrinya jauh lebih baik dari pada air mata Jaafar berhasil membuat Jasmin tersenyum
" Benarkah ??" tanya Jaafar dengan nada menggantung
" Hmm , makanlah sebelum dingin " kata Jasmin
Jaafar lalu mulai melahap makanan yang dia masak sendiri ..
Jaafar dan Jasmin menikmati makan malamnya kembali dengan suasana sepi tidak seperti malam malam sebelumnya yang penuh dengan keramaian..
Diterminal
" Lihatlah ,aku sudah mengatakan bukan jangan membawa sayur seperti ini ,ini akan layu begitu kita sampai dikota " kata Hana kepada Jonathan
" Mau bagaimana lagi Han, sudahlah bawa saja "kata Jonathan
Daniel dan Arin sudah menutup kedua telinganya dengan headset karena enggan mendengar keributan antara ayah dan bundanya..
begitu juga dengan Jessie dan Nanda mereka berdua juga sebenarnya enggan membawanya karena begitu sampai dikota akan layu
jessie dan Nanda juga tidak henti hentinya menggerutu
jaabier hanya diam mendengar Jessie dan Nanda karena dia menaiki bus yang sama dengan Jessie dan Nanda karena masih dikota yang sama berbeda dengan Jonathan dan istrinya..
* Keluarga adalah rasa bahagia yang tak akan sirna, tempat yang nyaman untuk berbagi canda tawa dan suasana terbaik yang pernah ada *
__ADS_1