
Suara ketukan pintu dari rumah Jessie sudah berbunyi sedari tadi namun belum juga terbuka
" Lama sekali Dira sudah ngantuk" kata Nanda
" Sabar ibu kemana sih kenapa lama sekali buka pintu" kata Jessie kesal lalu mengetuk kembali pintu dengan sangat keras
Jasmin tidur dengan sangat pulas karena kelelahan Jasmin terkejut begitu mendengar ketukan pintu matanya terbuka dan lari tergopoh gopoh membuka pintu
Jasmin membuka pintu
" Lama sekali bu astaga aku pikir ibu tidak akan membuka pintu untuk kami " kata Jessie kesal Nanda masuk begitu saja dan terlihat jelas wajah Nanda yang tidak bersahabat
" Maaf nak, ibu tidur di belakang jadi tidak mendengar" kata Jasmin
" Akh sudahlah bu , aku lelah kalau ibu mau makan malam makan sendiri saja tidak perlu menunggu " kata Jessie
" Tapi apa kalian sudah makan malam ? Ibu masak makan malam untuk kalian sore tadi" ujar Jasmin
" Kami tidak lapar bu, lagi pula aku tidak minta ibu untuk masak kan sudah ibu makan sendiri saja aku lelah"
" Tapi Jes " kata Jasmin namun Jessie sudah masuk ke dalam kamar
" Tapi ada yang ibu ingin bi ca ra kan dengan mu" Kata Jessie dengan suara sangat rendah dengan mata memandang pintu yang baru saja di tutup oleh Jessie
Jasmin berjalan ke arah Meja makan dan duduk memandang masakan yang dia buat sore tadi untuk anaknya namun tidak sama sekali di lihat oleh Jessie maupun Nanda
Jasmin mencoba tersenyum dan Jasmin mulai melahap makanannya sendirian
Jasmin makan malam sendirian tanpa ditemani oleh anaknya
Jasmin melahap makananya dengan cepat kemudian keluar dan duduk di teras rumah Jessie
Jasmin memejamkan matanya menarik nafas panjang dan perlahan membuangnya
__ADS_1
" Ada apa dengan Jessie kenapa dia seperti ini ? kenapa sifatnya berubah ? apakah Nathan juga bersikap seperti ini kepada Jaafar ? Salah apa yang telah aku perbuat kepada anak anakku sampai sifat mereka bisa berubah seperti ini ? apakah aku akan bisa bertahan di sini ? bagaimana dengan Jaafar di sana aku sangat merasa bersalah pada Jaafar " kata Jasmin dalam hati
Lamunan Jasmin bubar ketika terdengar suara ponsel dari kantungnya dengan cepat Jasmin mengambilnya
📞" Halo Afar ?" kata Jasmin
📞" Jas ? aku merindukanmu ? " kata jaafar
📞 " Aku juga merindukanmu Afar sangat sangat merindukanmu " kata Jasmin
📞" Jas tidak bisakah kita bertemu ? aku rasa aku sudah tidak sanggup berjauhan denganmu "Uajar Jaafar pelan
📞" Jaafar suamiku maafkan aku " kata Jasmin tersedu
📞" Kenapa Jas, aku mohon jangan menangis hatiku sangat sakit mendengarmu menangis apalagi saat ini aku tidak bisa menghapus air mata dengan tanganku sendiri " kata Jaafar
📞 " Afar maafkan aku yang sudah memaksamu untuk mengikuti kemauanku , apakah Nathan dan Hana bersikap baik denganmu Afar ?" tanya Jasmin
📞 " Apa yang kamu bicarakan tentu saja mereka bersikap baik denganku aku ini orang tuanya , kenapa kamu bertanya seperti ini apakah Jessie dan Nanda bersikap buruk kepadamu Jas ?" tanya Jaafar
📞 " Syukurlah jika Jessie bersikap baik denganmu, apa kamu sudah makan malam Jas ?" tanya Jaafar
📞 " Tentu Afar aku sudah bagaimana denganmu ?" tanya Jasmin
📞 " Aku langsung makan begitu sampai di rumah Jas setelah aku makan baru aku menghubungimu " kata Jaafar
📞" Afar aku ingin makan malam bersamamu " kata Jasmin pelan
📞" Bagaimana kalau besok kita makan bersama sama melalu telfon Jas apa kamu mau menungguku pulang kerja ?" tanya Jaafar
📞" Tentu aku akan menunggumu Afar " kata Jasmin dengan senyum kecil di bibirnya
📞" Sekarang sudah larut tidur dan istirahatlah " Uajr Jaafar
__ADS_1
📞 " Hmm selamat malam suamiku mimpilah indah dan semoga kamu selalu di beri kesehatan aku mencintaimu " ujar Jasmin
📞 " Doa yang sama untukmu istriku aku juga mencintaimu " kata Jaafar lalu ponsel mereka terputus
Jaafar menarik nafas panjang membuangnya perlahan lalu mengetuk pintu berulang
hampir 30menit Jaafar diluar rumah dan akhirnya pintu terbuka
" Nak " kata Jaafar
" Iya pak " kata Nathan memutar badannya dan langsung masuk ke dalam kamar
Jaafar menutup pintu dan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan badannya dan melihat meja makan
tidak ada lauk tersisa diatas meja Jaafar berjalan ke dapur namun memilih membuat teh hangat dan membawanya ke sofa
Jaafar menyesap teh hangat begitu habis Jaafar berbaring dan mulai tertidur
*
*
*
*
Sudah 3 bulan berlalu Jaafar dan Jasmin masih belum bisa bertemu mereka sudah meminta kepada anak anaknya namun mereka sama sama berkata masih sibuk
Hati Jasmin dan jaafar merasa sangat sedih karena permintaan mereka belum bisa terpenuhi
Jaafar sehari hari masih seperti biasa dia bekerja si perpustakaan untuk mengisi waktu yang kosong Jaafar menulis di buku yang dia temukan Jaafar menulis tentang semua isi hatinya karena Jaafar tidak bisa bercerita dengan siapapun tentang apa yang di rasakan hatinya tentang kerinduannya kepada Jasmin istrinya
Sedangkan Jasmin dia selalu di sibukkan dengan pekerjaan rumah tangga bahkan selama kurang lebih 3 bulan ini Jasmin sama sekali tidak pernah keluar rumah dia hanya keluar di teras rumah dan sama sekali tidak tahu dunia luar
__ADS_1
Kehidupan Jaafar dan Jasmin kini sangat jauh berbeda bahkan senyum senyum diwajah Jaafar dan Jasmin kini hanya terlihat ketika bersama cucu mereka dan saat bertemu dengan anak mereka senyum mereka entah pergi kemana
**** Jika kita bertemu untuk berpisah aku merasa sebaiknya kita tidak pernah bertemu dari awal****