Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =12


__ADS_3

*Karena Jasmin sudah di ijinkan oleh suaminya menjelang sore Jasmin memasak di dapur untuk makan malam mereka..


Begitu selesai masak Jasmin membersihkan badannya lalu menghampiri Jaafar yang tengah menonton tv di temani secangkir teh*


Jasmin duduk di samping Jaafar


" Sudah selesai ?" tanya Jaafar


" Hmm " jawab Jasmin


" Bagaimana dengan perutmu ? apa masih sakit ?" tanya Jaafar


" Masih sedikit terasa nyeri " kata Jasmin


" Seharusnya siang tadi kita kembali ke klinik " kata Jaafar


" Tidak perlu , mungkin ini penyakit tua Afar " kata Jasmin


" Memang ada penyakit tua ?" menatap Jasmin dengan alis yang menyatu


Jasmin tersenyum


" Aku tahu tatapanmu itu Afar " kata Jasmin


Jaafar tertawa


" Lihat kamu masih bisa membaca mataku , itu tandanya kamu belum tua " kata Jaafar merangkul Jasmin


" Iya aku belum tua , tapi sudah nenek nenek " Jasmin menyikut pelan perut Jaafar


" Kamu harus selalu sehat Jasmin, kamu tahu aku merasa sangat sedih melihatmu sakit " Jaafar menggenggam tangan Jasmin


menatap Jaafar


" Begitu juga denganmu kamu juga harus sehat, kamu tahu Afar aku akan selalu baik baik saja jika aku berada di sampingmu " ujar Jasmin


Jaafar kambali merangkul Jasmin , bahu Jaafar kini menjadi sandaran kepala Jasmin


" Aku sangat merasa senang Jasmin , kita bisa selalu bersama kamu lihat bukan kita bisa menua seperti ini bersama sama adalah sebuah anugrah, meski kehidupan kita tidak Lagi mewah namun aku merasa bahagia , anak anak sudah berkeluarga mereka bisa bekerja sesuai keinginan mereka kita bisa melihat cucu cucu kita ,akh aku bahkan tidak bisa lagi merangkai kata " Jaafar tertawa dengan kepala menggeleng


" Aku juga merasakan apa yang kamu rasakan Afar aku sangat bahagia " kata Jasmin


Jaafar mengangguk


" Afar sudah waktunya makan malam " kata Jasmin


" Baiklah, ayo kita makan " kata Jaafar


mereka kemudian berdiri dan berjalan menuju ke arah Meja di mana mereka biasa makan


30 menit berlalu mereka sudah menghabiskan makan malam, dan Juga Jasmin sudah minum obat kini mereka berbaring di atas ranjang dengan tangan menggengam satu sama lain


setelah mengucapkan kata kata yang selama ini mereka katakan setiap malam sepasang suami istri tua itu kini mulai terlelap menuju ke alam mimpi mereka..


*


*


*


Saat tengah malam Jaafar lagi lagi terbangun karena merasakan Jasmin mengigil kedinginan, dengan cepat Jaafar kembali mengambil selimut untuk Jasmin


namun lagi lagi tubuh Jasmin berubah keringat mengucur dengan deras begitu keringat mulai hilang suhu tubuh Jasmin naik dengan cepat

__ADS_1


" Panas sekali bahkan hari ini lebih panas dari kemarin" gumam Jaafar


Jaafar hanya bisa berusaha menurunkan suhu tubuh Jasmin dengan mengompres kening Jasmin


untuk kedua kalinya di malam hari Jaafar terjaga dan menjaga Jasmin


" Sebenarnya ada apa denganmu Jasmin ?" gumam Jaafar menatap Jasmin


Jasmin tidak membuka matanya sama sekali


meski matanya tertutup terlihat jelas jika Jasmin menahan sesuatu..


Jaafar mengusap usap kepala Jasmin dengan lembut ..


Sudah hampir pagi kini maata Jaafar sudah sangat mengantuk dia merebahkan badannya dengan satu tangan menggengam tangan Jasmin dan mulai terpejam


suhu tubuh Jasmin belum normal namun tidak setinggi sebelumnya..


matahari pagi masuk melalu celah jendela kamar , Jaafar terbangun begitu cahaya silau mengenai matanya


" Masih tidur " gumam Jaafar melihat Jasmin masih terlelap


Jaafar bergegas keluar dari kamar menuju ke kamar mandi membersihkan badannya lalu masuk ke dapur


Jaafar tengah membuat bubur untuk Jasmin


Jasmin menggeliat lalu duduk di lihatnya Jaafar sudah tidak ada di tempatnya Jasmin menurunkan kedua kakinya dan berdiri berpegang meja di samping temlat tidurnya


" Brukk "


Jaafar berlari menuju ke dalam kamar


" Jasmin " jaafar mendekati Jasmin yang masih duduk di bawah


Jaafar membantu Jasmin berdiri dan kembali nik ke ranjang


" Aku hanya ingin mencarimu Afar " kata Jasmin


" Sekarang aku ada di sini, apa yang kamu perlukan ?" tanya Jaafar


" Tidak, tidak ada "kata Jasmin


Jaafar menyentuh kening Jasmin dengan telapak tanganya


" Masih panas "menatap Jasmin


" Tunggulah di sini , aku membuatkanmu bubur " kata Jaafar Jasmin hanya mengangguk


Jaafar kelar dari kamar lalu masuk ke dapur


begitu bubur siap Jaafar masuk kembali ke dalam kamar dengan satu tangan membawa bubur dan satu tangan lainya membawa air hangat


Jaafar meniup bubur perlahan


" Bukalah mulutmu Jasmin aku akan menyuapimu " kata Jaafar Jasmin hanya dia menuruti Jaafar


dengan telaten Jaafar menyuapi Jasmin


" Cukup Afar aku sudah kenyang " kata Jasmin


" Tapi ini baru beberapa suap saja Jasmin " kata Jaafar


" Aku merasa mual Afar " kata Jasmin

__ADS_1


" Baik baiklah sekarang minum air hangat dulu " Jaafar memberikan gelas berisi air hangat ke Jasmin


Jasmin meminum air dalam gelas sampai habis


" Afar aku ingin ke kamar mandi, aku sangat mual " kata Jasmin menutup mulutnya


Jaafar berdiri meraih kantong plastik


" Cepat di sini saja " Jaafar sudah siap menadah muntah Jasmin


" Huek huek " Jasmin mengeluarkan isi perutnya..


" Bagaimana sudah ?" tanya Jaafar


Jasmin mengangguk lalu Jaafar keluar dari kamar beberapa menit kemudian Jaafar kembali masuk


" Kita ke klinik lagi Jasmin " kata Jaafar


" Hmm baiklah, " kata Jasmin


Jaafar mengambil ponsel


" Afar " panggil Jasmin Jaafar menoleh ke arah Jasmin


" Kenapa Jasmin ?" tanya Jaafar


" Kamu mau menghubungi siapa ?" tanya Jasmin


" Anak anak, mereka harus tahu kamu sakit " kata Jaafar


Jasmin menggeleng


" Jangan Afar, mereka akan sedih mendengar kabar seperti ini " kata Jasmin


" Tapi mereka anak anakmu Jasmin " kata Jaafar


" Aku mohon Afar jangan , aku tidak mau melihat mereka kepikiran dan bersedih nantinya " pinta Jasmin


" Baiklah " Jaafar kembali meletakan ponselnya


Jasmin tersenyum


" Terima kasih Afar " kata Jasmim


" Sama sama Jas, tapi kamu harus cepat sembuh " kata Jaafar mengenggang tangan Jasmin


Jasmin mengangguk dan tersenyum


" Apa kamu sudah sarapan ?" tanya Jasmin


" Belum, aku belum lapar " kata Jaafar


" Mana mungkin belum lapar Afar, belilah sarapan dulu Afar maaf aku tidak bisa memasak untukmu sekarang " kata Jasmin


" Jangan pikirkan aku, " kata Jaafar


" Pergilah sarapan dulu Afat, setelah itu kita ke klinik " kata Jasmin


" Hmm baiklah, tunggu di sini jangan kemana mana aku akan segera kembali " kata Jaafar dan Jasmin mengangguk


Jaafar keluar dari dalam kamar lalu keluar rumah menuju ke warung membeli sarapan untuk dirinya hanya beberapa menit saja Jaafar sudah kembali ke rumah ..


Jaafar mulai melahap sarapannya dengan cepat

__ADS_1


Bohong memang jika Jaafar tidak merasa lapar karena Mereka terbiasa sarapan sedari dulu ..


** Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku bersyukur menjadi penerima cinta dan dukunganmu.**


__ADS_2