Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=41


__ADS_3

Firman mengantarkan Jaafar sampai masuk ke dalam mobil


Sopir Firman mengantarkan Jaafar sampai di depan rumah Nathan


begitu sampai Jaafar segera membuka pintu mobil sendiri karena merasa tidak enak jika sopir itu yang membukakannya


" Terima kasih " kata Jaafar


" Iya pak sama sama " kata sopir itu dengan Ramah


Begitu mobil tidak terlihat Jaafar bergegas


" Pasti Daniel dan Arin sudah pulang " gumam Jaafar sambil berjalan menuju ke rumah


Begitu sampai di depan pintu rumah Jaafar hendak mengetuk pintu namun pintu sudah lebih dahulu terbuka


" Kakek " Arin memeluk erat Jaafar


" Nak ada apa ?" tanya Jaafar mengusap usap punggung Arin


" Arin khawatir kakek akan tersesat " Ujar Arin


" Oh maafkan kakek sayang sudah membuatmu khawatir " Kata Jaafar menggendong Arin masuk ke dalam rumah..


" Apa kalian sudah makan siang ?" tanya Jaafar


" Belum kek " jawab Arin


" Kalau begitu kalian makan siang kakek sudah makan siang tadi " Kata Jaafar


" Kakek sudah makan ? Dimana ?" tanya Daniel


" Kakek makan di rumah teman kakek Nak " kata Jaafar


" Kakek punya teman di sini ?"tanya Daniel


Jaafar tersenyum dan mengangguk


" Sudah kalian makanlah biar kakek temani kalian " kata Jaafar


Daniel dan Arin mengangguk lalu menuju ke meja makan Jaafar duduk dan menemani mereka makan


" Bagaimana sekolah kalian ? Lancar ?" tanya Jaafar


" Hmm semua baik baik saja kek " kata Daniel

__ADS_1


" Syukurlah, kalian lanjutkan makan dulu kakek ada sedikit pekerjaan di belakang " kata Jaafar


" Iya kek " jawab Daniel dan Arin


Dirumah Jessie hanya ada Jasmin dan juga Dira


Jasmin menjaga Dira dengan sepenuh hati bukan hanya menjaga Dira Jasmin juga membersihkan rumah


Kebetulan sekali Dira tengah tidur siang Jasmin memutuskan untuk makan siang


Langkah kaki Jasmin menuju ke meja makan mengambil makanannya dan mulai melahap makanannya


Terdengar tangisan Dira Jasmin menghentikan makannya dan berjalan menuju ke kamar Dira


" Kenapa sudah bangun sayang kamu baru saja tidur " Kata Jasmin dengan lembut lalu menggendong Dira


" Badan Dira hangat sepertinya dia demam " Gumam Jasmin sambil menyentuh kening Dira


" Apa disini ada obat ?" tanya Jasmin pada dirinya sendiri dan mulai mencari kotak obat sambil menggendong Dira


Jasmin sudah berjalan kesana kemari mencari obat namun tidak kunjung dia jumpai sedangkan Dira sudah mulai merengek dan menangis


" Sayang jangan menangis ya ayo nenek ambilkan air hangat untuk mengompresmu " kata Jasmin mencium kening Dira dan membawanya menuju ke dapur


Jasmin dengan hati hati menyalakan kompor untuk menghangatkan air karena Dira masih ada dalam pelukannya


" Ini sayang minum susunya " Jasmin membaringkan Dira begitu Dira berbaring Jasmin mengompres kening cucunya..


" Apa sebaiknya aku menelfon Jessie ?" Gumam Jasmin


Dira kemudian tertidur Jessie meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Jessie


" Kenapa tidak bisa ? apa hp ini juga sudah habis pulsa ?" tanya Jasmin pada dirinya sendiri


" Semoga tidak akan terjadi apa apa dengan Dira " Kata Jasmin meletakan kembali ponselnya di atas Meja


Karena Dira sedang tidak enak badan Jasmin enggan meninggalkan Dira Jasmin selalu berada di dekat cucunya..


Matahari sudah mulai terbenam Jasmin sudah mengganti pakaian Dira karena sebentar lagi Jessie dan suaminya akan pulang


Dengan menggendong Dira Jasmin memasak makan malam


Makan malam sudah selesai Jasmin siapkan kini Jasmin berada di kamar Dira yang sudah terlelap


" Kenapa Jessie dan Nanda belum pulang ?" gumam Jasmin sambil melihat Jam karena sebentar lagi jam makan malam

__ADS_1


terdengar ketukan pintu Jasmin setengah berlari menuju ke pintu dan membukanya


" Nak ,kamu pulang terlambat ?" tanya Jasmin


" Iya bu, hari ini ada tambahan pekerjaan sedikit " kata Jessie


" Bu kemana Dira ?" tanya Nanda dibelakang Jessie


" Dira sudah tidur nak, sepertinya Dira demam " kata Jasmin Mendengar Dira demam Nanda dan Jessie bergegas masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan Dira


" Apa Dira sudah minum obat bu ?" tanya Jessie pelan karana tidak ingin mengganggu tidur Dir


" Belum nak, Ibu tidak menemukan obatnya " Ujar Jasmin


" Ikut aku bu "Kata Jessie mengajak Jasmin keluar


" Kenapa ibu tidak menghubungiku ?"tanya Jessie


" Ibu sudah berusaha menghubungimu nak, tapi tidak bisa coba periksa ponsel ibu " Jasmin memberikan ponselnya ke pada Jessie


Jessie memeriksa ponsel Jasmin setelah itu kembali menyerahkannya pada Jasmin


" Pulsanya sudah habis bu " kata Jessie


" Habis ? " Kata Jasmin Jessie mengangguk


" Nak bisakah kamu membelikan pulsa untuk ibu, Jika ibu tidak membeli pulsa ibu tidak bisa menghubungi bapak " kata Jasmin


" Baiklah bu nanti aku akan belikan " kata Jessie


" Kalau begitu kalian makan malamlah lebih dulu biar ibu yang menjaga Dira " kata Jasmin


" Hmm" Ujar Jessie lalu masuk kembali ke dalam kamar Dira untuk mengajak Nanda makan malam


Jessie dan Nanda menikmati makan malam mereka hanya berdua sedangkan Jasmin menjaga Dira di dalam kamar


Begitu makan malam selesai Nanda dan Jessie membersihkan badan mereka setelah itu membawa Dira ke dalam kamar


Karena Dira sudah bersama dengan Jessie dan Nanda Jasmin menuju ke meja makan dan Mulai melahap makan malamnya sendirian


Selesai makan malam Jasmin mencuci semua piring dan gelas yang kotor di dapur setelah semua bersih dan rapi Jasmin masuk ke dalam kamar


Jasmin merebahkan badannya setelah seharian ini dia sibuk dengan cucunya...


" Apa Jaafar sudah makan malam ?" gumam Jasmin menatap langit langit kamarnya..

__ADS_1


****Aku membuat diriku sendiri sibuk dengan apa yang kulakukan. Tapi, setiap kali aku berhenti sejenak, aku Selalu memikirkanmu*****


__ADS_2