Tangan Tangan Tua

Tangan Tangan Tua
TIGA T==37


__ADS_3

" Akh, iya nak maafkan bapak " kata Jaafar lalu berlalu meninggalkan Hana menuju ke depan rumah


Jaafar menggerak gerakan badannya agar otot tuanya tidak kaku begitu di rasa cukup Jaafar kemudian duduk di bangku yang ada di depan rumah anaknya


Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan hanya Jaafar yang belum ada di sana


" Bun kakek mana ?" tanya Arin


" Entahlah" kata Hana lalu duduk


" Aku akan cari dulu " kata Daniel lalu berjalan keluar untuk memanggil Jaafar


" Kek , kakek sedang apa di sini ?"tanya Daniel


" Daniel kamu sudah mau kesekolah ?" tanya balik Jaafar karena melihat Daniel sudah rapi


" Hmm iya kek, tapi sebelum berangkat kita akan sarapan dulu , ayo kek kita semua sudah menunggu kakek " Kata Daniel Jaafar tersenyum dan masuk bersama sama dengan Daniel


" Pagi pak " Sapa Nathan


" Pagi nak " kata Jaafar lalu duduk di kursi yang terisisa di samping Daniel


Jaafar melihat Hana melayani Nathan bahkan di samping Nathan sudah tersedia kopi kesukaan Nathan Lalu Hana mengambilkan makanan untuk Nathan dan juga anak anaknya namun tidak untuk Jaafar


Jaafar mengambil makanan untuk dirinya sendiri kemudian perlahan mulai memasukan ke dalam mulutnya


mereka menikmati makan dengan damai namun di sisi lain Jaafar tidak merasa senang saat ini


kini mereka semua sudah menyelesaikan sarapan


Arin dan Daniel sudah berpamitan untuk berangkat sekolah


" Pak aku juga akan berangkat " kata Nathan


" Iya nak hati hati " kata Jaafar


Nathan keluar rumah bersamaan dengan istrinya tinggallah Jaafar sendirian di rumah itu


Begitu semuanya pergi Jaafar memutuskan untuk mandi setelah itu Jaafar keluar rumah karena merasa bosan sendirian di rumah


Jaafar berjalan jalan sambil mengingat rumah anaknya sampailah Jaafar disebuah taman yang tidak begitu besar namun nampak ramai


Jaafar duduk dan memperhatikan semua orang yang ada disana ada seorang laki laki yang duduk sendirian pula seperti dirinya Jaafar beranjak dan menghampiri laki laki itu


" Permisi " Ujar Jaafar sopan dan dibalas dengan senyum


" Boleh saya duduk di sini ?" tanya Jaafar


" Silahkan " Ujarnya


" Apa anda tinggal di sekitar sini ?" tanya Jaafar


" Iya rumah saya ada di sana " tunjuknya Jaafar mengangguk

__ADS_1


" Apa anda orang baru di sini saya baru melihat anda"


" Benar baru kemarin saya sampai di sini " Kata Jaafar


" Oh iya dimana anda tinggal ?"


" Saya tinggal bersama dengan anak saya Jonathan "ujar Jaafar


" Oh iya iya saya mengenal anak anda " mengangguk angguk


Jaafar mengulurkan tangannya


" Nama saya Jaafar "


" Saya Firman " menjabat uluran tangan Jaafar


Kini Jaafar mendapat seorang teman mereka mengobrol menceritakan pengalaman hidupnya masing masing hari sudah mulai siang mereka berpisah Firman akan pulang ke rumahnya sedangkan Jaafar akan pulang ke rumah anaknya


Jaafar mulai berjalan mengikuti ingatanya


" Dimana rumahnya kenapa aku lupa ?" Jaafar menggaruk kepalanya sambil mencari cari keberadaan rumahnya Nathan


Jaafar berjalan melihat ke kanan dan kiri mencoba mengingat jalan mana yang akan di lewati


" Kekek " teriak suara yaang begitu Jaafar kenal lalu menoleh ke asal suara


" Arin Daniel " Jaafar tersenyum lebar


" Kekek sedang apa di sini ?" tanya Arin


Daniel tersenyum


" Ayo kek kita pulang sama sama " kata Daniel


Jaafarpun tersenyum


" Ayo nak " kata Jaafar


Arin menggandeng tangan kakeknya begitu juga dengan Daniel Jaafar berjalan bersama dengan kedua cucunya menuju ke rumah


Dikediaman Nanda


" Bagaimana bu apa ibu bisa ?" tanya Jessie


" Ibu akan berusaha nak " jawab Jasmin


Jessie baru saja menjelaskan tentang keperluan Dira dan sudah memberi tahu kepada Jasmin bahwa mulai hari ini dia yang akan menjaga Dira selama dia bekerja


Awalnya Jasmin ragu karena sudah sangat lama tidak mengurus bayi dan juga dengan usia yang sudah tua dia tidak akan sekuat dahulu namun karena Nanda dan Jessie meyakinkan Jasmin akhirnya Jasmin setuju dengan permintaan Jessie


Nanda dan Jessie sudah berangkat dan kini tinggallah Jasmin bersama dengan Dira


Karena Dira tidur Jasmin berusaha membersihkan rumah Jasmin menyapu dan mengepel seluruh rumah kecuali kamar Jessie dan Nanda

__ADS_1


" Sudah selesai apa sebaiknya aku mencuci pakaian saja ?" tanya Jasmin pada dirinya sendiri lalu berjalan menuju ke kamar mandi


" mesin cuci bagaimana cara menggunakan ini ?" tanya Jasmin sambil melihat lihat


Terdengar suara Dira menangis lalu dengan cepat Jasmin menghampiri Dira


" Dira sayang sudah bangun " Kata Jasmin lembut sembari mencium pipi cucunya


Karena Dira masih menangis Jasmin memberi Dira susu dan akhirnya Dira sedikir lebih tenang


Dira yang baru berusia kurang dari 2 tahun masih sangat aktif aktifnya Jasmin menjaga cucunya sampai kualahan dibuatnya


bahkan saat makan siang Jasmin tidak sempat untuk makan karena Dira tidak kunjung tidur namun Jasmin tidak merasa terbebani dia sangat senang melakukanya yang paling penting menurutnya Dira senang dan sehat


matahari sudah mulai terbenam Dira belum juga tidur dan masih bermain main dengan Jasmin


tok tok tok


suara pintu terdengar Jasmin berjalan dengan menggendong Dira untuk membuka pintu


dan ternyata Nanda dan Jessie yang baru pulang kerja


" Dira sayang " Ujar Jessie dan mengambil alih Dira dari gendongan Jasmin dan Nanda bergegas masuk ke dalam kamar


" Kamu sudah pulang nak " tanya Jasmin


" Eh iya bu," ujar Jessie


Jasmin berjalan menuju kebelakang namun langkahnya terhenti


" Apa ibu masak untuk makan malam?" tanya Jessie


Jasmin memutar badannya dan menatap Jessie


" Tidak nak " Jawabnya lembut


Jessie membuang nafasnya kasar


" Kalau begitu gendong Dira lagi bu, biar aku masak untuk makan malam dan juga ganti pakaian Dira dengan baju tidurnya bu jangan pakai yang ini " Ujar Jessie memberikan Dira kepada Jasmin


Jasmin hanya diam dan menurut keinginan anaknya


" Kenapa kamu masak ?" tanya Nanda yang baru saja selesai mandi


" Mau makan apa kalau tidak masak ?" tanya Jessie balik


" Ibu tidak masak ?" tanya Nanda


" Hmm tidak " Jawab Jessie


Nanda lalu pergi dari dapur menuju ke kamar Dira


" Bu aku ingin bermain dengan Dira " kata Nanda

__ADS_1


" Iyaa nak " kata Jasmin lalu beranjak meninggalkan Dira


****Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.*****


__ADS_2