Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T =39


__ADS_3

*tut tut tut


" Kenapa terputus ?" gumam Jaafar lalu kembali menekan nomor Jasmin


" akh ponsel ini kehabisan pulsa " kata Jaafar lalu ponsel Jaafar kembali berdering dan dengan segera Jaafar mengangkatnya


📞*" Afar kenapa tiba tiba terputus ?"tanya Jasmin


📞 " Sepertinya pulsanya sudah habis Jas, besok aku akan minta Nathan untuk mengisinya


📞 " Oh begitu aku pikir ada apa " kata Jasmin


📞 " Sudah sangat larut Jas lebih baik kamu istirahat " kata Jaafar


📞 " Hmm baiklah Afar, Selamat malam suamiku mimpilah indah panjanglah umur semoga selalu diberi kesehatan serta kebahagian selalu menyertaimu " kata Jasmin


📞 " Aku berdoa sama sepertimu Jas , aku mencintaimu" kata Jaafar


📞" Aku Juga mencintaimu Afar " kata Jasmin lalu menutup ponselnya..


Jasmin berbaring dan memejamkan matanya begitu juga dengan Jaafar setelah dia selesai Jaafar bergegas masuk ke dalam rumah perlahan lahan karena tidak ingin mengganggu anak dan cucunya


Jaafar tidur diatas sofa tanpa selimut dia tidak ingin membuat tidur cucunya terganggu


Matahari pagi sudah mulai bersinar menghangatkan bumi Jasmin sudah bangun lebih dahulu dibandingkan Jessie dan Nanda


Jasmin bergegas menyiapkan sarapan untuk Jessie dan juga Nanda tentu saja untuk dirinya sendiri pula


" Bu " Jessie tiba tiba sudah ada dibelakang Jasmin


Jasmin menoleh ke asal suara dengan senyum


" Jessie kamu sudah bangun " Ujar Jasmin


" Hmm iya bu aku baru saja bangun , ibu memasak ?" tanya Jessie


" Iya nak, ibu membuat sarapan untuk kalian " kata Jasmin


" Kenapa bu ?" tanya Jessie


" Ibu akan berusaha tidak merepotkanmu nak, ibu akan membantu sedikit pekerjaanmu" kata Jasmin


Jessie mengangguk


" Baiklah bu kalau begitu aku bisa langsung mandi saja " kata Jessie dan Jasmin hanya mengangguk


lalu melanjutkan memasak


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Jasmin memasak karena Jasmin hanya membuat nasi goreng


Jasmin menyiapkan semua keperluan makan di atas meja makan tanpa bantuan Jessie sedikitpun


Jessie dan Nanda keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi lalu duduk bersama di meja makan


" Nak kemana Dira ?" tanya Jasmin


" Dia masih tidur bu " Nanda menjawab

__ADS_1


Jasmin mengangguk tanda mengerti


Jessie mengambil makanan untuk Nanda setelah itu untuk dirinya sendiri sedangkan Jasmin mengambil sendiri makanan untuk dirinya


" Bu aku sudah siapkan pakaian Dira jadi ibu tidak perlu mencari cari lagi " Kata Jessie sambil makan


" Iya nak " kata Jasmin


" Dan juga bu, untuk makanan Dira ibu jangan lupa kebersihannya ya bu Menu hari ini juga sudah aku tempel di pintu kulkas dan bahan bahanya juga sudah siap ibu tinggal masak saja untukny " kata Jessie


" Iya nak " Jasmin lagi lagi hanya menjawab iya


Selesai makan Jessie dan Nanda langsung berangkat ke kantor meninggalkan Jasmin dan Dira


Sedangkan di rumah Nathan Hana bangun lebih dahulu membersihkan badannya dan langsung menyiapkan makanan dilihatnya Jaafar masih terlelap di atas sofa


" Lagi lagi bapak tidur di sofa " gumam Hana di dapur


" Kenapalah nasipku jadi begini , dapat uang warisan tapi harus membiayai hidupnya sama saja bohong " Gerutu Hana


" Kek bangun kek " Arin membangunkan Jaafar


Jaafar membuka matanya perlahan dan tersenyum


" Arin sudah bangun ?"tanya Jaafar sembari duduk


" Iya kek, kenapa kakek tidur disini ?" tanya Arin


" Kakek ketiduran nak " jawab Jaafar berbohong


" Benarkah ?" tanya Arin


" Benar sayang " kata Jaafar lembut


Daniel baru saja keluar dari kamar lalu duduk di samping Jaafar


" Kak , kenapa kakek tidur disini badan kakek bisa sakit nanti " kata Arin kepada Daniel


Daniel menyatukan alisnya lalu menatap Jaafar


" Kakek tidur di sofa ?" tanya Daniel


" Semalam kakek ketiduran nak setelah melihat tv " Jawab Jaafar


" Kek jangan tidur di sofa tidurlah bersamaku di kamar " kata Daniel


Jaafar tersenyum


" Iya nak "jawab Jaafar


" Jangan memaksa kakek kalian biarkan kakek tidur dimana kakek mau "Saut Hana sambil berjalan


" Sarapan sudah siap " Kata Hana lagi Daniel dan Arin bergegas menuju ke meja makan


sedangkan Jaafar masuk ke dapur meracik sendiri teh untuk dirinya sendiri


" Kemana bapak ?" tanya Nathan

__ADS_1


" Di dapur " jawab Hana


" Sedang apa bapak di sana ?" tanya Nathan lagi


Hana hanya mengangkat kedua bahunya


Tidak lama Jaafar keluar dengan membawa secangkir teh dan duduk bergabung dengan anak dan cucunya


Mereka kini mulai melahap makanan yang sudah tersedia dengan cepat mereka selesai makan Daniel dan Arin sudah berpamitan untuk berangkat ke sekolah


Jaafar duduk di teras depan sambil menikmati teh buatnya sendiri


Nathan sudah siap untuk berangkat begitu juga dengan Hana


" Pak kami berangkat " kata Nathan


" Nak tunggu sebentar " kata Jaafar


" Ada apa pak ?" tanya Nathan


Jaafar mengeluarkan ponselnya


" Bisakah kamu membelikan bapak pulsa untuk menelfon ibumu ?" tanya jaafar


" Hmm baiklah nanti aku akan membelikanya pak , sekarang aku harus berangkat " kata Nathan


Jaafar tersenyum lebar


" Iya nak terima kasih " kata Jaafar kepada Nathan yang sudah bergegas berangkat


Jaafar kembali menyesap teh setelah teh habis Jaafar masuk ke dalam rumah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan juga mencuci pakaian kotor miliknya


Begitu selesai Jaafar berkeliling rumah dilihatnya piring dan gelas kotor yang masih menumpuk perlahan Jaafar mencuci piring dan gelas sampai selesai


Jaafar tersenyum melihat rumah Nathan yang sudah rapi


" Apa yang harus aku lakukan hari ini ?" tanya Jaafar pada dirinya sendiri


Jaafar memutuskan untuk keluar rumah menuju ke taman berharap akan bertemu dengan Firman


Sampai di taman Jaafar tersenyum karena Firman ada di sana


" Selamat pagi Firman " sapa Jaafar


" Halo selamat pagi Jaafar " kata Firman lalu Jaafar duduk disamping Firman


" Apa setiap pagi anda kesini ?" tanya Jaafar


" Iya saya akan kesini setiap pagi karena hanya di sini udara yang sangat baik tersedia, hanya di taman ini yang masih punya pepohonan yang teduh "kata Firman Jaafar mengangguk


" Lalu apa kegiatanmu saat ini ?" tanya Firman


" Tidak ada , karena itu saya merasa bosan rasanya ingin sekali kerja tapi dimana yang mau menerima orang tua sepertiku untuk bekerja" kata Jaafar sambil tertawa


" Nanti aku kan carikan sesiapa tahu ada pekerjaan yang bisa dilakukan orang tua seperti kita " kata Firman


Jaafar tersenyum mereka kembali berbincang sambil menikmati udara yang masih sejuk di taman tersebut

__ADS_1


******Berupayalah memiliki teman karena hidup tanpa teman ibarat hidup di pulau gersang****


__ADS_2