Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T=09


__ADS_3

hari hari berjalan seperti biasa..


Jaafar akan ke kebun berangkat pagi dan pulang sebelum makan siang, sedangkan Jasmin akan dirumah dan menjahit baju pelanggan..


sudah satu minggu belakangan ini Jasmin merasa sedikit sakit di perutnya , tapi Jasmin tidak terlalu di hiraukan oleh Jasmin ..


Jaafar baru saja pulang Jasmin dengan segera menyiapkan minum untuk suaminya


" Ini minumlah " kata Jasmin tersenyum


" Hmm terima kasih " ujar Jaafar


" Jasmin , apa kamu baik baik saja ?" tanya Jaafar melihat wajah Jasmin yang sedikit pucat


Jasmin tersenyum


" Hmm aku tidak apa apa " ujar Jasmin


" Tapi kenapa wajahmu terlihat pucat ?" tanya Jasmin


" Mungkin aku hanya kurang istirahat saja " kata Jasmin


" Katakan jika kamu merasakan hal lain "kata Jaafar dan Jasmin hanya tersenyum menanggapi Jaafar


" Bersihkan dirimu setelah itu kita makan siang " kata Jasmin


" Hmm baiklah "kata Jaafar bergegas berdiri dan berjalan ke kamar mandi


" Kenapa perutku semakin sakit "kata Jasmin dalam hatinya dan menyentuh perutnya..


" Apa aku harus ke dokter saja ?" kata Jasmin pada dirinya sendiri


setelah 15 menit Jaafar selesai dan menghampiri Jasmin


" Apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya Jaafar


tersenyum


" Tidak ada , sudah selesai ayo kita makan siang " kata Jasmin


Jaafar mengangguk dan tersenyum


Jasmin mengambil makanan untuk Jaafar lalu setelah selesai baru dia mengambil untuk dirinya sendiri lalu mulai mereka mulai melahap makan siang mereka


" Hmm,Afar sore ini aku akan ke dokter " kata Jasmin


" Kenapa ? apa kamu sakit ? " tanya Jaafar menghentikan makannya


" Yidak, perutku terasa tidak nyaman aku hanya ingin memastikan saja " kata Jasmin


" Baiklah setelah selesai makan aku akan mengantarkanmu " kata Jaafar


Jasmin mengangguk dan mereka kembali melanjutkan makan..


Begitu selesai makan mereka bersiap siap untuk ke dokter..


Jaafar mempunyai kendaraan bermotor yang sudah cukup tua namun masih berfungsi dengan baik


setelah selesai bersiap Jaafar dan Jasmin berangkat ke klinik umum desa menggunakan sepeda motor..

__ADS_1


Jaafar menyetir dengan sangat hati hati, menyusuri jalan yang tidak terlalu bagus masih banyak batu batu dijalanan tersebut ..


Kurang lebih 35 menit mereka sampai di klinik


Jaafar menggenggam tangan Jasmin masuk ke dalam klinik


" Fuduklah dulu di sini aku akan mendaftar untukmu " kata Jaafar dan Jasmin mengangguk tanda menyetujui


Jaafar berjalan dan mendaftar untuk istrinya setelah Mendapat nomor antrian Jaafar berjalan menghampiri istrinya


" Sejak kapan kamu merasa sakit Jasmin ?" tanya Jaafar menatap Jasmin


" Belum lama ini , kamu jangan khawatir " menggenggam tangan Jaafar karena Jasmin tahu betul Jaafar tengah khawatir saat ini


menarik nafas panjang dan membuangnya..


" Seharusnya kamu katakan padaku Jasmin, dan secepatnya kita ke dokter " kata Jaafar


" Maafkan aaku Afar , aku pikir sakitnya akan hilang sendiri ternyata tidak " kata Jasmin


" Apa sangat sakit saat ini ?" tanya Jaafar menatap Jasmin


Jasmin menggelang


" Tidak , kamu jangan terlalu khawatir kalau kamu seperti ini aku akan takut bertemu dokter " kata Jasmin


" Akh maaf maaf " kata Jaafar sedikit tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal seakan menyesali perkataannya


" Aku lupa kalau istriku ini takut dokter " kata Jaafar dalam hatinya


mereka berdua diam menunggu antrian dengan tangan saling menggenggam*


setelah menunggu beberapa menit kini giliran Jasmin masuk ke dalam ruangan dokter dan Jaafar mengikuti Jasmin masuk ke dalam


15 menit selesai dokter menuliskan resep untuk meredakan sakit di perut Jasmin setelah mendapat resep mereka keluar


" Duduklah di sana akan aku tebus obat ini dulu " kata Jaafar


" Baiklah, jangan terlalu lama " kata Jasmin berlalu duduk dibangku menunggu Jaafar


Jaafar kembali dengan membawa obat Jasmin


" Sudah selesai ayo kita pulang " kata Jaafar


Jasmin tersenyum


" Hmm ayo " mereka keluar dari klinik lalu menaiki motor yang membawa mereka..


Jaafar masih sama mengendarai sepeda motor dengan hati hati ..


Sampai dirumah mereka duduk di teras rumahnya..


" Tunggulah di sini aku ambilkan air untukmu " kata Jaafar


" Hmm " ujar Jasmin dan Jaafar bergegas masuk ke dalam rumahnya dan mengambil air untuk Jasmin minum obat


Jaafar kambali keluar rumah dengan membawa gelas berisi air di tangannya lalu meletakan gelas di atas meja, tangannya beralih membuka obat


" Ini minumlah agar sakit di perutmu membaik "kata Jaafar memberikan obat yang siap untuk di minum

__ADS_1


Jasmin menerima beberapa butir obat tersebut dan meminumnya..


" Terima kasih "kata Jasmin


" Ayo masuk dan beristirahat lah " kata Jaafar


Jasmin mengangguk lalu berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah ..Jaafar masuk ke dalam sambil membawa obat obatan Jasmin


" Apa kamu akan tidur juga ?" tanya Jasmin


" Akh aku tidak aku akan duduk saja di teras " kata Jaafar


" Akan aku buatkan teh untukmu " kata Jasmin


" Tidak perlu , aku akan membuatnya sendiri kamu istirahatlah" kata Jaafar namun Jasmin tidak mendengarkan Jaafar dia berjalan ke dapur dan meracik teh untuk suaminya..


" Ini minumlah " kata Jasmin dengan senyum di wajahnya ..


" Terima kasih , sekarang istirahatlah " kata Jaafar dan Jasmin mengangguk lalu berjalan meninggalkan Jaafar dan masuk ke dalam kamar


Jaafar kembali ke luar duduk di teras depan rumahnya dengan membawa secangkir teh


" Kamu sama sekali tidak berubah Jasmin " gumam Jaafar tersenyum memandang teh dalam cangkir di sampingnya..


Jaafar menikmati teh buatan istrinya dengan senyum di wajahnya..


.


.


.


.


.


Jasmin sudah bangun dari tidurnya


" Kenapa masih terasa sakit " Jasmin bergumam pelan lalu duduk kemudian bergegas keluar dari kamar


" Dimana Afar ?" tanya Jasmin kepala menoleh kesana kemari mencari keberadaan Jaafar namun tidak dia temukan


Jasmin ke luar rumah dan melihat teras namun Jaafar tidak ada disana , Jasmin kembali masuk ke dalam rumah dan mendengar sesuatu di dapur


dengan perlahan Jasmin masuk ke dalam dapur


" Astaga Afar , kamu membuatku terkejut apa yang kamu lakukan di sini ?" tanya Jasmin sambil berjalan mendekati Jaafar


" Aku menyiapkan makan malam " kata Jaafar


" Sudah sekarang kamu mandi dan biarkan aku yang meneruskan ini semua " kata Jasmin


" Tidak, kamu harus banyak istirahat bukankah tadi dokter itu mengatakan demikian " kata Jaafar


" Aku tahu Afar , tapi ini masih bisa aku kerjakan jadi tolong sekarang kamu mandi dan aku akan siapkan makan malam untuk kita berdua " kata Jasmin


" Tapi, apa kamu sudah merasa lebih baik " tanya Jaafar


" Hmm aku lebih baik saat ini " kata Jasmin tersenyum

__ADS_1


" Baiklah aku akan mandi " kata Jaafar lalu berlalu meninggalkan istrinya, Jasmin hanya tersenyum menandang Jaafar


* Ketika kita berdua bersama, tidak ada hal lain di dunia ini yang penting bagiku. Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah bersamamu dan mengetahui bahwa aku milikmu selamanya.*


__ADS_2